Kerja Bobrok DPR di Bawah Puan Maharani: Rakyat Semakin Muak!

- Publisher

Minggu, 28 September 2025 - 15:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

Jakarta – Rakyat Indonesia kian geram dengan kinerja DPR RI yang dipimpin Puan Maharani. Alih-alih memperjuangkan kepentingan rakyat, lembaga wakil rakyat justru sibuk mengurus kepentingan elite dan melahirkan kebijakan yang menyakiti hati publik.

Beberapa catatan bobrok di bawah kepemimpinan Puan Maharani:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Terseret Kasus Mega Korupsi e-KTP
Nama Puan pernah disebut dalam persidangan korupsi e-KTP, dengan dugaan menerima aliran dana USD 500.000 saat menjabat Ketua Fraksi PDIP. Meski dibantah, publik melihat kasus ini belum pernah dijawab secara terang-benderang. Bayangan korupsi terus menghantui integritasnya.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

2. Proyek Gagal: Situs “Revolusi Mental”
Sebagai Menko PMK, Puan meluncurkan situs revolusimental.go.id dengan biaya besar. Hasilnya? Situs ambruk hanya dua hari setelah diluncurkan. Publik menyebutnya sebagai proyek sia-sia, simbol pemborosan anggaran, dan bukti kegagalan manajemen Puan.

3. Tunjangan Rumah Rp 50 Juta: Tamparan untuk Rakyat
DPR di bawah pimpinan Puan nekat mengajukan tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan. Kebijakan ini mencerminkan kerakusan politikus Senayan yang hidup mewah di atas penderitaan rakyat yang sedang tercekik harga kebutuhan pokok.

BACA JUGA :  Tujuh Terdakwa Kasus Renah Alai Divonis 3 Bulan, JPU Dikabarkan Banding

4. Janji Kosong dan Permintaan Maaf yang Tak Berarti
Puan mengakui kinerja DPR belum maksimal dan meminta maaf kepada publik. Namun, permintaan maaf tanpa perubahan nyata hanya menambah kekecewaan rakyat. Janji evaluasi besar-besaran terbukti omong kosong.

 

Seruan Rakyat

Cukup sudah! Rakyat tidak bisa lagi membiarkan DPR menjadi sarang kepentingan elite. Kepemimpinan Puan Maharani terbukti gagal, penuh kontroversi, dan jauh dari semangat demokrasi.

BACA JUGA :  Perkuat Ikhtiar di Tengah Bencana, Lapas Bangko Gelar Salat Ashar dan Doa Bersama

Kami menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk:

Mengawasi ketat DPR dan menolak setiap kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Mendesak penegak hukum menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan nama Puan Maharani dan politisi lain.

Menggalang kekuatan rakyat untuk melawan segala bentuk pengkhianatan demokrasi dan kedaulatan bangsa.

 

DPR adalah milik rakyat, bukan alat segelintir elite.
Kedaulatan rakyat tidak boleh dikorbankan demi ambisi politik Puan Maharani dan kroninya.

Penulis : Tim wartawan

Editor : Ziqro Fernando

Sumber Berita: Tim wartawan

Berita Terkait

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Berita ini 185 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp