SUARA UTAMA.Kerinci – Suasana khidmat menyelimuti Aula Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu saat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kerinci menggelar peringatan Nuzulul Qur’an dengan rangkaian acara yang penuh makna.
Mulai dari buka puasa bersama, sholat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, hingga tausiah agama tentang Nuzulul Qur’an, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap kitab suci umat Islam.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, S.Ag., MM, beserta jajaran pejabat, kepala madrasah, kepala KUA kecamatan, pengawas, koordinator, Ketua DWP, dan para ASN lingkup Kemenag Kerinci.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya sekadar peringatan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sejarah besar yang dicatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tahun ini, Kementerian Agama Republik Indonesia berhasil mencetak rekor dengan 352.027 khataman Al-Qur’an serentak di seluruh Indonesia dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an.
Mengusung tajuk “Indonesia Khataman Al-Qur’an”, kegiatan ini digelar serentak pada 16 Maret 2025, dimulai pukul 00.01 hingga 20.00 WIB. Jutaan umat Islam dari berbagai latar belakang, termasuk santri, guru, penyuluh agama Islam, serta ASN dan honorer di lingkungan Kementerian Agama, turut ambil bagian dalam perhelatan spiritual ini.
Puncak acara diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, di mana pihak MURI secara resmi menyerahkan penghargaan kepada Kementerian Agama RI. Penghargaan tersebut diterima oleh pejabat tinggi Kemenag dan disaksikan oleh para ulama serta jamaah yang turut serta dalam khataman.
Menteri Agama RI dalam sambutannya mengapresiasi partisipasi masyarakat yang luar biasa. “Rekor ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an. Semoga tradisi mulia ini terus berkembang dan mengakar di masyarakat,” ujarnya.
Kontribusi Kerinci dalam Rekor Bersejarah Kementerian Agama Kabupaten Kerinci turut andil dalam pencapaian gemilang ini dengan menyumbangkan 523 khataman Al-Qur’an dari total capaian nasional. Seluruh ASN, honorer, penyuluh agama Islam, guru Pendidikan Agama Islam di sekolah umum, pondok pesantren, serta masyarakat Kerinci bersatu dalam lantunan ayat suci, menjadikan momen ini sebagai bukti nyata kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kami bangga bisa menjadi bagian dari sejarah ini. Partisipasi yang luar biasa dari masyarakat Kerinci menunjukkan betapa besar kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. Semoga ini menjadi motivasi untuk semakin mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari, ujar H. Pahrizal dengan penuh semangat.
Dengan keberhasilan ini, Indonesia kembali menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Semangat membumikan Al-Qur’an terus berkobar, mengukuhkan komitmen untuk menjadikan kitab suci ini sebagai pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penulis : Zakaria