Kadis LH Merangin Berikan Tanggapan Terkait Peternakan Ayam Milik Toyib di Margo Tabir yang Tak Miliki AMDAL 

- Publisher

Rabu, 16 April 2025 - 20:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Merangin – AMDAL adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL merupakan kajian dampak lingkungan yang dilakukan sebelum suatu kegiatan atau proyek dilaksanakan. AMDAL menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah suatu kegiatan layak atau tidak.

Sebelumnya sejumlah warga mengeluhkan Sebuah peternakan ayam yang berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Misbahul Zamuro jalan Watu Congol, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi diduga menimbulkan pencemaran lingkungan.

Bau menyengat yang berasal dari kandang ayam tersebut mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari khususnya para guru dan murid SD Negeri 96 Sumber Agung yang letaknya tidak jauh dari peternakan ayam Ras milik salah satu pimpinan Yayasan Misbahul Zamuro bernama Toyib tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijumpai di kediamannya (11/4/25) Toyib mengaku jika pada akhir-akhir ini memang ada kendala terkait dengan peternakan ayam Ras yang ia kelola tersebut.

BACA JUGA :  BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : "Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran

“Ya usaha ternak ayam itu sudah berjalan selama 3 tahun bang, dan izin nya masih dalam pengurusan, saat ini untuk jumlah ayam  di kandang ada sekitar 18 ribuan bang, dan untuk permasalahan aroma yang sempat menyebar ke pemukiman warga tersebut memang terjadi pada beberapa minggu ini, dikarenakan kemarin ada keterlambatan pembuangan kotoran bang,” demikian ungkapnya

Selanjutnya terkait dengan hal tersebut, Rabu (16/4/25) media ini meminta tanggapan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin Syafrani, S.T., M.Si. diruang kerjanya.

Berdasarkan keterangan dari Kadis jika memang peternakan ayam tersebut tak Miliki AMDAL dan izin berusaha dan lingkungan maka peternakan ayam tersebut bisa ditutup.

“Jadi menyangkut izin ternak ayam ini, kalau dia sudah melebihi 100 ekor itu boleh di kategori ternak ayam, kalau dibawah seratus itu namanya lapak ayam, jadi ada perbedaan, kalau dia mau buka peternakan ayam maka dia harus wajib buat perizinan, nah rekomendasi nya adalah dari peternakan dan perkebunan, yang kedua Dinas lingkungan hidup, berikutnya rekomendasi dari dua dinas instansi OPD ini baru mereka mengajukan ke Dinas perijinan, nah rekomendasi ini yang harus dikerjakan oleh mereka dulu,’ demikian kata Kadis.

BACA JUGA :  Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama

Ditambahkannya menurut Kadis LH Syafrani, Menurutnya terkait dengan AMDAL dilihat dari skalanya.

“Jadi kalau dia usaha kecil dan menengah cukup dengan SPPL namanya, kalau dia lebih besar itu dengan AMDAL, SPPL itu nantinya kita yang mengeluarkan, dan selanjutnya layak ndak dia membuka peternakan ayam di lokasi tersebut, dan dari situ nanti kita cek ke lokasi, apakah dia berada di pemukiman, apakah mereka berada di bantaran sungai, apakah mereka di tempat publik seperti rumah sekolah dan sebagainya, Contoh saja peternakan Andes yang berada di Pasar Baru itu kapasitas 6000 ekor baru saja kita bongkar, dan untuk yang di Margo Tabir ini nanti kita cek, ini kelas lapak atau kelas peternakan, tapi kalau informasinya kapasitas ayam 18 ribu itu sudah peternakan, apalagi ini PT ini wajib membuat surat izin berusaha,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kasus Dihentikan Polres Merangin, Ahmad Fahmi Siapkan Langkah Hukum Balik terhadap Regar Cs

Selain itu Syafrani juga memberikan pengertian terkait dengan izin berusaha tersebut.

“Kami memberi pengertian kepada masyarakat terkait izin berusaha. Kadang pengertian yang sering keliru dari masyarakat, izin OSS seperti yang di miliki peternakan di Margo itu sebatas izin berusaha, belum termasuk izin mendirikan peternakan ayam nya, dan untuk mendirikan kandang ayamnya adalagi izin lainnya seperti yang saya sampaikan tadi, tapi kalau sudah berdempetan dengan sekolah dan pemukiman warga itu kecil kemungkinan kami memberikan rekomendasi,” demikian pungkasnya.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Miris! Jembatan Gantung Desa Mudo Memprihatinkan, Warga Jatuh Saat Melintas, Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan
Berita ini 794 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:21 WIB

HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/