Jejak-Jejak Inspirasi Para Pemuda Tuna Netra Peserta I’tikaf di Masjid Nurhidayah Palembang. Erixon May Siregar (Muallaf) : di Medan Saya Dibuang, di Palembang Saya Ditinggal

Rabu, 2 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekelompok pemuda penyandang tuna netra dari Yayasan Netra Mandiri dan Ponpes Tuna Netra Cahaya Qolbu sedang membaca Quran braille pada i'tikaf malam 10 terakhir ramadhan di Masjid Besar Nurhidayah Jln Demang Lebar Daun Palembang pada Ahad malam (23/3).

Sekelompok pemuda penyandang tuna netra dari Yayasan Netra Mandiri dan Ponpes Tuna Netra Cahaya Qolbu sedang membaca Quran braille pada i'tikaf malam 10 terakhir ramadhan di Masjid Besar Nurhidayah Jln Demang Lebar Daun Palembang pada Ahad malam (23/3).

SUARA UTAMA, Palembang – Kini lebaran Idul Fithri 1446 memasuki hari keempat, yaitu Kamis 3 April 2025. Kebetulan juga, ini moment hari lahir jurnalis media online Suara Utama yang menulis berita atau artikel ini. Masih membekas, jejak-jejak sebagian ummat Islam di dunia yang mengikuti i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan lalu. Demikian juga i’tikaf di kota Palembang, salah satunya di Masjid Nurhidayah Jln. Deman Lebar Daun Ilir Barat I Palembang.

Jejak-jejak yang membekas itu sebagaimana yang ditinggalkan oleh sekelompok pemuda tuna netra yang istikomah mengikuti i’tikaf selama 10 malam terakhir Ramadhan lalu. Mereka tergabung dalam wadah Yayasan Netra Mandiri di Jalan Sukabangun II dan Pondok Pesantren Tuna Netra Cahaya Qolbu Jln Macan Kumbang IV Palembang.

Jejak mereka memberikan inspirasi bagi kita, khususnya bagi ktia yang dapat membaca tulisan ini. Karena itu artinya Anda mempunyai mata yang normal sebagai indra penglihatan sehingga dapat membaca tulisan ini. Betapa tidak, inspirasi utama dari mereka pemuda tuna netra, selain istiqomah mengikuti i’tikaf di Masjid Nurhidayah juga rajin mengisi waktu dengan tilawah Quran hingga larut malam saat sebagian yang lain sudah terlelap tidur.

Photo Para Tuna Netra Saat Shalat Jejak-Jejak Inspirasi Para Pemuda Tuna Netra Peserta I'tikaf di Masjid Nurhidayah Palembang. Erixon May Siregar (Muallaf) : di Medan Saya Dibuang, di Palembang Saya Ditinggal Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Para pemuda penyandang tuna netra dari Yayasan Netra Mandiri dan Ponpes Tuna Netra Cahaya Qolbu Shalat Subuh berjamaah bersama ratusan jamaah i’tikaf lainnhya di Masjid Besar Nurhidayah Palembang

Erixon May Siregar (36), adalah salah satu pemuda tuna netra yang rajin tak pernah absen pada i’tikaf 10 malam terakhir Ramadhan. I’tikaf ini adalah pengalaman pertama baginya, bahkan puasa Ramadhan tahun ini juga adalah pengalaman pertama puasa baginya. Mengapa demikian ? Ia baru beberapa bulan ini memutuskan memeluk Islam, alias muallaf.

Dengan penuh haru, Erixon May Siregar yang kini merubah namanya menjadi Syaiful Islam mengisahkan pada jurnalis media Suara Utama ini perjalanan hidupnya bagai sinetron pada malam i’tikaf ke-24 di Masjid Besar Nurhidayah. Ia ditemani rekan-rekannya yang juga tuna netra, yaitu Stefen (33), Muhaimin (20), Kenziye Abiaz Alhadian (16), Muhammad Mithun Cakra Boty (25) dan Anton Wibisono (37) sebagai Ketua Yayasan Netra Mandiri dan Wakil Ketua Ponpes Tuna Netra Cahaya Qolbu.

Erixon baru 2 tahun ini mengalami tuna netra, karena glaoukoma. Ia tinggal di Medan Sumatera Utara, telah beristeri dan dikarunia 2 anak, namun kini sudah cerai. Dalam kondisi telah buta, ia ditinggalkan isterinya di hutan pada kebun jeruk. Selama 1 minggu Erixon tidak makan, cuma minum air dari saluran kebun jeruk. Setiap pagi ia berteriak-teriak meminta tolong orang.

Ia mengingat bahwa setiap Rabu dan Sabtu, biasanya ada yang menyiram kebun jeruk. Ia mendapat ide untuk mencari bantuan. Ia mengikat badannya dengan tali, kemudian menyambung tali-tali sepanjang 3 gulungan itu menghubungkan dirinya dengan pondok tempatnya tinggal.

BACA JUGA :  Rumah Zakat Dukung Qurban untuk Gaza
Photo Para Tuna Netra Saat Saur Jejak-Jejak Inspirasi Para Pemuda Tuna Netra Peserta I'tikaf di Masjid Nurhidayah Palembang. Erixon May Siregar (Muallaf) : di Medan Saya Dibuang, di Palembang Saya Ditinggal Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Photo saat sedang makan saur berjamaah besama jamaah i’tikaf lainnya di Masjid Besar Nurhidayah Palembang

Pada hari Rabu itu ia tidak berhasil meminta pertolongan, baru hari Sabtu bertemu orang Islam yang kebetulan sedang menyemprot kebun jeruk.Dengan bantuan orang tersebut, Erixon dikembalikan dengan adik kandungnya.

Namun niat hati mau kembali ke rumah orang tua, justru ayahnya menyuruh adiknya untuk memasukkan Erixon dalam karung dan membuangnya di sungai karena merasa tidak ada guna lagi sudah buta. Dengan ancaman akan dilaporkan pada polisi oleh malaikat penolong sang penyiram kebun jeruk itu, sehingga rencana jahat orang tua dan adiknya tidak terjadi.

Kisahnya belum usai, keluarga Erixon mendapat info adanya sebuah Yayasan Tuna Netra di Palembang yaitu Yayasan Netra Mandiri Palembang. Akhirnya adik kandung Erixon mengantarnya ke Palembang pada bulan Oktober 2024. Bukannya dititip baik-baik di yayasan ini, justru adiknya meninggalkan Erixon begitu saja di tempat ini. Erixon memang merasa sejak awal, ia akan ditinggal atau dibuang.

Selama 1 bulan Erixon tinggal di yayasan ini. Walaupun masih beragama kristen protestan, ia mengikuti kegiatan-kegiatan orang Islam seperti  yasinan dan syukuran. Demikian juga mengikuti kegiatan di pondok pesantren tuna netra Cahaya Qolbu. Namun hidayah itu akhirnya datang pada Erixon, pada bulan November 2024 ia memutuskan untuk masuk agama Islam.

“Saya mendapatkan ketenangan dan keluarga baru dalam Islam. Dulu setelah saya buta saya diacuhkan dan disuruh duduk di belakang kalau ke gereja, pernah terjatuh karena tidak bisa melihat saya ditertawakan, bukannya ditolong” kisah Erixon sedih jika mengingatnya kembali.

Ia menceritakan, sejak ikrar syahadat mulai belajar Quran braille. Bulan Januari 2025 aktif belajar, masih iqro 1. Mulai belajar dan melaksanakan shalat dan puasa sunnah.

Dengan mengenal islam, Erixon yang kini dipanggil Syaiful, merasakan seluruh kenangan buruk itu lupa dan ikhlas saja. Senang lebih nyaman dan  tenang. Walaupun sekarang ia putus kontak dengan keluarganya di Medan.

“Pertama kali i’tikaf hari Ahad lalu, saat shalat tarawih saya menangis. Saya seperti dihadapkan dengan 2 orang berjubah putih, menuntun ibu saya yang sudah lama meninggal. Disitulah saya bertemu lagi memandang wajah ibu saya, hingga membuat saya menangis” ujar Syaiful Islam berkaca-kaca.

Penulis : Zahruddin Hodsay

Editor : Zahruddin Hodsay

Sumber Berita : Yayasan Netra Mandiri, Pondok Pesantren Tuna Netra Cahaya Qolbu, Erixon May Siregar, Anton Wibisono

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru