SUARA UTAMA, Timor Tengah Selatan – Jamaah antusias mengikuti kegiatan Pengajian Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dilaksanakan di Masjid Arrahman Batuputih, Desa Oebobo, Kec. Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Acara tersebut dilaksanakan usai salat Jumat berjamaah di Masjid dengan menghadirkan pembicara Ustadz M. Irfanuddin Luqman yang juga sebagai khotib salat Jumat.
Biasanya kegiatan Isra Miraj dilaksanakan malam hari, namun untuk Masjid Arrahman yang memiliki jamaah dari berbagai lokasi yang jauh, seperti lokasi dengan jarak 5 km, 10 km, dan 20 km.
Sehingga dilaksanakan ketika hari Jumat, usai melaksanakan salat Jumat agar memudahkan jamaah dalam menghadiri kegiatan, yaitu salat Jumat langsung dilanjutkan dengan pengajian.
Jamaah yang hadir berasal dari beberapa kecamatan, seperti Kec. Batuputih, Kec. Amanuban Selatan, Kec. Mollo Selatan, hingga dari Kec. Takari yang juga sedang melaksanakan kegiatan di Masjid Arrahman.
“Terima kasih atas keterlibatan semua tim yang sudah menyukseskan acara ini, di mana menyiapkan segalanya demi terselenggaranya kegiatan pengajian Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H,” kata Muhammad Ilyas selaku Pengurus Masjid sekaligus Imam di Masjid Arrahman Batuputih pada Jumat (16/01/2026).
Kisah Isra Miraj Rasulullah
Sementara itu, Ustadz M. Irfanuddin Luqman dalam materi yang disampaikan membahas tentang kisah Isra Miraj yang dimulai dengan ujian bertubi-tubi yang dialami oleh Nabi Muhammad.
Ujian dimulai dengan tahun kesedihan (Amul Huzni) yaitu wafatnya istri beliau Khadijah Binti Khuwailid dan juga pamannya Abu Thalib yang selama ini menjadi pendukung dalam dakwahnya.
Selain itu, ada juga penolakan kaum Qurasiy terhadap dakwah Nabi termasuk boikot bahkan siksaan fisik.
“Periode ini merupakan ujian yang paling berat bagi Nabi Muhammad SAW. hanya bisa diatasi dengan ketabahan dan tentunya dukungan dari Allah SWT. yang kemudian Allah anugerahkan mukjizat Isra Miraj sebagai penghiburnya,” lanjutnya.
Ustadz Irfanuddin juga menyinggung tentang kondisi Isra Miraj yang sekiranya kita hidup di zaman Nabi, maka bisa jadi kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang meragukan peristiwa tersebut, karena peristiwa itu di luar logika manusia.
“Waktu itu orang-orang mencemooh Nabi Muhammad atas peristiwa tersebut, akan tetapi reaksi Abu Bakar menyatakan bahwa jika Nabi Muhammad berkata demikian, maka itu adalah benar, karena beliau adalah orang yang jujur dan amanah. Atas dasar itulah beliau diberi gelar Ash Shiddiq, karena pembenaran total terhadap peristiwa Isra Miraj,” tutupnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama persiapan menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan.
Lalu, dilanjutkan dengan makan bersama dengan semua jamaah di serambi Masjid dengan aneka menu lokal yang memang dibawa oleh ibu-ibu Majelis Taklim Arrahman Batuputih.
Penulis : Muhazir Syukur
Editor : Nurana Prasari
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama






