Gawat, Diduga Akibat Ulah Oknum Bank BRI Unit Klenang kidul Yang Tak beretika, Ibu Debitur Jatuh Sakit 

- Publisher

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Semakin memanas, Debitur bank BRI Unit Klenang kidul kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Jawa Timur, bersikukuh tidak terima atas tindakan oknum (Debt Collector) yang diduga tidak beretika dan mendokumentasikan sampai ke dapur tanpa se izin Debitur pada tanggal 30 November 2025. Saat hari libur. 06/12/2025.

Pasca penayangan pemberitaan terkait dugaan tersebut, pada tanggal 04 Desember 2025 sekira Pukul 10. 00 wib. diduga oknum petugas bank BRI Mendatangi kediaman Debitur “MS” desa Liprak wetan kecamatan Banyuanyar. Nampak dalam rekaman CCTV dua mobil 3 orang laki laki dan 3 orang perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Debitur “MS” warga Desa Liprak wetan kecamatan Banyuanyar kepada team media mengaku belum mengetahui apa maksud kedatangan oknum petugas Bank BRI tersebut. Saat kedatangan nya lagi lagi Debitur sedang ada di luar rumah, yang menemui nya bibi dari Debitur.

BACA JUGA :  Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

“Kemarin (04 Desember 2025) pas saya lagi ada di luar, ada orang rumah tlpon sekitar jam 10.00 wib ada dua mobil. Kebetulan bibi itu yang buka dan tanya soal yang kemarin kemarin sudah. Setelah saya cek CCTV memang benar ada dua mobil. kalau tidak salah ada 3 orang perempuan dan 3 orang laki laki. Sempat ngobrol di teras rumah, bahkan sampai mendokumentasikan (foto) di depan rumah. Tujuan nya apa saya belum tau, kalau memang mau nagih pasti nya ada konfirmasi. “Kata debitur.

Lebih lanjut “MS” kembali menegaskan, sebelum oknum Petugas (Debt Collector) “DW Cs” mendatangi kediaman nya dan mendokumentasikan hingga masuk ke dapur tanpa izin. Ia Mengaku telah menyampaikan bahwa tanggungan nya akan segera di selesaikan setelah barang nya laku.

BACA JUGA :  PJI Kaltim Dorong Profesionalisme Jurnalis, Dengan mengadakan Audiensi dengan ‎GM Bandara SAMS

“Sebelum oknum Petugas bank BRI Unit Klenang kidul yang diduga tidak mempunyai etika itu datang ke rumah. Saya sudah sampaikan. Saya akan bertanggung jawab dan akan saya selesaikan setelah barang saya laku. Tapi kenapa oknum ini melontarkan bahasa yang tidak menyenangkan kepada orang tua saya. “Ucap nya.

Atas kejadian tersebut “MS” sebagai Debitur sangat menyayangkan tindakan oknum Bank BRI Unit Klenang kidul. Ia bersikukuh tidak terima atas tindakan oknum tersebut kepada orang tuanya. Diduga kata kata yang di lontarkan oleh oknum membuat orang tuanya jatuh sakit.

“Ini sudah menyangkut orang tua saya, dengan kata kata yang menurut saya tidak pantas di ucapkan oleh oknum petugas Bank BRI Unit Klenang kidul kepada orang tua saya. Didepan orang tua, diduga oknum itu melontarkan kata di “Lelang” ya pastinya orang tua saya kaget atau tertekan hingga jatuh sakit. Intinya saya tetap tidak terima, Oknum itu harus bertanggung jawab. “Pungkas nya.

BACA JUGA :  Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Sementara ketua pro Jamin kabupaten Probolinggo”Budi Harianto” yang tergabung di komunitas Pakopak menegaskan bahwa dirinya akan mendampingi Debitur “MS” sesuai keinginan nya. Menurutnya, oknum Bank BRI harus bertanggung jawab.

“Kami akan tetap mendampingi Debitur sesuai keinginan nya sampai tuntas. Ini tidak boleh di biarkan, masuk rumah sampai ke dapur dan mendokumentasikan tanpa izin di hari libur. Dugaan kata kata “Lelang” yang di lontarkan ke ibu Debitur. Ini sangat menyakitkan. Ini intimidasi, orang tua mana yang tidak kepikiran, tidak tertekan, jika rumah nya di bilang mau di lelang. Sekarang ibu itu sakit. Oknum ini harus bertanggung jawab. “Ucap nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/