Forum Limbago Adat Minangkabau Audiensi dengan Gubernur: Desak Penguatan Lembaga Adat, Ingatkan Soal Biaya Perda

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang,suarautama.id–

Forum Silaturahmi Limbago Adat Minangkabau menggelar audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, untuk membahas penguatan peran lembaga adat dalam tata kelola nagari. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi masyarakat adat untuk memastikan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tetap hidup dan tidak hanya sebatas slogan.

 

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi mengungkapkan tengah disiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai payung hukum awal untuk memperkuat peran Kerapatan Adat Nagari (KAN) di setiap nagari.

 

“Otonomi nagari di Sumatera Barat telah berjalan melalui KAN. Pergub ini diharapkan menjadi landasan yang memperkuat posisi ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai agar lebih berperan dalam menjaga nilai budaya sekaligus mendukung pembangunan nagari,” ujar Mahyeldi.

 

Namun, Gubernur juga mengingatkan bahwa pembuatan Peraturan Daerah (Perda) akan memerlukan anggaran besar, bahkan bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Untuk itu, ia mendorong Forum Limbago Adat Minangkabau untuk menyusun kajian tertulis yang komprehensif agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan tidak membebani APBD tanpa hasil nyata.

 

Perwakilan Forum Limbago Adat Minangkabau menegaskan pentingnya partisipasi publik dan keterlibatan seluruh unsur adat dalam penyusunan regulasi. “Kami tidak ingin penguatan lembaga adat hanya sebatas proyek atau seremonial. Harus ada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat, baik dari sisi penyelesaian sengketa adat maupun dukungan terhadap ekonomi nagari,” tegas salah seorang penghulu yang hadir.

BACA JUGA :  Management PT. Well Harvest Winning Alumina RefInery (PT. WHW) Salurkan CSR untuk Qurban.

 

Akademisi dan pemerhati adat, Dr. M. Ridwan, menilai bahwa keterlibatan masyarakat sipil menjadi kunci agar kebijakan ini tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.
“Perda yang menelan biaya miliaran rupiah harus diukur dampaknya terhadap masyarakat nagari. Jika tidak ada indikator keberhasilan yang jelas, maka dikhawatirkan ini hanya akan menjadi proyek birokrasi tanpa hasil konkret,” ujarnya.

Dr. Ridwan juga mengingatkan pentingnya transparansi sejak awal. “Masyarakat harus dilibatkan, draft Pergub dan Perda harus bisa diakses publik. Ini adalah cara untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga adat itu sendiri,” tambahnya.

Penguatan peran lembaga adat diharapkan tidak hanya meningkatkan wibawa KAN, tetapi juga menjadi benteng moral dan sosial masyarakat Minangkabau. Forum ini juga meminta agar proses penyusunan Pergub dan Perda melibatkan ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai, serta membuka ruang konsultasi publik sehingga keputusan yang diambil benar-benar mewakili suara masyarakat nagari.

Dengan demikian, upaya pemerintah memperkuat lembaga adat tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi benar-benar menghadirkan solusi atas persoalan sosial, menjaga ketertiban, dan memperkuat identitas budaya Minangkabau di tengah arus globalisasi.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Sumber Berita : Tim-Z

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru