Diduga Tak Pernah Beres di 2024, Aris Kurniawan Tetap Dipercaya Kerjakan Proyek 2025 di Kelurahan Mampun

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, seolah memiliki “langganan tetap” dalam urusan pekerjaan proyek. Nama Aris Kurniawan kembali muncul sebagai pelaksana sejumlah kegiatan pada tahun anggaran 2025, meski rekam jejak pekerjaannya pada 2024 lalu dinilai warga jauh dari kata memuaskan.

Alih-alih melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka ruang bagi pelaksana lain yang lebih profesional, pemerintah kelurahan justru kembali menggandeng Ormas Masyarakat Merangin Mandiri milik Aris Kurniawan. Keputusan ini sontak memantik sindiran publik: apakah di Kelurahan Mampun tidak ada pilihan lain, atau memang sengaja tidak ingin memilih yang lain?

Puncaknya, proyek drainase yang kini tengah dikerjakan tanpa papan informasi proyek seakan menjadi simbol keterbukaan yang sengaja dihilangkan. Padahal, papan proyek bukan sekadar formalitas, melainkan alat kontrol publik terhadap uang negara.

Sejumlah warga menilai, pekerjaan yang dikerjakan Aris Kurniawan pada tahun 2024 lalu menyisakan banyak catatan, mulai dari kualitas hingga pelaksanaan. Namun anehnya, catatan tersebut tampak tidak pernah benar-benar dibaca, apalagi dijadikan bahan evaluasi.

“Kalau tahun lalu saja banyak yang tidak beres, kok sekarang masih dia lagi? Ini bukan soal suka atau tidak, tapi soal logika,” ujar seorang warga dengan nada getir.

Publik pun mulai menyindir: apakah buruknya hasil kerja bukan masalah, selama pelaksana masih ‘dekat’ dengan pengambil kebijakan?

Tidak dipasangnya papan informasi proyek justru semakin mempertebal kecurigaan. Tanpa keterangan anggaran, sumber dana, dan pelaksana, proyek ini terkesan lebih nyaman bekerja dalam sunyi, jauh dari sorotan masyarakat.

BACA JUGA :  Ciptakan Pilkada Damai,Kapolres Lampung Utara Gelar Cooling System Bersama PCNU dan PCMNU

Kondisi tersebut membuat dugaan kongkalikong antara pelaksana dan pihak kelurahan kian menguat di tengah masyarakat. Apalagi, pola penunjukan pelaksana yang sama terus berulang, seolah sudah menjadi kebiasaan yang tak perlu dipertanyakan lagi.

“Kalau semuanya jelas, kenapa harus ditutup-tutupi? Kalau tidak ada apa-apa, papan proyek itu justru harus dipasang paling depan,” sindir warga lainnya.

Sikap Kelurahan Mampun dinilai publik lebih piawai mempertahankan orang lama ketimbang memperbaiki sistem. Ketika kritik muncul, yang terjadi bukan pembenahan, melainkan pengulangan pola lama dengan wajah yang sama.

Bagi masyarakat, kondisi ini bukan lagi sekadar persoalan teknis pembangunan, melainkan soal keberpihakan dan integritas pengelolaan anggaran. Transparansi yang seharusnya menjadi prinsip dasar justru terlihat seperti beban yang ingin dihindari.

Tak sedikit warga yang mulai melontarkan sindiran pedas: apakah proyek di Kelurahan Mampun dikelola oleh pemerintah, atau sudah seperti halaman belakang yang hanya boleh dimasuki nama-nama tertentu?

Pertanyaan ini wajar muncul ketika pelaksana yang sama terus mendapat pekerjaan, papan informasi tak kunjung dipasang, dan evaluasi hasil kerja seolah tak pernah benar-benar ada.

Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menunggu penjelasan terbuka dari pihak Kelurahan Mampun, terutama terkait alasan tetap digunakannya Aris Kurniawan sebagai pelaksana proyek, meski rekam jejak sebelumnya menuai kritik.

Satu hal yang pasti, ketika transparansi ditinggalkan, kecurigaan akan selalu datang menggantikan. Dan di Kelurahan Mampun, kecurigaan itu kini tumbuh subur di tengah proyek yang bekerja tanpa papan nama.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru