Dari Panggung Aktivis Mahasiswa ITB ke Panggung Pemerintahan: Kiprah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa/Kemenkeu go id

FOTO Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa/Kemenkeu go id

SUARA UTAMA – Perjalanan hidup Purbaya Yudhi Sadewa adalah cermin bahwa idealisme mahasiswa bisa menemukan ruang aktualisasi di panggung pemerintahan. Dari masa mudanya di Institut Teknologi Bandung (ITB), Purbaya dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kritis terhadap ketidakadilan sosial, kebijakan ekonomi yang timpang, dan korupsi yang merugikan rakyat. Panggung kampus bukan hanya tempat ia berorasi, tetapi juga laboratorium tempat ia mengasah nalar kritis, solidaritas sosial, dan kemampuan advokasi kebijakan.

Kini, sebagai Menteri Keuangan, Purbaya membawa semangat yang sama: menjaga agar kebijakan fiskal berpihak pada rakyat, berkeadilan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran, transparansi anggaran, hingga keberanian melakukan reformasi pajak merupakan wujud komitmen idealisme yang dulu ia gaungkan.

Pendapat Pakar Ekonomi

Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Prof. Faisal Basri, menilai keberanian melakukan reformasi pajak dan pengelolaan utang yang hati-hati menjadi kunci menjaga kesehatan fiskal. “Purbaya punya modal kredibilitas dari masa aktivisnya, sehingga publik percaya ia tidak hanya teknokrat, tetapi juga pejuang keadilan sosial. Tantangannya adalah menjaga defisit tetap terkendali tanpa mematikan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Aviliani, pakar ekonomi dari INDEF, menambahkan bahwa reformasi belanja negara harus diarahkan pada sektor produktif seperti pendidikan, riset, dan infrastruktur desa. “Kebijakan fiskal harus menjadi alat untuk mengurangi kesenjangan dan memacu pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Itulah peluang yang sedang dikerjakan Purbaya,” katanya.

Suara Aktivis Mahasiswa

Dari kalangan aktivis mahasiswa, Ketua BEM Nusantara menyambut baik kiprah Purbaya. “Kami melihat ada contoh nyata bahwa mantan aktivis bisa berperan dalam pemerintahan tanpa kehilangan idealisme. Namun, kami tetap mengingatkan agar APBN benar-benar pro-rakyat, tidak hanya menguntungkan elite,” ujar perwakilan mereka dalam diskusi publik.

BACA JUGA :  Regional UNESCO Jakarta Bersama Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) Adakan Lokakarya Pengarusutamaan Gender dalam Data dan Pendidikan

Arah dan Peluang Perbaikan Keuangan Negara

Ada beberapa peluang strategis untuk memperbaiki keuangan negara yang tengah digarap Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya:

  1. Digitalisasi Perpajakan – Memperluas basis pajak melalui integrasi data dan teknologi untuk mengurangi kebocoran.
  2. Reformasi Subsidi – Mengalihkan subsidi yang tidak tepat sasaran ke program perlindungan sosial dan pendidikan.
  3. Peningkatan Transparansi APBN – Mendorong keterbukaan data anggaran agar masyarakat bisa ikut mengawasi.
  4. Pendalaman Pasar Keuangan Domestik – Mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri melalui penerbitan surat utang yang menarik bagi investor dalam negeri.
  5. Mendorong Green Economy – Memasukkan insentif fiskal untuk energi terbarukan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Transformasi dari aktivis menjadi pejabat publik tentu tidak mudah. Tantangan kompromi politik, tarik-menarik kepentingan, hingga tekanan pasar global menguji konsistensi nilai yang ia anut sejak mahasiswa. Namun, Purbaya menunjukkan bahwa menjadi bagian dari pemerintahan bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan justru memperluas medan perjuangan untuk mengupayakan keadilan dalam skala yang lebih luas.

Perjalanan Purbaya menginspirasi generasi muda bahwa aktivisme bukan hanya tentang turun ke jalan, tetapi juga tentang mengambil peran di meja pengambilan keputusan. Negara membutuhkan birokrat-aktivis yang berani, berintegritas, dan visioner.

Opini publik patut terus mengawal kiprah Purbaya dan pejabat lainnya, agar idealisme yang lahir dari kampus tidak pupus di tengah gemerlap kekuasaan. Harapan besar diletakkan pada kepemimpinan yang berangkat dari suara hati nurani rakyat, membawa agenda reformasi ekonomi yang inklusif, dan memastikan APBN menjadi alat pemerataan kesejahteraan.

Sumber Berita : Referensi Profil dan Karir 1. Liputan6.com — “Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Insinyur ITB hingga Sepak Terjangnya Sebagai Menteri Keuangan” Memberikan gambaran latar pendidikan dari ITB, karir di sektor ekonomi & pemerintahan, serta tugas awalnya sebagai Menkeu. (Liputan6) 2. Detik.com — “Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu Baru Pengganti Sri Mulyani” Termasuk riwayat pekerjaan di Danareksa, sebagai Staf Khusus, dan berbagai posisi pemerintahan. (detiknews) 3. KRJogja (KRJogja.com) — “Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Alumni ITB yang Kini Jadi Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani” Mengenai latar pendidikan dari ITB, kelanjutan ke studi ekonomi di Purdue, dan karir profesional & pemerintahan. (Kr Jogja - Paling Mengerti Jogja) 4. Jawa Pos — “5 Fakta Purbaya Yudhi Sadewa, Alumnus ITB yang Kini Jadi Orang Nomor Satu di Kementerian Keuangan” Memberikan beberapa fakta mengenai pengalaman dan posisi strategisnya. (Jawa Pos) 5. DDTCNews — “Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu Baru Lulusan Elektro ITB” Detail tentang masa sebelum menjabat, institusi yang pernah diikutinya, pendidikan, serta pelantikannya. (DDTC News)

Berita Terkait

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam
Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik
Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum
Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung
Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata
Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 
Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah
Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 07:31

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:02

Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:19

Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:46

Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:56

Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:50

Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:20

Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Berita Terbaru