Dana Ketahanan Pangan Rp140 Juta Diduga Disalahgunakan, Program Gagal Panen Picu Kemarahan Warga Muaro Langayo

- Publisher

Minggu, 5 April 2026 - 08:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA, Merangin — Program ketahanan pangan tahun 2025 di Desa Muaro Langayo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi, kini menjadi sorotan serius. Alih-alih memperkuat ketahanan pangan masyarakat, program yang menyedot 20 persen Anggaran Dana Desa (ADD) itu justru diduga amburadul dan berujung kegagalan total.

Informasi yang dihimpun pada 4 April 2026 menyebutkan, anggaran program ini mencapai sekitar Rp140 juta. Namun realisasinya dinilai janggal. Dana tersebut diduga hanya mengalir ke tiga kelompok tani jagung, masing-masing sekitar Rp7 juta. Lebih memprihatinkan, penerima bantuan disebut-sebut berasal dari lingkaran dekat kepala desa, termasuk istrinya sendiri.

Hasilnya pun jauh dari kata layak. Tanaman jagung yang dikelola dilaporkan gagal panen, memperkuat dugaan bahwa program ini tidak dijalankan dengan serius, bahkan terkesan asal-asalan.

Di sisi lain, ketimpangan mencolok terlihat dari nasib seorang warga bernama Sairum. Janda tersebut hanya menerima bantuan sebesar Rp400 ribu, namun justru mampu menghasilkan panen jagung hingga 212 kilogram. Ironisnya, hasil panen itu disebut harus dijual sesuai arahan kepala desa ke Pasar Muara Siau dengan nilai sekitar Rp1,16 juta.

“Anggaran besar, tapi hasilnya nol. Bantuan hanya berputar di orang-orang tertentu, masyarakat lain cuma jadi penonton,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

BACA JUGA :  Gerebek Rumah di Sambaliung, Satresnarkoba Polres Berau Amankan Dua Pengedar Sabu

Tak berhenti di situ, sisa anggaran program diduga dialihkan ke pengadaan ikan keramba. Namun hingga kini, tidak ada hasil nyata dari kegiatan tersebut. Kondisi ini semakin memperkuat kecurigaan publik akan adanya pengelolaan anggaran yang tidak transparan.

Situasi semakin memanas dengan munculnya dugaan sikap arogan kepala desa, bahkan disertai intimidasi terhadap warga. Isu pengeroyokan terhadap warga juga mencuat, meski masih perlu pendalaman lebih lanjut.

Program yang seharusnya mendukung agenda swasembada pangan nasional justru diduga dijalankan tanpa perencanaan matang dan minim pengawasan. Penanaman jagung dilakukan tanpa perawatan optimal, sehingga kegagalan panen menjadi sesuatu yang tak terhindarkan.

BACA JUGA :  Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi

“Dari awal sudah terlihat tidak serius. Tanam seadanya, perawatan minim. Wajar kalau hasilnya gagal total,” tambah sumber lain.

Atas berbagai kejanggalan ini, warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat Kabupaten Merangin untuk segera turun tangan. Mereka meminta audit menyeluruh dilakukan guna mengungkap dugaan penyimpangan dan memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan wewenang yang dibiarkan.

Warga menuntut penegakan hukum yang tegas dan transparan, tanpa tebang pilih, agar kepercayaan publik tidak semakin terkikis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Muaro Langayo belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Dugaan Modus Operandi Mafia Tanah Terbongkar Sejak Tahun 2024, Warga Gading Kulon Menduga Sudah Lihai dan Cerdik 
Berita ini 242 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/