lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Belasan Set Dompeng Rakit di ‘Dam Sesah’, Salah Satunya Milik Bujang, Akibatkan Kerusakan Alam Luar Biasa

- Publisher

Rabu, 6 Agustus 2025 - 21:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA, Merangin —Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak terjadi di wilayah Kabupaten Merangin, Jambi. Kali ini, belasan rakit dompeng ilegal terlihat beroperasi di kawasan Dam Sesah, sebuah bendungan yang terletak di perbatasan Kampung 5, Desa Suko Rejo, Kecamatan Margo Tabir.

Dam Sesah, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Bangko dan dapat ditempuh dalam waktu 45 menit berkendara, sejatinya dibangun untuk kepentingan irigasi sawah dan kebun masyarakat sekitar. Dengan luas mencapai puluhan hektar, bendungan ini dulunya menjadi ikon wisata alam lokal, terkenal dengan pemandangan unik satwa jalak bertengger di atas kerbau yang sedang mandi, serta panorama keramba ikan yang menambah pesona kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Tampil Gemilang, Tim Futsal Lapas Bangko Raih Juara 2 Piala Ketua Afkab Merangin 2026

Namun kini, keindahan Dam Sesah seolah tinggal kenangan. Alih fungsi kawasan ini menjadi lokasi PETI secara masif telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan. Pantauan media ini pada Rabu (6/8) menemukan bahwa belasan set dompeng rakit beroperasi aktif di lokasi tersebut. Ironisnya, kegiatan ilegal ini terkesan dibiarkan dan luput dari pantauan serta penindakan aparat penegak hukum.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa dari belasan dompeng yang beroperasi, dua di antaranya diketahui milik seorang pria bernama Bujang.

“Ya kalau dihitung ada belasan, Bang. Banyak sekali di Dam Sesah itu. Yang kelihatan, dua set itu punya Bujang,” ungkap warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Warga sekitar menyampaikan keresahan dan kekecewaan atas lambannya tindakan dari aparat keamanan, terutama dari jajaran Polsek Tabir, Polres Merangin, hingga Polda Jambi. Mereka mendesak agar segera dilakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mencemari air dan mengancam mata pencaharian petani.

BACA JUGA :  Pengurus RAPI 05 Prabumulih Resmi Dilantik, Herwan Widodo Jadi Ketua

“Kami harap aparat jangan tutup mata. Kalau ini terus dibiarkan, alam kami akan hancur total. Air jadi keruh, ikan mati, sawah kering. Kami benar-benar resah,” tambah warga lainnya.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah gencarnya seruan pelestarian lingkungan dan pemberantasan tambang ilegal. Harapan masyarakat kini tertuju pada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menyelamatkan Dam Sesah dari kehancuran total.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kasatreskrim Polres Merangin Dimutasi, Sertijab Ditunda karena Pengungkapan Kasus
Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo
Bapas Padang Perkuat Tugas dan Fungsi serta Sinergi Reintegrasi Sosial melalui Kelayan Binter
Bapelkum Bitung Minta Peserta Pelatihan Hukum Jujur dalam Evaluasi: “Kalau Tidak, Kami Tak Bisa Perbaiki”
Diduga Api Bakaran Sampah, Ruko Furniture di Pematang Kandis Ludes Terbakar
Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi bagi Warga Binaan Pengguna Narkotika
Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara
Berita ini 196 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kasatreskrim Polres Merangin Dimutasi, Sertijab Ditunda karena Pengungkapan Kasus

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Bapas Padang Perkuat Tugas dan Fungsi serta Sinergi Reintegrasi Sosial melalui Kelayan Binter

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Bapelkum Bitung Minta Peserta Pelatihan Hukum Jujur dalam Evaluasi: “Kalau Tidak, Kami Tak Bisa Perbaiki”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/