Banyak Asuransi Bermasalah di Indonesia, Kerugian Capai Rp19,4 Triliun

- Publisher

Jumat, 26 September 2025 - 14:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yulianto Kiswocahyono menegaskan, tanpa regulator yang independen dari tekanan industri dan politik, pengawasan asuransi tak akan pernah optimal.

Yulianto Kiswocahyono menegaskan, tanpa regulator yang independen dari tekanan industri dan politik, pengawasan asuransi tak akan pernah optimal.

SUARA UTAMA – Jakarta, 26 September 2025 – Industri asuransi Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa sejak 2015 hingga kini, sudah ada 10 perusahaan asuransi bermasalah yang dicabut izin usahanya. Kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit, diperkirakan mencapai Rp19,41 triliun, dengan melibatkan sekitar 30.170 pemegang polis.

Dua kasus besar yang masih menjadi perhatian adalah AJB Bumiputera 1912 dan Jiwasraya, yang hingga kini masih dalam proses restrukturisasi. Selain itu, publik juga mengingat sejumlah nama lain seperti Kresna Life, Wanaartha Life, dan Indosurya Life yang gagal membayar klaim atau terjerat masalah permodalan.

Menurut catatan OJK, saat ini terdapat 6 perusahaan asuransi yang masuk pengawasan khusus karena kondisi keuangan mereka dinilai bermasalah. Bahkan, laporan terbaru menyebut ada 7 perusahaan asuransi yang berpotensi mengalami kerugian hingga Rp19,3 triliun, dengan risiko penurunan manfaat polis yang harus ditanggung nasabah.

 

Analisa Kritis

  1. Kepercayaan Publik Tergerus
    Rangkaian kasus gagal bayar membuat masyarakat semakin skeptis terhadap produk asuransi. Risiko jangka panjangnya: penetrasi asuransi yang memang masih rendah (hanya 2–3% dari PDB) bisa stagnan atau bahkan menurun.
  2. Moral Hazard & Tata Kelola Lemah
    Banyak kasus berakar pada pengelolaan investasi yang spekulatif, lemahnya pengawasan internal, dan konflik kepentingan manajemen. Regulasi sering bersifat reaktif menunggu masalah meledak baru ditangani.
  3. Asimetri Informasi terhadap Nasabah
    Konsumen berada di posisi paling lemah karena produk dipasarkan agresif tanpa edukasi memadai. Transparansi rendah membuat nasabah baru sadar ketika klaim ditolak.
  4. Masyarakat Jadi Korban
    Tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban dari praktik “asuransi nakal”. Premi dibayarkan rutin, tetapi ketika klaim diajukan, manfaat justru tidak dibayarkan dengan alasan administrasi atau karena perusahaan sudah bangkrut. Situasi ini bukan hanya merugikan ribuan pemegang polis, tetapi juga mencoreng citra industri asuransi secara keseluruhan, meski masih ada perusahaan yang sehat dan dikelola dengan baik.
  5. Reformasi Regulasi Mendesak
    OJK mendorong modal minimum dan konsolidasi, tapi pertanyaan mendasar tetap: apakah sistem pengawasan cukup independen dan proaktif? Tanpa reformasi menyeluruh, kasus serupa berpotensi berulang.
BACA JUGA :  Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman

 

Komentar Pakar

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Konsultan Pajak Senior sekaligus Ketua Komite Tetap Fiskal KADIN Jawa Timur, menilai persoalan asuransi tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan dan tata kelola.

“Kasus Jiwasraya, Bumiputera, hingga Wanaartha Life menunjukkan bahwa sistem pengawasan kita masih bersifat administratif, bukan substantif. OJK terlalu sering menunggu laporan keuangan, padahal penyimpangan investasi bisa berlangsung bertahun-tahun sebelum terdeteksi. Akibatnya, publik yang dirugikan,” jelas Yulianto.

BACA JUGA :  Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Ia menambahkan, problem ini bukan sekadar isu teknis, tetapi juga politik kebijakan.

“Selama regulator tidak benar-benar independen dari tekanan industri maupun kepentingan politik, pengawasan tidak akan pernah optimal. Reformasi tata kelola, termasuk kewajiban transparansi kondisi keuangan perusahaan asuransi kepada publik, mutlak dilakukan jika kita ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

 

Penutup

Fenomena banyaknya asuransi bermasalah di Indonesia mencerminkan kegagalan sistemik dalam tata kelola dan pengawasan. Lebih dari itu, masyarakat menjadi korban nyata akibat praktik asuransi nakal yang tidak bertanggung jawab, sehingga citra industri tercoreng. Tanpa reformasi menyeluruh, risiko kerugian masyarakat akan terus berulang, sementara industri asuransi sulit berkembang sebagai instrumen proteksi dan perencana keuangan jangka panjang.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/