Banjir Sungai Batang Gasan Membahayakan Pemukiman

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Padang Pariaman –

Curah hujan dengan intensitas tinggi masih  mengguyur selama dua hari terakhir pada Senin (25/11/2025) siang dan malam sampai pagi ini di kabupaten Padang Pariaman. Dampaknya terjadi luapan sungai Batang Gasan sehingga mengalami banjir yang cukup besar. Akibat debit air yang terlalu besar akhirnya tidak tertampung lagi oleh jalur aliran sungai, sehingga sungai meluap. Bahayanya lagi terjadi  perpindahan jalur aliran sungai ke lokasi pemukiman rumah warga di kampung Tarandam, Korong Piliang, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan.

Berdasarkan penelusuran informasi dari BMKG menyebutkan penyebab hujan ekstrem atau curah hujan tinggi saat ini di Padang Pariaman disebabkan adanya pola konvergensi udara. BMKG menyebut bahwa ada pola konvergensi (pertemuan aliran udara) dari arah Samudera Hindia yang memanjang dari Kepulauan Mentawai sampai Natuna. Konvergensi ini menyebabkan udara lembap terangkat dan membentuk awan hujan yang cukup tebal, sehingga hujan intens terjadi. Ada daerah tekanan rendah di barat Kepulauan Mentawai yang memicu pertumbuhan awan hujan di pesisir barat Sumatera Barat (termasuk Padang Pariaman). Tekanan rendah ini “menarik” massa udara lembap dan memperkuat konveksi awan hujan.

Menelusuri lokasi banjir di kecamatan Batang Gasan, jurnalis media Suara Utama meliput ke titik banjir tepatnya di depan mushalla surau Talang, korong Piliang, nagari Gasan Gadang. Sampai jam 10.00 WIB Selasa (25/11/2025),  terpantau kondisi banjir tergolong masih besar, karena aliran sungai Batang Gasan berpindah jalur menyasar ke lokasi pemukiman warga dan jalan umum. Kondisi ini abnormal karena jalur aliran sungai berpindah arah ke aliran bukan tempat alur sungai.

Di tahun 2024 terjadi juga banjir seperti ini dan saat itu jalur aliran sungai diperbaiki dengan alat berat dari bantuan pemda Padang Pariaman. Selang waktu tidak sebeberapa lama kembali jebol, maka warga berninisiatif bergotong royong dan berswadaya menyewa alat berat dengan menghimpun dana. Keadaan aman dalam satu tahun terakhir. Kini tanggul sementara itu kembali dibobol air bah yang besar. Saat ini kondisinya semakin parah, karena arah air semakin rendah ke pemukiman warga.

BACA JUGA :  Masyarakat Meunasah Keutapang Kecamatan Jeunib : Terimakasih PT Pupuk Iskandar Muda atas Bantuan Kemanusiaan

Melihat kerusakan akibat banjir ini, warga setempat berharap seyogyanya cepat dapat diatasi. Dibutuhkan bantuan dari pemerintah dengan operasi alat berat. Aliran sungai yang biasanya bukan pada jalurnya tersebut semakin lama akan merusak area pertanian dan membahayakan perumahan warga. Area pertanian padi sawah terdampak rusak saat ini diperkirakan lebih dari 12 hektar sawah, sebagaimana yang diutarakan oleh seorang warga yaitu guru Zainal yang rumahnya ikut terdampak oleh banjir. Warga sangat berharap kepada pemerintah agar aliran sungai Batang Gasan ini dapat ditangani penormalan aliran ke jalurnya semula. Sebagai titik krusial mulai mengambangnya aliran sungai yang menyasar ke pemukiman warga ini berada di perbatasan korong Koto Muaro dengan Korong Piliang nagari Gasan Gadang, kecamatan Batang Gasan.

Sehari sebelumnya Senin (24/11/2025) lokasi banjir telah ditinjau dan dikunjungi juga oleh Camat Batang Gasan Syafrizal, bersama Kesbangpol dan Disdukcapil Padang Pariaman,  didampingi oleh aparatur Nagari Gasan Gadang dan wali korong Piliang Junaidi Sayang. Rombongan juga memberi bantuan insidentil berupa nasi bungkus bagi warga setempat yang terdampak banjir. Warga menyampaikan kondisi yang ada seperti rumah terendam air, sawah dan ladang tergerus dan menghanyutkan padi petani yang mulai menguning sepuluh hari menjelang panen. Dampak ini tentu saja sangat memengaruhi pada kehidupan warga yang pada umumnya bekerja sebagai petani dan buruh tani.

Penulis : Suwardi

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Bahaya Aliran Banjir Sungai Batang Gasan Masuk ke Pemukiman Warga Korong Piliang

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru