Andreas Hugo Pareira Desak Polres Nagekeo Usut Tuntas Kematian Aktivis Vian Ruma

Sabtu, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andreas Hugo Pareira, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI mendesak Polres Nagekeo usut tuntas kasus kematian aktivis Vian Ruma.
Andreas Hugo Pareira, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, saat menyampaikan desakan kepada Kapolres Nagekeo agar mengusut tuntas kematian Vian Ruma.20/9/2025

SUARA UTAMA,

Nagekeo, 20 September 2025 — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, angkat suara terkait kematian tragis Vian Ruma, aktivis muda yang dikenal vokal menolak proyek geotermal di Kabupaten Nagekeo. Andreas mendesak Kapolres Nagekeo beserta jajarannya untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.

“Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kepolisian harus bekerja profesional agar tidak menimbulkan berbagai tafsir yang bisa memicu salah pengertian di tengah masyarakat,” tegas Andreas dalam keterangannya, Sabtu (20/9).

Ia menilai kematian Vian Ruma bukan sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Oleh karena itu, langkah cepat dan terbuka dari aparat sangat dibutuhkan untuk menjawab keresahan masyarakat.

BACA JUGA :  Kerjasama Strategis antara PT PIM dan PT PEMA untuk Pasokan Gas Bumi WK “B” Mendukung Swasembada Pangan

“Dengan pengusutan yang serius, kita bisa menghindari interpretasi yang keliru dan mencegah munculnya misinformasi. Keluarga korban dan publik berhak atas keadilan dan kejelasan,” lanjutnya.

Selain itu, Andreas juga mengingatkan semua pihak untuk tetap tenang dan mengawal proses hukum dengan baik. Ia menekankan agar penyelidikan tidak hanya berhenti pada permukaan, melainkan benar-benar menyingkap fakta yang sebenarnya.

Kasus kematian Vian Ruma sendiri masih menjadi sorotan publik di Nagekeo. Banyak pihak menduga ada kaitan erat dengan aktivitasnya menolak proyek geotermal. Desakan agar kepolisian segera memberikan keterangan resmi terus menguat, baik dari masyarakat sipil maupun kalangan politisi.

Penulis : SEVERINUS JE

Sumber Berita : SUARA UTAMA

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru