Ini Dia Harga Daging “Meugang” di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe Jelang Ramadhan 1444 H

Perayaan hari meugang di Aceh

- Publisher

Rabu, 22 Maret 2023 - 16:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat suasana hari meugang di Aceh, masyarakat bersama keluarganya membeli daging "Makmeugang" di salah satu pusat belanja Krueng Geukuh, Rabu, 22/03/2023

Terlihat suasana hari meugang di Aceh, masyarakat bersama keluarganya membeli daging "Makmeugang" di salah satu pusat belanja Krueng Geukuh, Rabu, 22/03/2023

Suara Utama, Aceh Utara – Harga daging sapi menjelang ramadhan 1444 H masih terlihat stabil di Aceh khususnya Kabupaten Aceh Utara dan Pemerintah Kota Lhokseumawe yang berkisar antara Rp. 170.000/kg hingga Rp. 180.000/kg, harga ini terpantau pada Rabu (22/03/2023) antara jam 07.00 sampai dengan 09.00 Wib. Harga ini juga tidak berbeda dengan harga pada “Meugang” menjelang ramadhan tahun lalu.
Seorang pedagang daging musiman di pasar batuphat, Ismail (55) mengatakan harga jual daging meugang kali ini sama dengan harga jual daging tahun lalu, harga berkisar antara 170.000 per kg hingga 180.000 per kg. “Cuma meugang kali ini masih kelihatan sepi, tidak seperti sebelum virus PMK dan virus Covid-19 yang lalu”, sebutnya.
Di tempat terpisah, pasar meugang Krueng Geukuh, Razali (43) juga menyebutkan hal yang sama. Harga daging masih sama seperti tahun-tahun yang lalu. “harganya sama seperti tahun lalu. Dan kami pastikan kualitas daging yang kami jual sudah bebas dari gejala PMK dan sudah ada izin penyembelihan dari dokter hewan”, paparya saat menjawab pertanyaan wartawan.
Umi Kalsum (60) seorang janda lansia bersama cucu di lokasi pasar meugang keude (pasar) krueng Geukuh menyebutkan harga daging semakin lama semakin mahal, sangat menyulitkan dirinya untuk membeli daging meugang walaupun hanya 1 kilogram. “That meukarat ulon blo sie meugang kali nyo, maken treb maken meuhai. Pat kamo cok peng menyo yum dit nan (cukup melarat saya beli daging meugang kali ini, makin lama makin mahal harganya. Dimana saya cari uang kalau harganya segitu) sebutnya tertateh-tateh dalam logat khas bahasa aceh saat media ini menghampirinya di salah satu warung kopi dekat penjual daging tersebut.
Seingatnya, harga daging meugang dulu masih berkisar Rp.100.000/kg hingga Rp.120.000/kg pada beberapa tahun yang lalu.”tapi entahlah, karna saya pun sudah lama tidak pernah kemari (pasar meugang), sambungnya.
Tradisi meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga atau kerabat biasanya dilakukan 3 kali dalam setahun itu menjadi semangat baru bagi masyarakat beragama islam yang ada di Aceh menjelang awal Ramadhan, Aidul Fitri maupun menjelang Aidhul Adha.
Perayaan meugang adalah tradisi turun temurun masyarakat aceh yang diprediksi sudah ada semenjak pemerintahan Sultan Iskanda Muda pada abad ke 16 silam. Ada nilai semangat tolong menolong dan saling silaturrahmi dalam perayaan tersebut. Baik orang yang berada maupun yang miskin ikut merasakan perayaan meugang tersebut. Budaya ini harus selalu dikenang sampai masa yang akan datang dan akan terus dikenang oleh anak-anak cucu masyarakat aceh yang kan datang. Salam Meugang.

BACA JUGA :  Satu Unit HD Diduga Terbalik di Area Operasional PT PSG, Proses Investigasi Masih Berlangsung

Berita Terkait

Ruri Jumar Saef Ketua Team Nawacita -Astacita Presiden RI, Segera Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Suarni Tengger Probolinggo   
Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni Mendapat Perhatian Ketua Team Astacita -Astacita Presiden Republik Indonesia 
Dugaan Pelanggaran Hukum Proyek Jalan Rp25,2 Miliar di Berau, Tembus Kawasan Hutan Tanpa Izin hingga Ancaman Laporan ke Kejagung
Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi
Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan
Relokasi PKL Dengan Humanis, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Menyajikan Sentra Kuliner WJ Sejahtera 
UPT Puskesmas Klenang Kidul Pastikan  Bayi Kembar 3 Desa Gading Kulon Kondisi Bagus, BB Sesuai Umur 
Kontainer Sampah Kondisi Memprihatinkan, Keluarga Pasien UPT Puskesmas Ranugedang Ungkap Potensi Lingkungan Tidak Sehat 
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Ruri Jumar Saef Ketua Team Nawacita -Astacita Presiden RI, Segera Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Suarni Tengger Probolinggo   

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni Mendapat Perhatian Ketua Team Astacita -Astacita Presiden Republik Indonesia 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Dugaan Pelanggaran Hukum Proyek Jalan Rp25,2 Miliar di Berau, Tembus Kawasan Hutan Tanpa Izin hingga Ancaman Laporan ke Kejagung

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Lapas Bangko Perkuat Layanan Kesehatan, Pastikan Hak Dasar Warga Binaan Terpenuhi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Dugaan Illegal Logging di Pulau Bayur Bergulir: Ada Upaya Hentikan Pemberitaan, LSM Siapkan Laporan

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/