Dua Pekerja PETI di Talang Kawo Ditangkap Polisi, Fajri yang Disebut Bos Dompeng Melarikan Diri

- Publisher

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Talang Kawo, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, kembali menjadi sorotan. Pada Kamis (13/8/2026), jajaran Satreskrim Polres Merangin dikabarkan mengamankan dua orang yang diduga bekerja dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin di kawasan tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah warga di sekitar lokasi menyebutkan, dua orang yang diamankan polisi tersebut diduga merupakan pekerja dari seorang yang dikenal sebagai bos dompeng bernama Fajri.

Sementara itu, keberadaan Fajri hingga kini disebut-sebut tidak diketahui. Sejumlah sumber warga bahkan menyebut Fajri diduga telah meninggalkan lokasi setelah dua pekerjanya diamankan polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Informasinya dua orang itu anak buah Fajri. Kemarin (Kamis, 13 Agustus 2026) mereka ditangkap polisi. Kalau Fajri sekarang kabur, kami tidak tahu ke mana,” ujar salah seorang sumber warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

BACA JUGA :  Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara

Menurut sumber tersebut, kondisi itu menjadi perhatian warga karena dua orang yang diduga hanya sebagai pekerja justru lebih dahulu berhadapan dengan aparat, sementara orang yang disebut sebagai bos atau pemilik aktivitas dompeng tersebut dikabarkan tidak berada di lokasi.

“Kasihan juga pekerjanya yang ditangkap, sementara bosnya malah tidak ada. Kalau memang benar ada yang mengendalikan aktivitas tersebut, tentu harus ditelusuri siapa pemilik atau pengelolanya,” kata sumber lainnya.

Kasus ini semakin menjadi perhatian karena lokasi yang disebut sebagai tempat aktivitas PETI tersebut berada di kawasan Talang Kawo, yang sebelumnya memang pernah menjadi sorotan terkait dugaan penggarapan aset tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin.

BACA JUGA :  Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

Sebelumnya, pada Juli 2026, Pemkab Merangin melalui tim aset turun langsung mengecek lahan milik pemerintah daerah di kawasan Talang Kawo, Kelurahan Dusun Bangko. Dari total sekitar 8 hektare lahan aset Pemkab, sekitar 1,5 hektare dilaporkan telah tergarap dan mengalami kerusakan akibat aktivitas PETI.

Asisten I Setda Merangin, Sukoso, saat itu menyebut tim menemukan kondisi lahan yang rusak dan menduga kawasan tersebut telah digunakan untuk aktivitas PETI selama lebih dari dua tahun. Pemkab kemudian berencana menindaklanjuti temuan tersebut kepada pihak berwenang.

Dengan adanya penangkapan dua orang yang diduga pekerja PETI pada Kamis (13/8/2026), warga berharap aparat tidak hanya berhenti pada pekerja di lapangan, tetapi juga menelusuri pihak yang diduga menjadi pemodal, pemilik alat, maupun pengendali aktivitas penambangan tersebut.

BACA JUGA :  Kasus Renah Alai Belum Usai, JPU Banding dan Kuasa Hukum Korban Bersiap ke Komisi Yudisial

Penangkapan dua orang tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap secara menyeluruh jaringan aktivitas PETI di kawasan Talang Kawo.

Apalagi, apabila benar aktivitas penambangan berlangsung di atas lahan milik Pemkab Merangin, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut dugaan pelanggaran hukum di bidang pertambangan, tetapi juga dugaan penguasaan atau pemanfaatan aset pemerintah tanpa izin.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai identitas dua orang yang diamankan, status hukum keduanya, barang bukti yang disita, serta apakah polisi telah memeriksa atau memburu seseorang yang disebut-sebut sebagai Fajri masih memerlukan konfirmasi resmi dari Polres Merangin.

Media ini juga masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari jajaran Polres Merangin terkait penangkapan tersebut, termasuk mengenai dugaan keterkaitan kedua pekerja dengan Fajri.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Sengketa Pemilu Kerap Kalah di Tenggat, Roszi Krissandi Bekali Calon Advokat di PPA APSI
Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik
Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan
Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara
Keributan di Tempat Hiburan Libatkan LC, Dua Pria Saling Lapor ke Polres Merangin
Dua Tersangka Pencurian dengan Pemberatan Dilimpahkan Polsek Pamenang ke Kejari Merangin
Diduga Tipu Korban dengan Modus Lelang Kendaraan Dinas, PNS di Merangin Dicokok Polisi
Berita ini 292 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Sengketa Pemilu Kerap Kalah di Tenggat, Roszi Krissandi Bekali Calon Advokat di PPA APSI

Kamis, 24 September 2026 - 11:07 WIB

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan

Selasa, 22 September 2026 - 20:05 WIB

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/