Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

- Publisher

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

 

SUARA UTAMA, Barito Selatan – Sengketa penunggakan hak ratusan pekerja PT Prager Kencana Service (PKS) dan PT Kencana Sinergi Jaya (KSJ) dibawah payung Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Electra Global.

Perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi di Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, berlanjut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Barito Selatan, Rabu (5/8/2026).

Dalam rapat tersebut, terungkap keberadaan Surat Pernyataan Hibah Alat Berat Nomor 013/MGT/KSJ/VIII/2026 tertanggal 2 Agustus 2026 yang ditandatangani Direktur Utama PT PKS, Dwi Cahyo Pramono Putro.

​Dokumen tersebut mencantumkan niat perusahaan untuk menghibahkan lima unit dump truk SANY SYZ3245C-8R kepada perwakilan karyawan, Firhansyah, sebagai jaminan pelunasan gaji.

Dalam surat itu disebutkan, jika kewajiban perusahaan belum dipenuhi hingga pertengahan September 2026, karyawan diberikan hak untuk menjual unit-unit tersebut.

​Namun, skema tawaran hibah tersebut ditolak dalam ruang persidangan RDP. Sekretaris Komisi III DPRD Barsel, Purliani Thea, mengungkapkan bahwa lima unit dump truk tersebut masih terikat perjanjian sewa guna usaha (leasing) dengan porsi kepemilikan perusahaan baru berkisar 20 persen serta tanpa disertai dokumen kepemilikan sah.

​”Ini bentuk akal-akalan. Barang leasing itu secara hukum masih milik lembaga keuangan dan dilarang dipindahtangankan. Jangan sampai mantan karyawan diberi janji kompensasi barang yang status hukumnya bermasalah dan tidak ada kejelasan dokumennya,” ujar Purliani Thea dalam rapat tersebut.

​Pimpinan RDP, H. Irawansyah, S.H., M.M., menyatakan bahwa pihak DPRD akan terus mengawal proses ini dan melarang perusahaan memindahkan aset dari lokasi proyek.

​”DPRD secara tegas meminta pihak perusahaan tidak diizinkan memindahkan satu pun aset operasional tambang sebelum unsur pimpinan dari manajemen perusahaan hadir untuk menyelesaikan kewajibannya kepada ratusan mantan karyawan. Ini bentuk perlindungan kita agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan,” kata H. Irawansyah.

​Ketua Komisi III DPRD Barsel, H. Raden Sudarto (H. Alex), S.E., menggarisbawahi dampak potensial sengketa ini terhadap penerimaan daerah.

Menurutnya, tidak dibayarkannya kewajiban gaji kepada ratusan pekerja berpotensi menyebabkan kecolongan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Barsel yang merugikan pemerintah daerah.

​Persidangan RDP sempat diskors selama 15 menit oleh pimpinan sidang. Skors dilakukan untuk memberikan waktu kepada HCGS Manager PT PKS, Tohap Simanjuntak, keluar dari ruang rapat guna menghubungi pimpinan pusat perusahaan melalui telepon seluler untuk meminta persetujuan akhir.

​Setelah skors dicabut, Tohap Simanjuntak menandatangani Surat Pernyataan Bermaterai 10.000 yang menyatakan bersedia tidak memindahkan seluruh aset PT KSJ dan PT PKS di Site Patas, Kecamatan Gunung Bintang Awai, sebelum Direktur Utama hadir menyelesaikan tuntutan pekerja serta menghadiri RDP lanjutan.

​Dalam keterangan kepada awak media usai RDP, HCGS Manager PT PKS, Tohap Simanjuntak, menjelaskan mengenai penghentian operasional perusahaan.

​”Sejak Desember 2025 kita sudah stop operasional karena tantangan kondisi bisnis. Itulah yang menyebabkan kondisi finansial perusahaan sementara ini belum bisa melakukan pembayaran. Namun saya bisa pastikan bahwa PT Prager dan PT Kencana tidak pernah tidak membayarkan hak karyawan, walaupun waktunya agak lama,” kata Tohap Simanjuntak kepada wartawan.

​Tohap memperkirakan jumlah pekerja yang belum terbayarkan berada di bawah angka 200 orang dan menegaskan komitmen manajemen untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

BACA JUGA :  Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Hanya Sekitar 200 Meter dari Jalan Poros, Dugaan PETI Milik Lasno di Lubuk Gaung Jadi Ujian Nyali Aparat

Penulis : Ahmad Arbani

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Hilirisasi Paten di Indonesia Masih di Bawah 5 Persen, Kemenkum Gelar Forum Bisnis Pertama
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Berita ini 240 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Rabu, 4 November 2026 - 07:50 WIB

Hilirisasi Paten di Indonesia Masih di Bawah 5 Persen, Kemenkum Gelar Forum Bisnis Pertama

Senin, 2 November 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 18:31 WIB

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Chat via WhatsApp