TPA Langling Diduga Tak Terkelola Maksimal, Jalan Warga Tertutup Sampah, DLH Merangin Disorot

- Publisher

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Kesabaran warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, tampaknya telah mencapai batasnya. Bertahun-tahun hidup berdampingan dengan tumpukan sampah, masyarakat kini mengaku tidak hanya harus menahan bau menyengat dan serbuan lalat setiap hari, tetapi juga menghadapi persoalan yang dinilai jauh lebih memprihatinkan, yakni tertutupnya akses jalan menuju kebun akibat tumpukan sampah.

Kondisi tersebut memicu gelombang protes dari warga yang menilai pengelolaan TPA Langling tidak dilakukan secara maksimal. Mereka mempertanyakan keseriusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin dalam mengelola fasilitas publik yang seharusnya menjadi solusi persoalan sampah, bukan justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Menurut keterangan sejumlah warga, sampah yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Merangin terus berdatangan setiap hari. Namun, mereka menduga proses penataan menggunakan alat berat tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga sampah terus menggunung, meluber, bahkan menutupi badan jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju kebun kelapa sawit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Puluhan tahun kami hidup di dekat TPA ini. Selama ini kami sudah cukup bersabar menghadapi bau busuk dan lalat. Sekarang kondisinya lebih parah, jalan menuju kebun malah ditutup sampah. Buah sawit yang sudah dipanen tidak bisa kami keluarkan. Kami ini mau mencari nafkah atau justru dipersulit?” ungkap salah seorang warga kepada media ini.

BACA JUGA :  Bangun Generasi Berkarakter, SMA Negeri 1 Gunung Alip Hadirkan Seminar Parenting untuk Orang Tua

Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa lokasi TPA memang berada tidak jauh dari permukiman warga serta berbatasan langsung dengan jalur menuju sejumlah lahan perkebunan masyarakat. Ironisnya, akses yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga terlihat dipenuhi tumpukan sampah dalam volume besar.

Bagi warga, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan. Dampaknya sudah menyentuh sektor ekonomi masyarakat. Hasil panen sawit yang seharusnya segera dijual terancam tertahan karena kendaraan pengangkut kesulitan melintas.

Warga pun melayangkan kritik keras kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin. Menurut mereka, sudah saatnya instansi tersebut lebih banyak bekerja di lapangan daripada sekadar menerima laporan administratif.

“Kalau hanya duduk di kantor menerima laporan, persoalan di lapangan tidak akan pernah selesai. Kami berharap DLH jangan hanya pandai menerima laporan di balik meja. Datanglah melihat sendiri bagaimana kondisi masyarakat yang setiap hari harus hidup berdampingan dengan bau, lalat, dan sekarang jalan yang tertutup sampah,” ujar warga.

Masyarakat juga mengaku memperoleh informasi bahwa alat berat yang berada di lokasi TPA tidak dapat beroperasi secara optimal karena terkendala bahan bakar. Jika informasi tersebut benar, mereka menilai kondisi itu tidak semestinya dijadikan alasan hingga pelayanan publik terganggu.

BACA JUGA :  SUARA UTAMA Buka Rekrutmen Redaksi Nasional dan Internasional, Siapkan Jurnalis Profesional Berintegritas

“Kalau benar alat berat tidak bekerja hanya karena alasan minyak, tentu ini sangat memprihatinkan. Persoalan sampah menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Jangan sampai pelayanan publik lumpuh hanya karena persoalan yang seharusnya bisa diantisipasi,” kata warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, TPA Desa Langling telah beroperasi sejak sekitar tahun 1997. Namun warga menilai kondisi pengelolaan mulai mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan TPA agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Masyarakat juga mempertanyakan alasan mengapa tumpukan sampah dapat berada hingga menutupi badan jalan yang merupakan akses masyarakat. Menurut mereka, kondisi tersebut mencerminkan perlunya penataan yang lebih baik agar aktivitas warga tidak menjadi korban.

“Ini jalan yang dibangun pemerintah dan digunakan masyarakat menuju kebun. Walaupun bukan jalan utama kota, tetap ini fasilitas umum. Sangat disayangkan apabila sampai tertutup tumpukan sampah. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi apabila pengelolaan dilakukan dengan baik,” tegas seorang warga.

Selain kerugian ekonomi, warga RT 02 yang bermukim di sekitar TPA juga mengaku terus dihantui persoalan kesehatan lingkungan akibat aroma menyengat, meningkatnya populasi lalat, hingga kekhawatiran terhadap pencemaran lingkungan apabila kondisi tersebut terus dibiarkan.

Warga berharap Bupati Merangin bersama Dinas Lingkungan Hidup segera turun langsung ke lokasi, melakukan penataan menggunakan alat berat, membuka kembali akses jalan masyarakat, serta mengevaluasi sistem pengelolaan TPA secara menyeluruh.

BACA JUGA :  SMSI Anugerahkan Penghargaan Kepada 16 Tokoh Nasional Dan Daerah Yang Peduli Kemerdekaan Pers

Masyarakat juga menyampaikan sindiran keras kepada pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan TPA. Menurut mereka, pelayanan publik tidak boleh berhenti hanya karena alasan teknis. Keberadaan TPA semestinya dikelola secara profesional agar tidak berubah menjadi sumber persoalan baru bagi masyarakat.

“Kalau masyarakat yang menunggak pajak atau melanggar aturan bisa langsung ditindak, maka sudah seharusnya pemerintah juga cepat bertindak ketika pelayanan kepada masyarakat terganggu. Jangan sampai TPA yang dibangun dengan anggaran negara justru menjadi simbol lemahnya pengelolaan lingkungan. Jangan tunggu viral, jangan tunggu konflik, baru bergerak. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji,” pungkas warga.

Sementara itu, Bupati Merangin, H. M. Syukur, SH, MH, saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp terkait keluhan masyarakat tersebut memberikan respons singkat dengan menyatakan, “Saya telepon Kadis LH-nya.”

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Sarfani, saat dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan, “Nanti kita sampaikan sama UPTD TPA.”

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih berharap adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Merangin untuk segera menangani persoalan tersebut agar akses jalan kembali normal dan aktivitas warga tidak lagi terganggu oleh tumpukan sampah.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME
Ahmad Fahmi Suarakan Aspirasi Petani Sawit, Menteri Pertanian Langsung Respons Keluhan PKS Nakal
SUARA UTAMA Buka Rekrutmen Redaksi Nasional dan Internasional, Siapkan Jurnalis Profesional Berintegritas
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Merangin Teguhkan Komitmen Wujudkan Polri Presisi untuk Masyarakat
Dukung Validitas Data Pemilih, Lapas Bangko Hadiri Rapat Pleno Terbuka KPU Merangin
Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Wabup A. Khafidh Apresiasi Kinerja Polres Merangin
Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Berau Melalui polsek teluk bayur. Resmikan Bedah Rumah untuk Warga Teluk Bayur
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:33 WIB

RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:37 WIB

Ahmad Fahmi Suarakan Aspirasi Petani Sawit, Menteri Pertanian Langsung Respons Keluhan PKS Nakal

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:05 WIB

SUARA UTAMA Buka Rekrutmen Redaksi Nasional dan Internasional, Siapkan Jurnalis Profesional Berintegritas

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:18 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Merangin Teguhkan Komitmen Wujudkan Polri Presisi untuk Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:56 WIB

Dukung Validitas Data Pemilih, Lapas Bangko Hadiri Rapat Pleno Terbuka KPU Merangin

Berita Terbaru

Berita Utama

RSUD Jaraga Sasameh Verifikasi Data Rujukan Ditengah Transisi RME

Kamis, 2 Jul 2026 - 00:33 WIB