SUARAUTAMA.Dogiyai- Seorang pelajar SMA bernama Nopison Tebay (21) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat kepolisian di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 08.45 WIT.
Peristiwa penembakan terjadi di sekitar lapangan bola samping Kantor Distrik Dogiyai, lokasi berlangsungnya turnamen olahraga antar pemuda yang sedang digelar bersama masyarakat sebagai bagian dari kegiatan pencarian dana kampung.
Korban diketahui merupakan pelajar kelas XI jurusan IPS di SMAN 2 Dogiyai dan lahir pada tahun 2005.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nopison Tebai itu umurnya 21 tahun. Dia pelajar SMAN 2 Dogiyai. Dia anak murid saya, kelas XI jurusan IPS, jadi saya tahu berdasarkan data sekolah,” kata Benny Goo kepada media SUARAUTAMA.ID melalui sambungan WhatssApp.
Warga menyebut situasi memanas ketika aparat kepolisian datang ke lokasi sambil membawa senjata. Sejumlah pemuda kemudian berusaha melarikan diri. Dalam kondisi tersebut, korban dilaporkan terkena tembakan dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Dogiyai maupun Polda Papua Tengah terkait kronologi dan penyebab penembakan tersebut.
Pasca-kejadian, situasi keamanan di Kampung Dogimani dilaporkan sempat memanas dan meluas ke sejumlah wilayah sekitar. Warga meminta dilakukan investigasi independen dan transparan guna mengungkap peristiwa tersebut serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil.
Laporan ini masih bersifat awal dan memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat keamanan, tenaga medis, pemerintah daerah, dan saksi-saksi lainnya.











