Pelajar SMA di Dogiyai Dilaporkan Tewas Ditembak, Warga Minta Investigasi Independen

- Publisher

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA.Dogiyai- Seorang pelajar SMA bernama Nopison Tebay (21) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat kepolisian di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 08.45 WIT.

Peristiwa penembakan terjadi di sekitar lapangan bola samping Kantor Distrik Dogiyai, lokasi berlangsungnya turnamen olahraga antar pemuda yang sedang digelar bersama masyarakat sebagai bagian dari kegiatan pencarian dana kampung.

BACA JUGA :  Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Menyambangi lokasi Pasca Longsor Susulan. Ditumbit Melayu, kecamatan Teluk bayur.

Korban diketahui merupakan pelajar kelas XI jurusan IPS di SMAN 2 Dogiyai dan lahir pada tahun 2005.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nopison Tebai itu umurnya 21 tahun. Dia pelajar SMAN 2 Dogiyai. Dia anak murid saya, kelas XI jurusan IPS, jadi saya tahu berdasarkan data sekolah,” kata Benny Goo kepada media SUARAUTAMA.ID melalui sambungan WhatssApp.

BACA JUGA :  Longsor Mengancam. Perusahan Dan Pemerintah Hanya Diam, Kampung Tumbit Dayak di Lingkar Tambang Menanti Kepedulian

Warga menyebut situasi memanas ketika aparat kepolisian datang ke lokasi sambil membawa senjata. Sejumlah pemuda kemudian berusaha melarikan diri. Dalam kondisi tersebut, korban dilaporkan terkena tembakan dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Dogiyai maupun Polda Papua Tengah terkait kronologi dan penyebab penembakan tersebut.

BACA JUGA :  Berau Cerdas dipastikan tetap berjalan meski Pemerintah Kabupaten Berau tengah menghadapi efisiensi anggaran.

Pasca-kejadian, situasi keamanan di Kampung Dogimani dilaporkan sempat memanas dan meluas ke sejumlah wilayah sekitar. Warga meminta dilakukan investigasi independen dan transparan guna mengungkap peristiwa tersebut serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil.

Laporan ini masih bersifat awal dan memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat keamanan, tenaga medis, pemerintah daerah, dan saksi-saksi lainnya.

Berita Terkait

Progam PRONA 2010 dan PTSL 2018 Desa Gading Kulon, Diduga Merugikan Negara, Masyarakat dan Ahli Waris Hingga Ratusan Juta Rupiah 
Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling
Polda Sulsel Gelar Ziarah Rombongan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Bhayangkara Ke-80
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba
Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:37 WIB

Progam PRONA 2010 dan PTSL 2018 Desa Gading Kulon, Diduga Merugikan Negara, Masyarakat dan Ahli Waris Hingga Ratusan Juta Rupiah 

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:11 WIB

Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:41 WIB

Polda Sulsel Gelar Ziarah Rombongan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Bhayangkara Ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:43 WIB

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Berita Terbaru