Restorasi Pesisir dan Green School: Emil Salim Institute Perkuat Dua Pilar Ekologi di Karawang

- Publisher

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Usai tinjau kerusakan Pantai di Cemarajaya, kolaborasi bersama GIS Peduli meluas ke Program

Usai tinjau kerusakan Pantai di Cemarajaya, kolaborasi bersama GIS Peduli meluas ke Program "Green School" berbasis Pesantren bersama Ponpes GIC (Wahyu Widodo/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Karawang – Komitmen terhadap ekologi tidak hanya dibangun di garis pantai yang terkikis, tetapi juga dimulai dari bangku sekolah melalui program Green School.

Setelah meninjau kerusakan parah akibat abrasi di Desa Cemarajaya, tim Emil Salim Institute dan GIS Peduli langsung bergerak mengunjungi Pondok Pesantren Gema Insan Cendekia (GIC) di Karawang pada hari yang sama, Selasa (10/12/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian kedua dari agenda kerja mereka: merancang strategi pendidikan lingkungan untuk generasi muda melalui program “Green School”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Pantai ke Pesantren: Merajut Strategi Lingkungan Holistik

Perpindahan lokasi dari pesisir yang muram ke dinamika pesantren yang penuh semangat menandai sebuah pendekatan baru.

Jika di Cemarajaya fokusnya adalah restorasi fisik melalui penanaman mangrove, di GIC konsentrasinya adalah restorasi mindset melalui pendidikan lingkungan berkelanjutan.

Pesantren Gema Insan Cendekia, sebagai Pesantren ekologi yang telah menjadi mitra utama GIS Peduli dalam mengimplementasikan program Green School di Karawang.

BACA JUGA :  Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

“Pada hakikatnya mengajarkan kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan hidup adalah buah dari pendidikan karakter,” ungkap Rahma Dian Lestari selaku ketua Yayasan Pendidikan Gema Insan Cendekia.

Program Green School sendiri dirancang sebagai kurikulum tambahan yang komprehensif, menyasar seluruh jenjang pendidikan sebagai pengembangan dari program Kulkas sehat GIC dan Wonderland GIC yang sebelumnya telah berjalan.

Aktivitasnya tidak sekadar teoritis, meliputi aksi pengenalan siswa bertanam dengan konsep urban farming dan integrated farming. Edukasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik.

Menyaksikan keseriusan dan struktur program yang sudah berjalan, Ibu Amalia Salim dari Emil Salim Institute menyampaikan dukungan yang konkret dan terukur.

“Insya Allah, Emil Salim Institute siap membantu program ekologi yang dijalankan GIC. Komitmen kami tidak setengah-setengah,” ujarnya di hadapan pengurus GIC dan GIS Peduli.

“Kami akan mengirimkan trainer ahli sekaligus mendidik calon-calon mentor lingkungan lokal di sini melalui program Training of Trainers (ToT),” lanjutnya.

BACA JUGA :  Pengadaan Mamin 2025 Didominasi Eny Centring Sekira 703 Aitem, Ketua DPC Brigkom TKN Probolinggo Geram 

Dukungan ini merupakan nilai tambah strategis. Program ToT dirancang untuk menciptakan multiplier effect, di mana pengetahuan dari para ahli tidak berhenti pada satu angkatan peserta didik, tetapi akan diteruskan oleh mentor-mentor lokal GIC kepada ribuan pelajar lainnya di Karawang.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun kapasitas masyarakat dari dalam.

Menyelami Kemandirian: Kunjungan ke LPK Amaterasu GIC

Sebagai bagian dari kunjungan, tim diajak berkeliling ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Amaterasu yang dikelola oleh GIC.

Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana pesantren modern ini tidak hanya mencetak generasi religius dan cendekia, tetapi juga generasi yang terampil dan mandiri.

Sinergi antara pendidikan lingkungan (Green School) dan pelatihan keterampilan di LPK membuka peluang besar untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya sadar ekologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan lapangan kerja hijau.

BACA JUGA :  Wali Kota Pangkalpinang Lepas 291 Calon Jemaah Haji di Masjid Agung Kubah Timah

Sebuah Strategi Biru (Restorasi Pesisir) dan Hijau (Green School) untuk Karawang

Kolaborasi sehari ini membuktikan bahwa upaya penyelamatan lingkungan di Karawang sedang digarap dengan strategi dua kaki.

Kaki pertama (biru) di pesisir Cemarajaya untuk mengatasi dampak krisis yang sudah terjadi, dan kaki kedua (hijau) di dunia pendidikan melalui GIC untuk mencegah krisis di masa depan.

“Apa yang kita lihat hari ini adalah sebuah rangkaian yang saling terhubung. Memperbaiki kerusakan di pantai dan sekaligus menanamkan nilai-nilai pelestarian sejak dini di sekolah. Ini adalah cara berpikir sistemik,” tutup Harsono, CEO GIS Peduli.

Dengan pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir—dari kelas pesantren hingga garis pantai—Emil Salim Institute dan GIS Peduli bukan hanya menjawab tantangan lingkungan Karawang hari ini, tetapi sedang membajak tanah untuk menumbuhkan ketahanan ekologisnya di masa depan.

Penulis : Wahyu Widodo

Editor : Nurana Prasari

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

ATR/BPN Kabupaten Probolinggo di Minta Bertanggung Jawab, Berpotensi Dikenakan Sanksi Administratif Hingga Pidana
Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Polres Barsel Ziarah ke TMP Abdi Kencana: Komitmen Lanjutkan Pengabdian Pahlawan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:44 WIB

ATR/BPN Kabupaten Probolinggo di Minta Bertanggung Jawab, Berpotensi Dikenakan Sanksi Administratif Hingga Pidana

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:11 WIB

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:43 WIB

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB