Diduga Dibacking Orang Kuat, PETI Milik Eng di Sungai Putih Melenggang Bebas Tak Tersentuh Hukum

- Publisher

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang menggunakan alat berat jenis ekskavator di Desa Sungai Putih, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, kembali menjadi sorotan publik. Kegiatan yang diduga milik seorang pria berinisial Eng tersebut disebut warga seolah-olah “kebal hukum” karena tetap berjalan bebas tanpa hambatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, aktivitas PETI di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Seorang warga setempat, WS, menjelaskan bahwa lokasi tambang ilegal itu dikenal luas sebagai milik Eng.

“Semua orang di sini tahu itu lokasi milik Eng. Dari cerita yang beredar, aktivitas itu diduga ada backing kuat dari oknum tertentu. Itu sebabnya alat berat bisa bekerja siang malam tanpa takut razia,” ujar WS

Sejumlah warga lain yang ditemui juga mempertanyakan siapa pihak yang berada di belakang kegiatan tambang emas ilegal tersebut. Mereka menilai mustahil sebuah operasi besar yang menggunakan alat berat bisa berlangsung lama tanpa adanya perlindungan dari pihak tertentu.

“Kalau tidak ada orang kuat di belakangnya, mana mungkin ekskavator bisa keluar masuk seenaknya? Kami bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang melindungi aktivitas ini?” ungkap salah satu warga, yang meminta namanya dirahasiakan.

BACA JUGA :  Buruh Tambang Keluhkan Hari Libur Nasional Dihilangkan, Tetap Masuk Kerja Namun Dibayar Hari Biasa

“Kami masyarakat hanya bisa melihat. Yang menambang untung, tapi kami yang akan kena dampak bencananya,” tambah warga lainnya.

Warga juga menyoroti sikap aparat penegak hukum yang dinilai belum mengambil langkah tegas, meski lokasi aktivitas PETI sangat mudah dijangkau dan terbuka untuk diawasi.

“Aparat seolah-olah tutup mata. Padahal lokasinya dekat dari jalan dan dekat dari permukiman,” keluh tokoh masyarakat setempat.

Selain dugaan adanya backing kuat, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas PETI tersebut. Penambangan emas menggunakan alat berat berpotensi merusak tanah, mencemari aliran sungai, serta memicu bencana seperti longsor dan banjir bandang.

BACA JUGA :  Hantavirus Masuk Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dan 3 Orang Dilaporkan Meninggal

“Kalau alat berat sudah merusak struktur tanah dan sungai, risikonya besar. Lingkungan rusak, hutan habis, sungai keruh, dan bisa memicu bencana. Tapi herannya, sampai sekarang belum ada tindakan tegas,” ujar warga lainnya mengkritik.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menindak penambangan ilegal, mengingat dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan warga sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya meminta tanggapan dari pihak terkait, termasuk aparat kepolisian dan pihak yang disebut warga dalam informasi tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih
PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!
Polres Gowa Laksanakan Simulasi Sispam Mako untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Bapelkum Bitung Tingkatkan Kompetensi ASN Hadapi Tantangan Informasi Digital
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:12 WIB

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:07 WIB

Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:04 WIB

Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB