Profesi Wartawan Akan Dipertanggungjawabkan di Akhirat atas Kebenaran Tulisannya

- Publisher

Rabu, 8 Oktober 2025 - 12:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO : Mas Andre Hariyanto seorang Jurnalis Muda, Trainer Lembaga Pelatihan AR Learning Center dan Penulis Buku Mutiara Hikmah (Dok. Pribadi/SUARA UTAMA)

FOTO : Mas Andre Hariyanto seorang Jurnalis Muda, Trainer Lembaga Pelatihan AR Learning Center dan Penulis Buku Mutiara Hikmah (Dok. Pribadi/SUARA UTAMA)

Oleh: Mas Andre Hariyanto, Pimpinan Jurnalis & Wartawan Media Nasional Suara Utama, Dapur Pena dan Ini Kabar

SUARA UTAMA – Menjadi wartawan bukan sekadar pekerjaan mencari berita atau menulis laporan untuk memenuhi halaman media. Profesi wartawan sejatinya adalah amanah besar – sebuah tanggung jawab moral, sosial, bahkan spiritual. Karena di balik setiap kata yang tertulis, ada konsekuensi yang tidak hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah di akhirat kelak.

Lowongan Jurnalis Suara Utama: Ayo Daftar Sekarang!
Lowongan Jurnalis Suara Utama: Ayo Daftar Sekarang!

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra’: 36)

Ayat ini menjadi pengingat kuat bagi siapa pun yang berprofesi sebagai penyampai informasi, khususnya wartawan. Setiap berita yang ditulis, setiap kata yang dipublikasikan, akan ditanya: Apakah itu benar? Apakah itu menimbulkan kebaikan atau justru fitnah?

Tugas Mulia, Tapi Penuh Ujian

Wartawan sejatinya adalah “penjaga kebenaran” dan “penyampai nurani masyarakat.” Namun di era digital yang serba cepat dan penuh informasi hoaks, godaan untuk menulis tanpa verifikasi, membuat judul bombastis, atau menyebarkan berita demi klik dan popularitas sangat besar.

Padahal Rasulullah SAW telah memperingatkan:

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang didengarnya.” (HR. Muslim)

Artinya, seorang wartawan sejati tidak boleh asal menulis, apalagi menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Setiap informasi harus diuji, ditelusuri sumbernya, dan disampaikan dengan niat tulus untuk menegakkan kebenaran.

Tinta Wartawan Adalah Amanah

Tinta seorang wartawan bisa menjadi pahala yang mengalir, tetapi bisa pula menjadi dosa yang berat. Ketika tulisannya menyebarkan kebenaran, menenangkan masyarakat, atau menegakkan keadilan – maka setiap huruf akan menjadi saksi amal kebaikan.

Namun jika tulisannya menimbulkan fitnah, kebencian, dan kebohongan, maka tinta itu bisa menjadi “racun sosial” yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Karena itu, wartawan bukan sekadar pekerja pena, tetapi juga pejuang nilai. Dalam dunia yang penuh manipulasi, wartawan harus berani menjadi pembawa cahaya – bukan bara api perpecahan.

BACA JUGA :  Kembali Raih Prestasi Nasional, Dinkes Kampar Sempurnakan 100% seluruh Indikator BIK 2026

Integritas dan Niat yang Lurus

Setiap wartawan perlu selalu memperbarui niatnya. Menulis bukan semata karena profesi, tapi karena ibadah. Integritas adalah kunci utama — menulis dengan hati nurani, bukan atas tekanan, bukan karena imbalan, tetapi karena tanggung jawab moral dan iman.

Sebuah tulisan mungkin hanya dibaca sesaat oleh manusia, tetapi tercatat abadi oleh malaikat. Maka berhati-hatilah dengan apa yang ditulis dan disiarkan. Karena pena wartawan adalah saksi yang kelak berbicara di hari pengadilan akhirat.

Profesi wartawan memang berat, namun sangat mulia bila dijalankan dengan kejujuran dan ketulusan. Dunia membutuhkan wartawan yang tidak hanya cerdas, tapi juga beriman; tidak hanya berani, tapi juga berakhlak.

Semoga para wartawan, termasuk penulis, senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga kebenaran tulisan, menjunjung etika, dan bertanggung jawab di hadapan Allah SWT atas setiap kata yang diabadikan.

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Aisyah Putri Widodo

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026
Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!
Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk
Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Pemimpin Redaksi Suara Utama, Andre Hariyanto Soroti Dugaan Penyadapan Presiden hingga Media
Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan, Kasus Dugaan Penyadapan Jadi Sorotan
Hilirisasi Paten di Indonesia Masih di Bawah 5 Persen, Kemenkum Gelar Forum Bisnis Pertama
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 03:21 WIB

Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!

Jumat, 6 November 2026 - 07:17 WIB

Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II

Rabu, 4 November 2026 - 20:29 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama, Andre Hariyanto Soroti Dugaan Penyadapan Presiden hingga Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp