Oknum Pejabat Disperindag Dikecam, GPM Halsel : DPRD dan Bupati Harus Ambil Langkah Tegas

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautama.id | Halmahera Selatan — Dugaan praktik kotor dalam distribusi minyak tanah bersubsidi kembali mencuat di Halmahera Selatan. Sorotan kali ini mengarah pada oknum pejabat Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Halsel yang disebut-sebut terlibat langsung dalam permainan BBM bersubsidi.

Informasi dari warga Desa Nondang menyebutkan, harga minyak tanah di lapangan jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 6.000 per liter. Warga mengaku harus membeli di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per liter dari pasokan yang diduga sengaja diputar oleh oknum pemilik pangkalan.

“Minyak dari Indari dibawa pakai mobil bodi besar warna kuning. Pas sampai ke kami, harganya sudah naik. Padahal jelas HET hanya enam ribu,” ungkap seorang warga yang enggan namanya ditulis.

file 00000000535461f8993dfade2cec745a Oknum Pejabat Disperindag Dikecam, GPM Halsel : DPRD dan Bupati Harus Ambil Langkah Tegas Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Ilustrasi

Lebih mengejutkan, pangkalan tersebut diduga kuat dimiliki salah satu Kabid Perdagangan Diskoperindag Halsel berinisial NK. Untuk menghindari sorotan publik, pengelolaannya disebut dipercayakan kepada dua ponakannya.

“Pemilik sebenarnya itu Kabid NK. Tapi dia kasih kelola dua ponakannya yang tinggal di Bala-Bala dan Indari. Dorang main tutup-tutupi, padahal ini barang subsidi,” beber sumber lainnya.

Praktik serupa juga diduga terjadi di beberapa pangkalan di Kota Labuha. Sejumlah pemilik pangkalan mengaku kerap diminta “jatah minyak” untuk disetorkan kepada NK setiap kali mereka beroperasi.

BACA JUGA :  Syawalan PWRI DIY: Diskusi Gayeng 2024

Menyikapi hal ini, Ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Halsel, Harmain Rusli, mendesak Bupati Bassam Kasuba agar segera bertindak.

“Kami minta Bupati Halsel tidak tinggal diam. Evaluasi pejabat Diskoperindag, terutama Kabid yang diduga ikut bermain. Jangan sampai pejabat yang seharusnya mengawasi malah ikut menjadi mafia. Kalau praktik busuk ini dibiarkan, rakyat kecil yang paling dirugikan,” tegas Harmain.

Ia juga menyoroti peran DPRD Halsel yang dinilai tidak boleh pasif dalam mengawasi jalannya distribusi BBM bersubsidi.

“DPRD jangan tutup mata. Laksanakan fungsi pengawasan dengan serius. Kalau perlu, panggil pejabat terkait untuk rapat dengar pendapat. Kami akan terus mengawal kasus ini dan siap turun aksi bila pemerintah daerah lamban bergerak,” tandasnya.

Harmain menekankan, minyak tanah bersubsidi adalah hak rakyat kecil yang harus dikelola secara adil, transparan, dan sesuai aturan. Dugaan keterlibatan pejabat Diskoperindag, kata dia, adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik.

“Kalau pejabat daerah saja ikut bermain, lalu siapa lagi yang bisa dipercaya? Bupati dan DPRD wajib turun tangan. Bila perlu, copot pejabat yang terbukti bermain di balik distribusi,” tegasnya menutup pernyataan.

Penulis : Rafsanjani M.utu

Editor : Admin Suarautama.id

Sumber Berita : Wawancara

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru