Andreas Hugo Pareira Desak Polres Nagekeo Usut Tuntas Kematian Aktivis Vian Ruma

- Publisher

Sabtu, 20 September 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Andreas Hugo Pareira, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI mendesak Polres Nagekeo usut tuntas kasus kematian aktivis Vian Ruma.
Andreas Hugo Pareira, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, saat menyampaikan desakan kepada Kapolres Nagekeo agar mengusut tuntas kematian Vian Ruma.20/9/2025

SUARA UTAMA,

Nagekeo, 20 September 2025 — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, angkat suara terkait kematian tragis Vian Ruma, aktivis muda yang dikenal vokal menolak proyek geotermal di Kabupaten Nagekeo. Andreas mendesak Kapolres Nagekeo beserta jajarannya untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.

“Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kepolisian harus bekerja profesional agar tidak menimbulkan berbagai tafsir yang bisa memicu salah pengertian di tengah masyarakat,” tegas Andreas dalam keterangannya, Sabtu (20/9).

Ia menilai kematian Vian Ruma bukan sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Oleh karena itu, langkah cepat dan terbuka dari aparat sangat dibutuhkan untuk menjawab keresahan masyarakat.

BACA JUGA :  Jalan Tambal Sulam di Jalur Trans-Sulawesi Pangkep–Barru Disorot, Warga Pertanyakan Penggunaan Anggaran

“Dengan pengusutan yang serius, kita bisa menghindari interpretasi yang keliru dan mencegah munculnya misinformasi. Keluarga korban dan publik berhak atas keadilan dan kejelasan,” lanjutnya.

Selain itu, Andreas juga mengingatkan semua pihak untuk tetap tenang dan mengawal proses hukum dengan baik. Ia menekankan agar penyelidikan tidak hanya berhenti pada permukaan, melainkan benar-benar menyingkap fakta yang sebenarnya.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Tangkap 176 Tersangka dalam Pengungkapan 148 Kasus 3C

Kasus kematian Vian Ruma sendiri masih menjadi sorotan publik di Nagekeo. Banyak pihak menduga ada kaitan erat dengan aktivitasnya menolak proyek geotermal. Desakan agar kepolisian segera memberikan keterangan resmi terus menguat, baik dari masyarakat sipil maupun kalangan politisi.

Penulis : SEVERINUS JE

Sumber Berita: SUARA UTAMA

Berita Terkait

Pemberitahuan STOP PRESS Media Suara Utama Atas Nama Fajar Ahmad Wahyuddin
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027
Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Pemberitahuan STOP PRESS Media Suara Utama Atas Nama Fajar Ahmad Wahyuddin

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:43 WIB

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB