Optimisme Adalah Daya Saing

- Publisher

Sabtu, 31 Mei 2025 - 17:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Petambak Dipasena Lampung Panen Udang Vannamei (31/5) SUARAUTAMA.ID

Petambak Dipasena Lampung Panen Udang Vannamei (31/5) SUARAUTAMA.ID

SUARA UTAMA- Bayangkan Anda tamu penting yang datang ke sebuah daerah. Yang disuguhkan bukan potensi, tapi kemiskinan. Derita. Keluhan. Apakah Anda tertarik membangun kerja sama?

Dalam banyak forum, kita sering mendengar kritik terhadap pejabat atau tokoh masyarakat yang menampilkan sisi keberhasilan daerahnya saat menyambut tamu—baik pejabat tinggi maupun calon investor.

Kolam-kolam udang, sawah menghijau, panen kebun yang melimpah, dan senyum warga penuh harapan sering menjadi pemandangan yang disuguhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu muncul suara sinis: “Itu cuma hiasan. Faktanya masih banyak yang hidup dalam kesulitan.”

Kritik seperti itu tentu tidak sepenuhnya keliru. Namun mari kita bertanya lebih dalam:

Saat ingin menarik perhatian dan membangun kepercayaan, apakah kita sebaiknya menjual derita? Atau menunjukkan peluang?

Menjual optimisme bukan berarti memoles kenyataan. Bukan menutupi kesusahan. Justru sebaliknya—ia adalah strategi cerdas untuk membangun harapan, membangkitkan kepercayaan, dan mengundang partisipasi yang bermakna.

Optimisme menunjukkan bahwa di balik tantangan, ada daya hidup. Ada potensi. Dan ketika itu ditampilkan dengan jujur dan bijak, kerja sama bisa dibangun di atas dasar kesetaraan—bukan karena rasa iba.

Kita ingin dikenal bukan sebagai wilayah yang meminta-minta, tapi sebagai tanah yang mengandung semangat juang dan daya saing.

BACA JUGA :  Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Sebaliknya, mentalitas menjual kemiskinan justru sering menjatuhkan kita ke posisi inferior. Kita jadi hanya penerima belas kasih.

Bantuan yang lahir dari rasa iba biasanya bersifat jangka pendek, tanpa keberlanjutan. Sementara optimisme membuka jalan menuju kolaborasi yang lebih kokoh dan saling menguntungkan.

Kolam tambak yang panen, sawah yang menghijau, kebun yang produktif—itu bukan pencitraan. Itu bukti bahwa tanah ini subur dan rakyatnya punya tekad. Maka tugas kita adalah menjadikan keberhasilan itu sebagai cermin bagi yang belum berhasil, bukan sebagai topeng yang menutup-nutupi kenyataan.

BACA JUGA :  Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo

Bahkan, menampilkan keberhasilan bisa menjadi jembatan empati: “Ini loh, kalau kita kerja sama, hasilnya bisa seperti ini.”

Kuncinya adalah keseimbangan. Tampilkan keberhasilan sebagai daya tarik, sambil menyusun rencana yang konkret untuk memberdayakan mereka yang masih tertinggal. Dengan begitu, kita membentuk narasi: bahwa daerah ini tidak sekadar butuh ditolong, tetapi layak diajak maju bersama.

Optimisme bukan topeng. Ia adalah bahan bakar. Berhentilah menjual kemiskinan. Mari jual harapan, kerja keras, dan semangat bangkit.

Sebab dari situlah martabat kita tumbuh, dan masa depan yang lebih baik bisa dimulai—dengan kepala tegak, bukan tangan yang menengadah.

 

Penulis : Nafian Faiz, Jurnalis pernah menjadi Kepala Desa 2 Preode, akitivis sosial tinggal di Lampung.

Berita Terkait

Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 
Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers
Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Pemimpin Redaksi Suara Utama, Andre Hariyanto Soroti Dugaan Penyadapan Presiden hingga Media
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Berita ini 196 kali dibaca
Menjual optimisme bukan berarti memoles kenyataan. Bukan menutupi kesusahan. Justru sebaliknya—ia adalah strategi cerdas untuk membangun harapan, membangkitkan kepercayaan, dan mengundang partisipasi yang bermakna.

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 09:51 WIB

Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp