Gawi Nyambai Bujenong Jakhu Makhga Prosesi Penobatan Tokoh Adat Lampung Keratuan Darah Putih

Kamis, 15 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses

Proses "Ngarak" mengarak keliling calon Pewaris Tahta Karatuan Darah Putih (SUARAUTAMA.ID)

SUARA UTAMA, Lampung Selatan- Di tengah sejuknya udara dan rindangnya pepohonan Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, sebuah peristiwa langka yang sarat makna berlangsung khidmat.

Prosesi adat penobatan pemimpin Keratuan Darah Putih-sebuah garis keturunan tua yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Lampung, bahkan memiliki ikatan darah dengan Pahlawan Nasional Raden Intan II- kembali digelar setelah lebih dari dua dekade berlalu, menghadirkan denyut sejarah yang kembali hidup dalam balutan budaya leluhur.

Puncak perhelatan Gawi Nyambai Bujenong Jakhu Makhga berlangsung pada Rabu (14/5/2025), disaksikan ratusan masyarakat dari Kalianda dan sekitarnya.

Hadir pula para tokoh adat serta jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar. Semua menyatu dalam suasana sakral yang menyelimuti Lamban Balak—rumah adat kebanggaan warga Kuripan Penengahan.

Hari itu, Lamban Balak menjadi saksi sejarah penobatan Gusti Putra Aji sebagai Raden Imba Kesuma Ratu V, penerus tahta adat Keratuan Darah Putih. Bersamaan itu, Wulan Rezky Amalya dikukuhkan sebagai Khatu Khunjungan.

Keduanya bukan hanya mengikat janji suci sebagai suami istri, tetapi juga menerima amanah sebagai penjaga nilai-nilai adat dan budaya Lampung.

Prosesi ini merupakan peristiwa bersejarah yang terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1998. Kini, di hadapan generasi muda yang belum pernah menyaksikan warisan leluhur secara langsung, adat yang hampir senyap itu kembali menggema dengan penuh wibawa.

Rangkaian Gawi Adat telah dimulai sejak Rabu (7/5), dengan tahapan awal Ngitai Maju—masa persiapan batin dan adat keluarga besar. Hari demi hari dilalui dengan ketekunan dan ketelitian, hingga tiba pada prosesi puncak Nyecup, ketika Dalom Kesuma Ratu secara resmi menyerahkan gelar kehormatan kepada putra sulungnya.

Usai penobatan, doa adat dipanjatkan, dipimpin oleh Penghulu Desa Kuripan. Suasana yang semula tenang berubah menjadi haru saat satu per satu tokoh adat dan tamu undangan menyampaikan ucapan selamat—sebuah penghormatan atas kelahiran kembali simbol pemersatu adat.

BACA JUGA :  Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban

Sohari (55), tokoh adat yang menyandang gelar Raden Mas, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya.

“Ini bukan sekadar upacara. Ini adalah pengukuhan jati diri. Ketika seorang anak dianggap siap, ia harus ‘diturunkan’ menurut adat. Di sinilah nilai, warisan, dan penghormatan terhadap leluhur hidup kembali,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku terakhir kali menyaksikan prosesi semacam ini pada tahun 1998.

“Tahun depan belum tentu saya masih bisa melihat ini. Maka hari ini, saya ingin menikmati setiap detiknya sepenuh hati,” katanya lirih.

FB IMG 1747273193838 Gawi Nyambai Bujenong Jakhu Makhga Prosesi Penobatan Tokoh Adat Lampung Keratuan Darah Putih Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Prosesi Penobatan Gusti Putra Aji, sebagai Raden Imba Kesuma Ratu V, penerus tahta adat Keratuan Darah Putih. Di saat yang sama, Wulan Rezky Amalya, dikukuhkan sebagai Khatu Khunjungan.(SUARAUTAMA.ID)

Yulyana (45), warga Penengahan yang kini merantau di Bandar Lampung, turut hadir bersama beberapa anggota keluarga.

“Dengan dua mobil, kami dari Bandar Lampung sudah tiba sejak Selasa malam,” tuturnya.

Menurutnya, mereka adalah warga asli Penengahan yang ingin menunjukkan cinta dan penghormatan kepada pemimpin adat serta budaya Lampung.

“Saya sempat gemetar saat tabuhan gamolan mengiringi prosesi. Rasanya seperti dipanggil pulang oleh suara leluhur,” ucapnya terharu.

“Tadinya saya ingin mengajak anak gadis saya agar ia tahu adat istiadat dan budaya leluhur—apalagi ada acara khusus untuk Muli Makhanai (Bujang-Gadis). Tapi sayang, dia harus masuk kuliah.” Tutup Yulyana.

Pihak keluarga besar Keratuan Darah Putih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua tamu yang telah hadir, mendoakan, dan menjadi bagian dari upaya menjaga marwah budaya Lampung.

Di tengah zaman yang bergerak serba cepat dan instan, Gawi Nyambai mengajarkan kita untuk melambat sejenak, menoleh ke belakang, dan menghormati akar-akar budaya yang membentuk jati diri. Sebab tanpa akar, pohon kehidupan akan rapuh. Dan tanpa tradisi, masa depan kehilangan ruhnya.

Penulis : Nafian Faiz

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru