Oknum Preman Inisial PG Tantang Hukum, Tolak Mentah-Mentah Upaya Mediasi Polres Nias

- Publisher

Rabu, 16 April 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautama.id, Gunungsitoli – Polres Nias dibuat tercengang oleh arogansi seorang oknum yang diduga sebagai pelaku premanisme berkedok Organisasi Masyarakat (Ormas). Pria berambut gondrong dengan inisial PG ini tak hanya mengantongi tiga laporan pengaduan di Polres Nias, namun juga secara terang-terangan menolak mentah-mentah upaya mediasi yang telah diinisiasi oleh pihak polres Nias melalui kasat reskrim AKP Adlersen Lambas Parto, SH, MH hari ini, Rabu (16/04/25).

Bak seorang pendekar jalanan yang kebal hukum, PG bersama salah seorang rekannya inisial AT yang diketahui adalah seorang pengusaha telur di kota gunungsitoli menunjukkan gestur tak menghargai saat Kasat Reskrim Polres Nias turun langsung memimpin upaya duduk bersama antara dirinya dan pihak pelapor. Di hadapan awak media yang meliput jalannya mediasi, PG dengan pongahnya bersikeras untuk melanjutkan laporannya dan menuntut proses hukum ditegakkan sesuai keinginannya.

BACA JUGA :  Kelangkaan Pertalite dan Solar di Banjar Kalsel, Berlanjut

Sebelumnya, tensi memang telah memanas dengan adanya saling lapor antara oknum inisial PG dan Pengurus Fokus Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN). Oknum inisial PG melaporkan FARPKeN melalui jalur Dumas, sementara FARPKeN tak gentar dan balik melaporkan PG melalui LP di SPKT. Lebih mencengangkan lagi, catatan kelam oknum inisial PG ternyata tak berhenti di situ, terungkap bahwa ia juga telah dilaporkan oleh masyarakat dengan dua laporan pengaduan terpisah atas permasalahan yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemandangan yang tersaji di hadapan awak media semakin menunjukkan betapa alotnya situasi. Upaya Kasat Reskrim untuk menjembatani perdamaian tampak sia-sia belaka. Pihak PG dengan nada tegas menolak segala upaya mediasi, seolah menantang institusi kepolisian dan meremehkan upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

BACA JUGA :  Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika

Ketua FARPKeN, Edward Lahagu, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas sikap arogan PG. “Kami sangat menghargai upaya yang telah dilakukan oleh Bapak Kasat Reskrim untuk mencari solusi damai. Namun, sikap tidak menghargai dari pihak oknum PG ini sangat kami sayangkan,” ujarnya kepada awak media.

Alih-alih tercipta kesepakatan, pertemuan yang diharapkan menjadi titik terang justru berujung pada kebuntuan. Kedua belah pihak, termasuk personel Polres Nias yang memediasi, akhirnya membubarkan diri tanpa hasil setelah PG dengan keras kepala menolak berdamai.

BACA JUGA :  Lebih Parah dari Dugaan: Selain Pinjaman Miliaran, Tabungan Rp20 Juta Nasabah Mandiri Pamenang Juga Raib; Pimpinan Masih Bungkam

Kendati demikian, Edward Lahagu menegaskan bahwa pihaknya siap menghadapi Dumas yang dilayangkan oleh PG. “Kami percaya pada proses hukum dan akan mengikuti segala prosedurnya jika memang laporan tersebut terbukti,” tandasnya dengan nada optimis namun tetap menyiratkan kekecewaan mendalam atas sikap pihak terlapor.

Penolakan mediasi secara terang-terangan oleh oknum yang diduga memiliki catatan buruk ini tentu menjadi tamparan keras bagi upaya penegakan hukum dan penyelesaian masalah secara damai di wilayah Nias. Publik kini menanti langkah tegas dari Polres Nias dalam menyikapi arogansi oknum preman berkedok Ormas yang seolah tak gentar menghadapi hukum. Akankah keadilan benar-benar ditegakkan, ataukah arogansi akan terus merajalela? Kita tunggu gebrakan selanjutnya dari aparat kepolisian!

Berita Terkait

Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan
Pers Harus Dilindungi, Pemred SUARA UTAMA, Andre Hariyanto Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan Suara Utama di Merangin Jambi
Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN
Pemimpin Dan Segenap Jajaran Redaksi SUARA UTAMA mengucapkan
Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang
Nyaris di Depan Mata Polsek Bangko: Alat Dompeng Milik ‘LMB’ Bebas Bekerja, Siapa yang Melindungi?  
PAHAM dan Daeng Uki Waqafkan Al-Qur’an untuk 10 TPA di Majene
IPJI Kota Batu Resmi Terbentuk, Perkuat Sinergi Penulis dan Jurnalis di Malang Raya
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 20:44 WIB

Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan

Senin, 6 Juli 2026 - 19:06 WIB

Pers Harus Dilindungi, Pemred SUARA UTAMA, Andre Hariyanto Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan Suara Utama di Merangin Jambi

Senin, 6 Juli 2026 - 10:42 WIB

Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN

Senin, 6 Juli 2026 - 08:07 WIB

Pemimpin Dan Segenap Jajaran Redaksi SUARA UTAMA mengucapkan

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:08 WIB

Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang

Berita Terbaru

Berita Utama

Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN

Senin, 6 Jul 2026 - 10:42 WIB

Berita Utama

Pemimpin Dan Segenap Jajaran Redaksi SUARA UTAMA mengucapkan

Senin, 6 Jul 2026 - 08:07 WIB