Konspirasi di Balik Raibnya BLT-DD Warga Sukawangi, Siapa yang Bermain?

- Publisher

Rabu, 5 Maret 2025 - 05:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Masriah dan Bapak Raviudin

SUARA UTAMA, PRINGSEWU – Dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) milik Masriah, warga Pekon Sukawangi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, hilang secara misterius. Saldo rekeningnya kosong, padahal ia tidak memiliki kartu ATM dan tidak pernah mencairkan dana tersebut. Dugaan keterlibatan pihak internal mencuat setelah diketahui pencairan dilakukan melalui beberapa agen BRI Link di wilayah Pringsewu.

Raviudin, adik Masriah yang menjadi pendamping dalam pencairan BLT-DD, terkejut saat mengetahui bahwa rekening kakaknya telah kosong. “Saat kami mengecek rekening, ternyata uangnya sudah habis. Padahal, saya sebagai pendamping tidak pernah mengambilnya,” ujarnya, Senin (4/3).

BACA JUGA :  Hakim Mengaku Tak Terima BAP Saksi, Penasihat Hukum Pertanyakan Keabsahan Pembuktian Jaksa

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar terkait keamanan data perbankan penerima bantuan sosial. Masriah tidak pernah membuat kartu ATM, tetapi transaksi mencurigakan terus terjadi di beberapa agen BRI Link. Kepala Unit BRI Pagelaran, Aidil Siregar, menegaskan bahwa prosedur penerbitan kartu ATM di banknya mengikuti aturan ketat. Namun, fakta bahwa rekening Masriah bisa digunakan tanpa sepengetahuannya menimbulkan spekulasi adanya kebocoran data nasabah.

Keluarga Masriah mendesak penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas pencairan ilegal ini. Jika terbukti ada unsur pidana, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

BACA JUGA :  ATR/BPN Kabupaten Probolinggo di Minta Bertanggung Jawab, Berpotensi Dikenakan Sanksi Administratif Hingga Pidana

Kasus ini menjadi peringatan bagi penerima bantuan sosial agar lebih waspada dalam menjaga keamanan rekening mereka. Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan meningkatkan transparansi serta pengawasan agar bantuan tidak disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.

 

Penulis : Irawan, S.E., C.IJ, C.PW

Berita Terkait

YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Miris! Jembatan Gantung Desa Mudo Memprihatinkan, Warga Jatuh Saat Melintas, Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan
OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Dugaan Pungli PTSL di Desa Empang Benao Mencuat, Warga Disebut Diminta hingga Rp2 Juta per Sertifikat
Dugaan Modus Operandi Mafia Tanah Terbongkar Sejak Tahun 2024, Warga Gading Kulon Menduga Sudah Lihai dan Cerdik 
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Berita ini 708 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:48 WIB

YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Miris! Jembatan Gantung Desa Mudo Memprihatinkan, Warga Jatuh Saat Melintas, Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:08 WIB

OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani

Berita Terbaru

Berita Utama

Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani

Minggu, 9 Agu 2026 - 16:01 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand