Lancaran Serayu: Makna dan Pesan dalam Kehidupan

- Publisher

Rabu, 26 Februari 2025 - 13:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – BALECATUR. Gamelan adalah warisan budaya yang kaya dan menjadi bagian integral dari kebudayaan Jawa. Di dalamnya terkandung banyak nilai yang berhubungan dengan kebersamaan, ketenangan batin, dan keseimbangan hidup. Salah satu kelompok yang aktif menjaga kelestarian gamelan adalah Paguyuban Seni Karawitan Madya Laras Sumber Gamol Balecatur, Gamping, Sleman.

Lancaran Serayu adalah salah satu bentuk karya musik dalam tradisi gamelan Jawa yang memiliki kekayaan makna dan pesan kehidupan yang mendalam. Gaya musik lancaran yang cepat dan dinamis mengiringi makna dalam lirik yang seringkali berisi pesan moral dan nasihat yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Dalam lancaran ini, terdapat kombinasi antara irama yang mengalun dengan nuansa spiritual yang menyejukkan, memberikan kedalaman makna bagi siapa saja yang mendengarnya.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lirik Lancaran Serayu:

Aduh segere banyune ing sendang
Ilang kesele wes mari ra mriyang
Banyune bening anyenyeger ati
Uger ra lali kewajiban kang suci

 

Lirik ini menggambarkan sebuah situasi yang penuh dengan simbolisme. Berikut adalah arti dari lirik tersebut dan maknanya:

  • “Aduh segere banyune ing sendang”: Kalimat ini menggambarkan kesegaran air di sendang atau sumber air yang jernih. Dalam konteks kehidupan, ini bisa diartikan sebagai pencarian ketenangan dan kedamaian di tempat yang murni, atau usaha untuk mencari kebahagiaan dalam hidup yang jernih dan tidak tercemar.
  • “Ilang kesele wes mari ra mriyang”: Lirik ini mengisyaratkan bahwa setelah rasa lelah atau masalah dalam hidup, seseorang akan merasa lega dan bebas dari gangguan. Kehidupan yang penuh dengan tantangan terkadang membawa keletihan, tetapi setelah itu akan ada ketenangan.
  • “Banyune bening anyenyeger ati”: Air yang bening menyegarkan hati. Ini mengandung pesan bahwa kebersihan dan kejujuran dalam hidup dapat memberikan kedamaian dan menyegarkan perasaan. Seperti air yang jernih, hati yang bersih dari kebencian dan kepahitan akan membawa kedamaian dalam hidup.
  • “Uger ra lali kewajiban kang suci”: Pesan terakhir dari lirik ini mengingatkan kita untuk tidak lupa akan kewajiban-kewajiban kita, terutama kewajiban-kewajiban suci yang menyangkut hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Ini adalah panggilan untuk tidak melupakan nilai-nilai moral yang tinggi dalam kehidupan kita.
BACA JUGA :  Kanwil Kemenkum Sulut dan Bapelkum Bitung Ziarah ke TMP Kairagi Sambut Hari Pengayoman Ke-81

 

Makna dalam Kehidupan:

Lancaran Serayu, dengan lirik dan iramanya, memberikan refleksi tentang kehidupan yang penuh dengan dinamika dan tantangan. Namun, di balik semua itu, terdapat pesan penting untuk menjaga keseimbangan dan kesucian hati. Seperti halnya air yang jernih, kita diajak untuk membersihkan diri dari segala hal negatif dan untuk selalu mengingat kewajiban moral kita.

BACA JUGA :  Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dibebani oleh kesibukan dan masalah yang dapat menguras energi. Namun, seperti yang tercermin dalam lancaran ini, kita diajak untuk selalu mencari ketenangan, membersihkan diri dari hal-hal yang mengganggu, dan tidak lupa untuk menjaga kewajiban yang ada, baik itu kepada Tuhan maupun kepada sesama.

 

Pesan dari Lancaran Serayu:

  1. Pentingnya Kedamaian dan Ketenangan: Lancaran ini mengingatkan kita akan pentingnya mencari ketenangan di tengah kehidupan yang penuh tantangan. Seperti air yang jernih, ketenangan batin dapat membawa kedamaian dan kesejahteraan dalam hidup.
  2. Kesucian Hati: Pesan untuk menjaga hati tetap murni dan bersih dari kebencian dan negativitas adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Kejujuran dan kebersihan hati dapat memberi dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
  3. Menjaga Kewajiban: Lirik ini juga menegaskan bahwa kita tidak boleh melupakan kewajiban-kewajiban kita, terutama kewajiban yang bersifat suci, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama. Dalam kehidupan ini, kita harus selalu berusaha memenuhi kewajiban moral dan spiritual kita.

 

Antusiasme dalam Latihan Seni Karawitan:

BACA JUGA :  Maba UNILA Diduga Dihalangi Menjalankan Salat, Masyarakat Minta Panitia Dievaluasi

Meskipun menjelang bulan puasa, ibu-ibu dan bapak-bapak dalam paguyuban seni karawitan Madya Laras Sumber Gamol menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam berlatih. Ini menunjukkan bahwa seni tradisional, seperti gamelan, tidak hanya menjadi bagian dari budaya, tetapi juga sarana untuk meresapi nilai-nilai kehidupan. Latihan ini tidak hanya sekadar berfokus pada keterampilan musikal, tetapi juga pada pemahaman lebih dalam tentang makna dan pesan yang terkandung dalam setiap lagu dan gending, termasuk Lancaran Serayu.

Meskipun dalam keadaan yang penuh persiapan untuk menjalani bulan puasa, semangat untuk terus melestarikan seni tradisional tetap menyala. Ini adalah contoh nyata dari komitmen untuk menjaga kebudayaan serta nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, dengan berusaha mengintegrasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Referensi :

  1. Nugroho, H. (2024). Tradisi Gamelan: Antara Seni dan Kebersamaan. Surakarta: Lembaga Seni Indonesia.
  2. Sutrisno, B. (2023). Kebersamaan dalam Gamelan: Studi Kasus Paguyuban Madya Laras. Solo: Gaya Surya.
  3. Sudiryo, T. (2023). Lancaran Serayu: Sebuah Tinjauan Filologis. Yogyakarta: Balai Bahasa.
  4. Subagyo, S. (2024). Kesenian dan Sosial Budaya Jawa: Sebuah Kajian dalam Konteks Modernisasi. Bandung: Pustaka Jawa.
  5. Prasetyo, K. (2022). Musik Tradisional dan Keharmonisan dalam Masyarakat. Jurnal Kebudayaan, 9(1), 15-22.

Editor : Ag. Slamet

Sumber Berita: Paguyuban Seni Karawitan Madya Laras Sumber Gamol

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?
Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang
Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau
Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat
Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas
Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Berita ini 1,380 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Selasa, 15 September 2026 - 20:34 WIB

PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Selasa, 15 September 2026 - 13:05 WIB

Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang

Senin, 14 September 2026 - 18:55 WIB

Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Senin, 14 September 2026 - 10:39 WIB

Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/