80 Tahun Sumbar: Romantisme Sejarah, Realita Keterlambatan

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang, 1 Oktober 2025 —
Memasuki usia delapan dekade sejak Republik ini berdiri, Sumatera Barat masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan. Alih-alih berlari mengejar ketertinggalan, kondisi di berbagai sektor justru menunjukkan bahwa Sumbar masih jauh dari kata maju.

Fakta di lapangan memperlihatkan realita pahit:

Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan irigasi masih banyak yang rusak.

Sektor industri tidak berkembang signifikan, membuat ekonomi daerah bergantung pada sektor konsumsi dan kiriman uang perantau.

Angka pengangguran tinggi karena lapangan kerja tidak tersedia memadai.

Generasi muda terpaksa merantau untuk mencari penghidupan, sementara tanah kelahiran belum mampu memberi peluang.

Maraknya tambang ilegal serta eksploitasi sumber daya tanpa kontrol menambah beban kerusakan lingkungan.

BACA JUGA :  Owner Shofiyah Ibnatussaniyah Beauty and Syarih Bengkulu Resmi Sandang gelar CHRA di AR Learning Center

Sumatera Barat kerap dibanggakan karena warisan budaya, adat, dan peran sejarahnya dalam republik ini. Namun hingga kini, semua itu belum dikelola menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Romantisme masa lalu tidak cukup jika tidak diikuti dengan langkah pembangunan konkret.

Kami menegaskan, sudah saatnya pemerintah daerah dan pusat berhenti menjadikan Sumbar sekadar simbol budaya. Dibutuhkan roadmap pembangunan jangka panjang yang berpihak pada rakyat: pembangunan infrastruktur yang merata, penciptaan lapangan kerja, keberpihakan pada petani dan nelayan, serta penegakan hukum atas aktivitas tambang ilegal.

Jika tidak ada langkah tegas, Sumatera Barat akan terus berada dalam bayang-bayang kejayaan masa lalu, tanpa mampu berdiri sejajar dengan provinsi lain yang lebih maju.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Sumber Berita : Penulis

Berita Terkait

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:25

‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Berita Terbaru