Video Bullying Viral: Kisah Pilu Siswa SMP Negeri 1 Pematang Sawa yang Mengusik Nurani

Senin, 12 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot 2024 0812 150536 Video Bullying Viral: Kisah Pilu Siswa SMP Negeri 1 Pematang Sawa yang Mengusik Nurani Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Dokumen Suara Utama

Suara Utama, Tanggamus – Sebuah video berdurasi sembilan detik yang beredar di media sosial telah menggemparkan Kabupaten Tanggamus. Dalam video tersebut, seorang siswa SMP Negeri 1 Pematang Sawa, yang berinisial A, menjadi korban aksi bullying yang brutal oleh teman sekelasnya. Video ini menyulut emosi dan keprihatinan masyarakat luas, mengungkapkan luka mendalam yang tersembunyi di balik dinding sekolah.

Hari Itu di SMP Negeri 1 Pematang Sawa
Awal kisah memilukan ini terjadi saat jam istirahat. Di tengah tawa riang dan obrolan para siswa, terjadilah peristiwa yang tak terduga. A, dengan seragam pramuka yang dikenakannya, tampak duduk di tanah berpasir. Dalam sekejap, seorang siswa lain melayangkan tendangan keras ke dadanya, membuatnya tersungkur ke tanah. Rekan-rekan A yang menyaksikan kejadian itu hanya diam, tak ada satu pun yang berusaha melerai atau membantu.
Video tersebut dengan cepat menyebar di jejaring media sosial, memancing berbagai reaksi dari warganet. Salah satu akun Facebook, Tapis Jejama Tanggamus II, mempertanyakan tindakan hukum yang seharusnya diambil. “Apa sudah bisa kita melaporkan penganiayaan dan pengancaman? Sebab, korban diancam akan dianiaya kembali jika mengadu,” tulisnya.

Sikap Keluarga dan Penantian Keadilan
Ketika keluarga A mengetahui kejadian tersebut, mereka diliputi kekecewaan mendalam. Terlebih lagi, pihak sekolah dianggap lamban dalam menangani kasus ini. Mereka memilih menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum memberikan izin untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.
“Anak kami sudah pernah menjalani operasi usus buntu. Kami sangat khawatir dengan kesehatannya,” ujar keluarga A dengan nada penuh kekhawatiran. Kekecewaan mereka semakin dalam ketika mengetahui bahwa A tidak berani bercerita karena takut dengan ancaman dari pelaku.

Suara Publik: Seruan untuk Keadilan dan Perlindungan
Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan keluarga korban, tetapi juga warga Tanggamus. Aprianto, seorang warga Pekon Sukaraja, menyatakan keprihatinannya. “Bullying bisa menyebabkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya. Ia mendesak pihak sekolah untuk mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Tomson, warga Pekon Air Naningan, menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur hukum. “Pelaku bullying sering merasa superior dan ini bisa berujung pada tindakan yang lebih berbahaya di masa depan,” ungkapnya dengan nada serius.

Opini: Perspektif Islam Terhadap Bullying
Kasus bullying yang terjadi di SMP Negeri 1 Pematang Sawa bukan hanya masalah sosial dan hukum, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai agama. Dalam ajaran Islam, segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, sangat dilarang. Islam mengajarkan umatnya untuk saling menghormati dan menjaga kehormatan satu sama lain.
Dalam surah Al-Hujurat ayat 11, Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang mengolok-olokkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang diolok-olokkan itu lebih baik dari mereka yang mengolok-olokkan…” Ayat ini jelas menentang tindakan merendahkan dan menyakiti orang lain, yang dalam konteks ini, bullying adalah perbuatan yang sangat tercela.
Hadis Nabi Muhammad SAW juga menekankan bahwa setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, dan tidak boleh menganiaya ataupun membiarkan mereka dianiaya. Dalam kasus perundungan, baik pelaku maupun mereka yang diam saat melihat kejadian tersebut sama-sama melanggar ajaran agama. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai agama dalam membentuk karakter anak-anak di sekolah.

BACA JUGA :  Peningkatan Kemampuan Menjumlah Melalui Media Aneka Buah - Buahan di  Kelompok B Tk Kurnia Simomulyo Baru  Kota Surabaya - Semester 1 Tahun Ajaran 2020/2021.

Langkah Pihak Sekolah dan Harapan ke Depan
Kepala SMP Negeri 1 Pematang Sawa, Burhanuddin, mengakui adanya provokasi dari siswa kelas 9 yang memicu peristiwa tersebut. Meski sekolah telah rutin memberikan himbauan mengenai pentingnya menjaga tata tertib, insiden ini tetap terjadi.
Pihak sekolah kini berupaya menyelesaikan masalah secara internal dengan melibatkan orang tua siswa dan pihak terkait dalam sebuah pertemuan. Namun, harapan publik jelas: keadilan harus ditegakkan, dan langkah-langkah pencegahan perlu diperkuat agar sekolah menjadi tempat yang aman bagi semua siswa.

Melangkah Menuju Perubahan
Kasus ini membuka mata banyak pihak bahwa bullying adalah ancaman nyata yang dapat merusak masa depan anak-anak. Tindakan tegas dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.
Di tengah segala keterbatasan dan tantangan, masyarakat Tanggamus berharap kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah-sekolah, menanamkan nilai-nilai empati, dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Karena di balik seragam pramuka yang dikenakan A, ada jiwa yang terluka, menanti uluran tangan keadilan dan perlindungan. Nilai-nilai agama, terutama dalam Islam, seharusnya menjadi landasan kuat dalam upaya membangun generasi muda yang bermoral dan menghargai sesama.

Penulis : Irawan

Sumber Berita : Berbagai Sumber

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terbaru