SUARA UTAMA,Merangin – Pembangunan trotoar jalan di Kota Bangko, tepatnya di Jalur 2 kawasan Kantor DPRD Kabupaten Merangin, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek trotoar yang berada di depan Toko Mamoyo tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan jauh dari standar kualitas pekerjaan.
Berdasarkan hasil investigasi media ini di lapangan pada Rabu, 14 Januari 2025, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pemasangan batu granit pada trotoar tersebut. Terpantau beberapa batu granit dipasang tidak rata, bergelombang, serta terlihat hanya “ditempel” tanpa dasar yang kuat.
Saat media ini menginjak langsung permukaan trotoar, terdengar suara kopong dari bagian bawah granit. Bahkan, pada beberapa titik terlihat bagian dalam pemasangan keropos dan tidak padat, mengindikasikan minimnya material pasir atau adukan semen sebagai dasar pemasangan.
Tak hanya itu, sejumlah batu granit yang sudah terpasang terlihat retak bahkan pecah-pecah. Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas material maupun metode pengerjaan yang digunakan oleh pihak kontraktor.
Salah seorang warga Merangin yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pembangunan tersebut.
“Kami lihat pembangunan ini seperti asal-asalan saja. Pemasangan batu granitnya bergelombang, kalau diinjak bunyinya keropos, tidak padat. Banyak juga yang sudah pecah dan retak. Kalau begini, cepat rusak,” ujarnya kepada media ini.
Ia juga mempertanyakan profesionalisme pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, terlebih lokasi pembangunan berada di kawasan strategis, tepat di sekitar kantor DPRD Kabupaten Merangin.
“Ini kan dekat kantor DPRD. Siapa sebenarnya kontraktornya? Kalau model pekerjaannya seperti ini, jangan dipakai lagi. Baru sebentar saja sudah kelihatan rusaknya,” tambahnya.
Dari pantauan media ini, pembangunan trotoar tersebut dikerjakan pada akhir tahun anggaran 2025. Kuat dugaan pekerjaan dilakukan secara terburu-buru demi mengejar target waktu, sehingga berdampak langsung pada mutu dan kualitas hasil pekerjaan.
Warga pun berharap agar pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin, segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi serta mengkaji ulang proyek pembangunan trotoar di Jalur 2 sekitar Kantor DPRD Merangin tersebut.
Pasalnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap hasil pekerjaan itu dinilai sangat rendah. Warga mendesak agar kualitas pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara benar-benar diperhatikan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama






