Seruan untuk Dukungan Internasional, Menghadapi Represi dan Ketidakadilan di Indonesia

Minggu, 31 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat terbuka dari Eko Wahyu Pramono yang ditujukan kepada organisasi internasional seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Surat terbuka dari Eko Wahyu Pramono yang ditujukan kepada organisasi internasional seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

SUARA UTAMA – Jakarta, 31 Agustus 2025 Indonesia tengah menghadapi krisis keadilan sosial. Pemerintah yang seharusnya melindungi hak rakyat kini malah terjebak dalam pengabaian terhadap kesejahteraan publik. Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat semakin mempersulit hidup masyarakat, dengan pajak tinggi yang membebani dan elit politik yang terus mengeksploitasi jabatan mereka untuk kepentingan pribadi.

Puncaknya, pada 28 Agustus 2025, demonstrasi besar-besaran digelar oleh masyarakat Indonesia untuk menuntut perubahan, namun berujung pada tindakan represif oleh aparat. Salah satu insiden tragis, di mana seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, kehilangan nyawanya setelah terlindas oleh kendaraan taktis polisi (Barakuda) di tengah kerumunan demonstran, menjadi simbol dari ketidakpedulian pemerintah terhadap hak-hak rakyat.

Selain itu, kebebasan pers di Indonesia kini terbatas, yang membuat suara rakyat semakin sulit untuk didengar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Isu lain yang tak kalah penting adalah ketidakadilan yang terjadi di sektor pajak, di mana rakyat dibebani pajak tinggi sementara pejabat dan anggota DPR menikmati tunjangan yang tidak wajar.

BACA JUGA :  Ferry Irwandi Dibidik Satuan Siber TNI, Polemik Kebebasan Ekspresi Mengemuka

Eko Wahyu Pramono, salah satu warga Indonesia, telah mengirimkan surat terbuka kepada organisasi internasional seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk meminta bantuan. Dalam suratnya, Eko mengungkapkan keprihatinannya atas kekerasan yang terjadi dan meminta dukungan agar pemerintah Indonesia segera berhenti menindas rakyatnya, memberikan kebebasan berekspresi, dan melindungi hak-hak dasar setiap warga negara.

“Dengan dukungan internasional, kami yakin bisa meraih keadilan sosial yang sebenarnya untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami ingin hidup dengan martabat tanpa ketidakadilan dan represi,” ungkap Eko Wahyu Pramono.

Indonesia kini berada di persimpangan: apakah kita benar-benar merdeka jika masih menghadapi ketidakadilan seperti ini? Rakyat Indonesia terus menuntut perubahan nyata, agar pemerintah tidak hanya melindungi kepentingan politik mereka, tetapi juga kesejahteraan rakyat.

Saya berharap pemerintah Indonesia untuk segera menghentikan kekerasan dan berbenah serta memberikan ruang bagi kebebasan berekspresi. Saatnya kita perjuangkan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru