lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

PPA APSI Kaltim Batch 2 Tahun 2026: Fardy Iskandar Paparkan Teknik Penyelesaian Sengketa Persaingan Usaha

- Publisher

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA — Fardy Iskandar, SH., MH., CM., CLA., C.NNLP menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Pendidikan Profesi Advokat (PPA) DPW Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Kalimantan Timur Batch 2 Tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, Fardy menyampaikan materi bertajuk “Teknik Penyelesaian Sengketa Persaingan Usaha.”

Materi ini diberikan sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon advokat dalam memahami hukum persaingan usaha sekaligus strategi penanganan perkara yang berkaitan dengan dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Dalam pemaparannya, Fardy menjelaskan bahwa advokat yang menangani sengketa persaingan usaha tidak cukup hanya memahami norma hukum, tetapi juga perlu mampu mengidentifikasi struktur pasar, hubungan antarpelaku usaha, bentuk perjanjian atau kegiatan usaha yang dipersoalkan, alat bukti, serta unsur-unsur pelanggaran yang harus dibuktikan dalam suatu perkara.

Pembahasan antara lain diarahkan pada berbagai bentuk persoalan persaingan usaha, seperti oligopoli, penetapan harga, pembagian wilayah, pemboikotan, kartel, trust, oligopsoni, perjanjian tertutup, integrasi vertikal, monopoli, monopsoni, penguasaan pasar, posisi dominan, serta persekongkolan tender.

Fardy juga mengajak peserta memahami bahwa dalam menangani perkara persaingan usaha, seorang advokat harus dapat membedakan antara kondisi pasar yang secara bisnis wajar dengan perilaku yang memenuhi unsur pelanggaran hukum persaingan usaha. Karena itu, analisis perkara perlu dilakukan secara sistematis dengan menghubungkan fakta, bukti, pasar bersangkutan, perilaku pelaku usaha, serta akibatnya terhadap persaingan.

BACA JUGA :  Puluhan Kubik Kayu Pecahan Diduga Keluar dari Kawasan Hutan Pulau Bayur, Aparat Diminta Lakukan Investigasi

Materi juga membahas aspek penyelesaian perkara di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), termasuk pentingnya memahami proses penanganan perkara, penyusunan argumentasi hukum, pembuktian, putusan, sanksi administratif, hingga upaya hukum yang tersedia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Fardy, penguasaan hukum persaingan usaha semakin penting bagi advokat karena dinamika kegiatan ekonomi terus berkembang dan sengketa bisnis tidak lagi hanya berkaitan dengan hubungan kontraktual antarpihak.
“Advokat harus mampu melihat persoalan bisnis tidak hanya dari aspek kontrak, tetapi juga dari perspektif persaingan usaha. Kemampuan membaca struktur pasar, menemukan fakta hukum, menganalisis alat bukti, dan menyusun argumentasi merupakan bagian penting dalam memberikan pembelaan dan pelayanan hukum yang profesional,” ujar Fardy.

BACA JUGA :  Hanya Sopir Carteran, Terdakwa Kasus Ekstasi Minta Vonis Bebas di PN Samarinda

Melalui Pendidikan Profesi Advokat APSI Batch 2 Tahun 2026 ini, diharapkan peserta tidak hanya memiliki pemahaman teoritis mengenai hukum persaingan usaha, tetapi juga memperoleh gambaran praktis mengenai teknik menganalisis dan menyelesaikan sengketa persaingan usaha sebagai bekal dalam menjalankan profesi advokat.

Fardy berharap kegiatan PPA tersebut dapat melahirkan advokat yang profesional, berintegritas, amanah, memiliki kompetensi hukum yang kuat, serta menjunjung tinggi keadilan dan etika profesi.
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal dalam memberikan pelayanan hukum yang bermanfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menegakkan hukum dan keadilan,” pungkasnya

Penulis : Tim Suara Utama

Editor : Muqsid

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama Samarinda

Berita Terkait

Banding JPU Dikabulkan, Terdakwa Kasus Renah Alai Divonis 6 Bulan; Kejari Siapkan Eksekusi ke Lapas Bangko
Merasa Dianiaya Saat Menagih Barang, Jawariah Laporkan Safrizal ke Polsek Tabir
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
Sengketa Pemilu Kerap Kalah di Tenggat, Roszi Krissandi Bekali Calon Advokat di PPA APSI
Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik
Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan
Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Banding JPU Dikabulkan, Terdakwa Kasus Renah Alai Divonis 6 Bulan; Kejari Siapkan Eksekusi ke Lapas Bangko

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Merasa Dianiaya Saat Menagih Barang, Jawariah Laporkan Safrizal ke Polsek Tabir

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:07 WIB

PPA APSI Kaltim Batch 2 Tahun 2026: Fardy Iskandar Paparkan Teknik Penyelesaian Sengketa Persaingan Usaha

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Sengketa Pemilu Kerap Kalah di Tenggat, Roszi Krissandi Bekali Calon Advokat di PPA APSI

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/