Hashtag #LayAllYourLoveOnMe Menggema dalam Aksi Demo Global: Simbol Solidaritas dan Harapan

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Infografis global “Lay All Your Love on me” dan “Lay All Your Love on Palestine” by tonny rivani – Jurnalis SUARA UTAMA.

Ilustrasi Infografis global “Lay All Your Love on me” dan “Lay All Your Love on Palestine” by tonny rivani – Jurnalis SUARA UTAMA.

SUARA UTAMA – Gelombang aksi demo global kembali mengguncang dunia. Di berbagai kota besar, massa turun ke jalan membawa pesan perdamaian, keadilan, dan cinta. Menariknya, tagar #LayAllYourLoveOnMe mendadak viral di media sosial, menjadi simbol baru yang mempersatukan jutaan orang lintas negara, agama, dan budaya.

Fenomena hashtag #LayAllYourLoveOnMe menjadi warna baru dalam aksi-aksi protes global. Di New York, London, Berlin, Jakarta, Seoul hingga Cape Town, ribuan pengunjuk rasa berkumpul sambil menyanyikan lagu dan mengangkat poster bertuliskan pesan kasih sayang. Mereka menuntut dunia yang lebih adil, bebas dari penindasan, perang, dan diskriminasi.

Pengamat komunikasi digital dari Universitas Indonesia, Dr. Ratri Anindya, menyebut fenomena ini sebagai bentuk emotional framing yang efektif.

“Tagar ini membawa emosi positif: cinta, pengorbanan, dan solidaritas. Dalam situasi krisis global, pesan seperti ini mampu merangkul lebih banyak simpati ketimbang sekadar slogan politik,” jelasnya.

Sejumlah tokoh dunia ikut menyuarakan dukungan. Paus Fransiskus dalam homili singkatnya menyerukan agar dunia “tidak letih mencintai, meski dikelilingi kebencian.” Sementara Sekjen PBB António Guterres menulis di X:

“Lay all your love on humanity — dunia membutuhkan kepedulian, bukan permusuhan.”

Di Indonesia, ormas lintas iman ikut serta menggelar doa bersama di Bundaran HI, Jakarta. Ketua PBNU menegaskan bahwa cinta adalah nilai universal yang mampu meredam konflik. Ketua PGI menyebut aksi ini sebagai “momentum untuk menunjukkan wajah kemanusiaan Indonesia yang inklusif.”

BACA JUGA :  Penyerahan uang Kasus CPO oleh Jaksa Agung ke Menkeu RI: Momentum Pembentukan Pengelola Aset Korupsi Nasiomal?

Pengamat sosial, Yusriadi, menambahkan bahwa simbol seperti ini bisa menjadi energi moral yang mendorong pemerintah-pemerintah dunia mengambil keputusan yang lebih berorientasi pada perdamaian.

“Jika terus dijaga, gerakan ini bisa menjadi semacam global conscience, mirip dengan kampanye anti-apartheid pada era 80-an,” ujarnya.

Media internasional seperti The Guardian dan Al Jazeera menyoroti bahwa aksi ini berhasil menggabungkan seni, musik, dan aktivisme sosial menjadi satu bentuk protes yang damai namun kuat. Poster, mural, dan lagu yang beredar di TikTok membuat pesan ini cepat menular di kalangan generasi muda.

Arah dan Peluang Perubahan
Gelombang aksi dengan tagar cinta ini dapat menjadi tekanan moral bagi pemimpin dunia untuk mengambil langkah nyata: menghentikan konflik bersenjata, membuka ruang dialog, dan meningkatkan bantuan kemanusiaan. Para analis menyebutkan, jika konsistensi gerakan ini terjaga, ia bisa menjadi salah satu pendorong lahirnya resolusi damai di berbagai konflik global.

Berita Terkait

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam
Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik
Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum
Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung
Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata
Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 
Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah
Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 07:31

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:02

Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:19

Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:46

Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:56

Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:50

Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:20

Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Berita Terbaru