Dakwah Dan Aktivitas Amar Ma’ruf Nahi Munkar  

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WhatsApp Image 2025 12 04 at 19.14.56 Dakwah Dan Aktivitas Amar Ma'ruf Nahi Munkar   Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Suara Utama, Palembang (04/12/2025)Dakwah merupakan salah satu pilar utama dalam ajaran Islam yang tidak hanya berupa penyampaian nasihat, tetapi juga sebuah proses pembinaan masyarakat agar berjalan pada jalan kebenaran dan akhlak mulia. Dalam dakwah terdapat prinsip fundamental, yaitu amar ma’ruf nahi munkar mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Prinsip ini ditegaskan secara jelas dalam Al-Qur’an : “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran : 110), Ayat ini menunjukkan bahwa kehormatan umat Islam sangat erat kaitannya dengan partisipasi mereka dalam menegakkan kebaikan dan mencegah kemunkaran.

Hakikat amar ma’ruf nahi munkar sesungguhnya adalah wujud kepedulian dan cinta kasih antar sesama. Ketika seorang muslim mengingatkan saudaranya tentang pentingnya berbuat baik, maka sesungguhnya ia sedang membantu menciptakan masyarakat yang harmonis dan bermoral. Sebaliknya, ketika ia mencegah kemunkaran, ia sedang berusaha melindungi masyarakat dari kehancuran moral dan sosial. Prinsip ini bukanlah tindakan memaksa atau mencampuri urusan pribadi semata, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik.

WhatsApp Image 2025 12 04 at 19.14.33 Dakwah Dan Aktivitas Amar Ma'ruf Nahi Munkar   Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara UtamaNamun, dalam praktiknya, aktivitas ini seringkali disalahartikan. Ada yang menjadikannya sebagai legitimasi untuk bersikap keras, menghakimi, bahkan merendahkan orang lain. Padahal, Islam mengajarkan agar dakwah dilakukan dengan hikmah dan kelembutan. Rasulullah SAW telah memberikan teladan bahwa perubahan tidak dihasilkan melalui kemarahan, tetapi melalui sikap bijaksana, empati, dan keteladanan. Dengan demikian, amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan secara proporsional, adil, dan penuh akhlak.

Di era modern, terutama di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan dakwah semakin kompleks. Media sosial memungkinkan penyebaran kebaikan dalam hitungan detik, tetapi pada saat yang sama membuka ruang bagi kemunkaran untuk menyebar lebih cepat. Karena itu, seorang muslim perlu memiliki kecerdasan literasi digital, kemampuan memilah informasi, serta adab berkomunikasi yang baik. Mengajak kepada kebaikan di ruang digital tidak boleh dilakukan dengan cara merendahkan, memprovokasi, atau menyebarkan kebencian.

BACA JUGA :  Syawalan PWRI DIY: Diskusi Gayeng 2024

Dalam hadis, Rasulullah SAW menegaskan tingkatan amar ma’ruf nahi munkar :

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan. Jika tidak mampu, maka dengan lisan. Jika tidak mampu juga, maka dengan hati, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Hadis ini bukan sekadar perintah, tetapi pedoman etika : bahwa perubahan harus dilakukan sesuai kemampuan, kebijaksanaan, dan situasi. Namun, di era modern, terutama pada ruang digital, pelaksanaan prinsip ini menuntut kehati-hatian. Dakwah harus mengedepankan kelembutan dan akhlak mulia sebagaimana diajarkan Nabi : “Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia memperindahnya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan ia memperburuknya.” (HR. Muslim).

Inilah alasan mengapa amar ma’ruf nahi munkar tidak boleh dilakukan dengan kemarahan, cacian, atau merendahkan orang lain.

Pada akhirnya, dakwah dan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar adalah tanggung jawab bersama. Ia membutuhkan keseimbangan antara ketegasan dalam prinsip dan kelembutan dalam pendekatan. Bila dilakukan dengan cara yang benar, aktivitas ini akan memperkokoh moral masyarakat, menumbuhkan rasa peduli, dan membawa umat menuju peradaban yang lebih bermartabat dan penuh keberkahan.

Zufran Al Ghifari,Mahasiswa UIN Raden Fatah Fakultas Dakwah & Komunikasi Jurusan Manajemen Dakwah

Penulis : Zufran Al Ghifari

Editor : Rudi

Sumber Berita : Zufran Al Ghifari

Berita Terkait

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:56

Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16

Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:49

Israel Menghancurkan Markas UNRWA

Berita Terbaru