SUARA UTAMA, TANGGAMUS- Jajaran Pengurus Non Government Organization (NGO) Apresiasi Lingkungan dan Hutan Indonesia (ALUN) Wilayah Lampung dan Pengurus Kabupaten Tanggamus mengadakan audiensi dengan Bupati Tanggamus, Provinsi Lampung, Selasa, (27/1/2026)
Pertemuan tersebut diadakan di ruang rapat Bupati Tanggamus. Dari Pengurus Wilayah ALUN Lampung dihadiri oleh Ketua ALUN Lampung Hilman Saleh, Sekretaris M. Azkar, Buyung, sementara dari Pengurus ALUN Tanggamus Hadir Suharni Ketua ALUN Tanggamus, Rusli Namhuri Sekretaris ALUN Tanggamus, Amri Sofyan Bendahara ALUN Tanggamus dan Dewan Pakar Alun Tanggamus Zulwani Rusli.
Selain Bupati Tanggamus Saleh Asnawi, pada kesempatan tersebut hadir juga dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah Tanggamus, seperti dari Asisiten II Tanggamus, Kepala Bapperida Tanggamus, Kepala Dinas Peternakan ,unsur dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, unsur dari Bagian Hukum Pemerintah Tanggamus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan tersebut Ketua ALUN Lampung Hilman Saleh menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan yang baik dari Bupati Tanggamus terhadap kehadiran ALUN. Untuk diketahui ALUN sendiri didirikan pada tahun 2020 dengan diketuai oleh Baharuddin Rahmat selaku Ketua ALUN Pusat. Kemudian ALUN lebih exis lagi pada tahun 2021 sampai sekarang. Sementara kepengurusan ALUN sendiri ditargetkan akan dibentuk sampai tingkat Pekon/Desa.
Hilman Saleh juga menyampaikan bahwa saat ini telah ada perdangan karbon yang dihasilkan dari sektor hutan yang ada. Sementara wilayah hutan Tanggamus termasuk daerah pesisir laut yang ada di Tanggamus adalah merupakan potensi untuk mendongkarak ketersediaan karbon untuk kebutuhan global. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi Pemda Tanggamus dengan stakeholder yang ada untuk membuat terobosan dalam mengelola sektor hutan dan laut dengan baik. Ditambah lagi saat ini telah ada peraturan baru tentang Nilai Ekonomi Karbon, yang menetapkan ekosistem perdagangan karbon yang kokoh dan berintegritas tinggi sesuai dengan standar internasional, dengan memastikan metode pengukuran yang kredibel dan transparan terhadap kontribusi iklim, serta memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal melalui jaminan lingkungan dan sosial yang kuat untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Issu terkait dengan carbon trade ini akan menjadi sangat penting dalam mempertahankan ekosistem hutan kita, termasuk juga akan memberikan dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah Tanggamus, jika sektor hutan Tanggamus dikelola dengan baik” ujar Hilman Saleh.
Sementara itu M.Azkar Sekretaris ALUN Lampung menyoroti bahwa Perdagangan karbon membuka peluang sumber pendapatan baru bagi Indonesia termasuk bagi daerah. Potensi karbon dari sektor kehutanan, khususnya melalui konservasi dan pengelolaan hutan termasuk hutan mangrove secara berkelanjutan, sangat besar. Kredit karbon yang dihasilkan dapat menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global dan domestik. Selain itu, perdagangan karbon berpotensi menarik investasi hijau, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun demikian, manfaat ekonomi tersebut hanya dapat tercapai secara optimal apabila tata kelola, pemetaan wilayah hutan betul-betul dilakukan secara optimal dan berbasis kewilayahan, termasuk melakukan peloporan secara berkala kepada system yang ada.
“Saat ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendorong ketersediaan kebutuhan karbon global adalah dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan wilayah, jangan sampai peta wilayah yang ada tumpang tindih baik dengan provinsi atau dengan pemerintah pusat” ujar Azkar
Maka sektor kehutanan memegang peran strategis dalam menyediakan kredit karbon berintegritas tinggi.
Sementara itu dari Organisasi Perangkat Daerah yang hadir pada pertemuan tersebut setelah mendengarkan pemaparan betapa potensinya sektor hutan Tanggamus, menyambut baik dan berterimkasih kepada ALUN. Para OPD berharap ada pertemuan lanjutan untuk memabahas lebih teknis terkait dengan pengelolaan sektor hutan Tanggamus agar bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus maupun bagi Masyarakat Tanggamus.
Bupati Tanggamus juga mengapreseasi kehadiran ALUN di Tanggamus dan senang bisa bekerjasama. Harapan Bupati Tanggamus, agar hasil dari pertemuan terkait dengan pentingnya menjaga hutan Tanggamus tersebut dapat disosialisakan kepada masyarakat Tanggamus dan tokoh-tokoh adat.
“Hutan Tanggamus harus kita jaga, jangan sampai terjadi banjir lumpur dan longsor seperti di wilayah Sumatera dan Aceh dan Trading Karbon itu adalah merupakan dampak dari terjaganya hutan kita “ Tutup Saleh Asnawi selaku Bupati Tanggamus.
Penulis : Rusli Namhuri
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama










