Bang Onim dalam Aksi Bela Palestina di Subang: Berbagi di Tengah Derita, Empati di Tengah Duka

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA.- Di tengah gelombang keprihatinan global terhadap penderitaan rakyat Palestina, muncul sosok inspiratif dari Indonesia yang tak henti-hentinya menggelorakan semangat solidaritas dan kemanusiaan: Bang Onim. Dikenal sebagai aktivis kemanusiaan yang telah lama berada di Jalur Gaza, Palestina, Bang Onim kini turut hadir di Subang, Jawa Barat, dalam aksi bela Palestina. Kehadirannya bukan sekadar simbolik, tapi menyuarakan nurani, membawa kisah nyata, dan menggugah empati yang mendalam.

Empati yang Melampaui Batas Geografis

Bang Onim bukan sekadar pencerita. Ia adalah saksi hidup penderitaan rakyat Palestina—anak-anak yang kehilangan orang tuanya, keluarga yang hancur akibat bom, dan masyarakat yang berjuang bertahan di tengah keterbatasan. Dalam aksinya di Subang, ia tidak hanya menyampaikan pidato, tapi juga membagikan pengalaman nyata yang membuka mata banyak orang. Ia membuat Palestina terasa dekat, bukan hanya sebagai isu luar negeri, tapi sebagai luka kemanusiaan yang harus disembuhkan bersama.

Empati yang ditunjukkan Bang Onim bukanlah bentuk belas kasihan semata, melainkan rasa tanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan kecil, seperti doa, donasi, hingga penyebaran informasi yang benar, adalah kontribusi nyata yang bisa diberikan masyarakat Indonesia.

Berbagi di Tengah Derita

Uniknya, dalam aksi ini Bang Onim juga mendorong nilai berbagi. Di tengah kesulitan ekonomi yang juga dirasakan rakyat Indonesia, terutama di daerah-daerah seperti Subang, semangat untuk peduli tidak luntur. Masyarakat justru menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi niat untuk memberi. Mereka datang tidak hanya untuk mendengar, tapi untuk menyumbang, mendukung, dan berdiri bersama rakyat Palestina.

BACA JUGA :  Aksi Bela Palestina di Subang Dimeriahkan Konser Amal Wali Band

Inilah kekuatan utama dari aksi bela Palestina kali ini: berbagi di tengah derita. Bukan karena mampu, tapi karena peduli. Bang Onim menjadi penghubung antara dua bangsa yang sama-sama sedang diuji, mengingatkan bahwa rasa kemanusiaan tidak mengenal batas negara, ras, atau agama.

Menggugah Kesadaran Bangsa

Aksi Bang Onim di Subang sejatinya bukan sekadar kampanye kemanusiaan, tetapi juga panggilan kesadaran nasional. Ia menunjukkan bahwa menjadi ksatria Indonesia tidak selalu berarti mengangkat senjata, tetapi bisa berarti menjadi penyambung empati, pembawa harapan, dan pelaku kebaikan.

Dalam narasinya, Bang Onim menyampaikan bahwa masyarakat Palestina menyebut Indonesia sebagai “saudara jauh yang sangat dekat”. Ini menjadi pengingat bahwa bangsa kita memiliki peran besar dalam panggung solidaritas global. Ketika dunia sibuk dengan kepentingan geopolitik, Indonesia masih dikenal sebagai bangsa yang mengedepankan hati nurani.

Akhirnya  bisa dikisahkan bahwa Kehadiran Bang Onim dalam aksi bela Palestina di Subang adalah cermin bahwa kekuatan terbesar manusia adalah empati dan keberanian untuk peduli. Di tengah duka dan derita, ia menunjukkan bahwa harapan masih ada—asal masih ada yang bersedia berbagi dan merasakan luka sesama sebagai luka sendiri.

Semoga semangat yang dibawa Bang Onim menjadi virus kebaikan yang menyebar luas, membangkitkan kesadaran nasional, dan menguatkan posisi Indonesia sebagai bangsa yang senantiasa berdiri bersama keadilan dan kemanusiaan.

Penulis : Tonny Rivani

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 
Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:14

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Berita Terbaru