SUARA UTAMA, DENPASAR – SMP Negeri 14 Kota Denpasar, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, berkolaborasi dengan Universitas Udayana (Unud) menginisiasi program “Kantin Hijau” berbasis pangan lokal dan prinsip zero waste atau minim sampah. Program yang dimulai pada 15 Agustus 2026 tersebut dievaluasi pada 5 September 2026 untuk mengukur perubahan pengetahuan gizi serta pengelolaan sampah makanan di lingkungan sekolah.

Program ini merupakan bentuk hilirisasi hasil Penelitian Fundamental Reguler (PFR) tahun 2025 yang mengkaji pola konsumsi gizi dan perilaku pangan ramah lingkungan di Bali. Melalui program tersebut, tim pengabdian berupaya mendorong kebiasaan konsumsi makanan sehat sekaligus mengurangi timbulan sampah makanan di lingkungan sekolah.
Riset yang dipimpin Dr. Kadek Tresna Adhi, S.KM., M.Kes., mengungkapkan bahwa 79,8 persen masyarakat perkotaan di Bali belum pernah mendengar istilah makanan ramah lingkungan, sedangkan 63,5 persen belum mengenal makanan organik. Riset tersebut juga mencatat defisit asupan serat pada 98,1 persen remaja serta prevalensi kegemukan (overweight) sebesar 58,7 persen pada penduduk berusia 18 tahun ke atas di wilayah perkotaan Denpasar, Provinsi Bali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan program yang mengintegrasikan edukasi gizi, pemanfaatan pangan lokal, dan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Persoalan serupa juga menjadi perhatian di lingkungan sekolah. Menu kantin dinilai masih didominasi pangan olahan dengan kemasan sekali pakai dan kandungan serat yang rendah. Selain itu, sisa makanan kerap tercampur dengan sampah plastik sehingga menyulitkan proses pemilahan dan pengolahan sampah organik.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (KMKP), Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mengembangkan pendekatan yang menghubungkan pemilihan makanan sehat dengan penerapan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Tim pelaksana terdiri atas akademisi lintas bidang, yakni Ni Made Utami Dwipayanti, Ph.D. di bidang kesehatan lingkungan; Ni Luh Putu Suariyani, MHlth&IntDev, di bidang epidemiologi dan promosi kesehatan; Dr. Ni Putu Widarini, MPH, di bidang kesehatan remaja; Dr. Ni Ketut Sutiari, M.Si., di bidang ilmu gizi; serta dr. Ni Wayan Arya Utami, Ph.D., di bidang mikrobiologi pangan.
Pelaksanaan program didukung pendanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana melalui skema Program Udayana Mengabdi (PUM) tahun anggaran 2026.
Ketua tim pengabdian, Dr. Kadek Tresna Adhi, menjelaskan bahwa program Kantin Hijau menggunakan pendekatan partisipatif dengan mengacu pada Theory of Planned Behavior (TPB), yaitu teori yang menjelaskan bagaimana sikap, norma subjektif, dan persepsi kendali perilaku dapat memengaruhi niat serta tindakan seseorang.
Dalam penerapannya, pihak sekolah, guru, pengelola kantin, dan siswa dilibatkan secara aktif untuk membangun kebiasaan baru yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Siswa memperoleh edukasi mengenai literasi gizi seimbang, terutama pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang kaya serat dan aman bagi kesehatan. Tim juga membentuk “Duta Hijau”, yakni kelompok siswa yang bertugas mengajak teman sebaya membiasakan konsumsi buah dan sayuran lokal serta mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.
Pendampingan turut diberikan kepada para pedagang atau pengelola kantin sekolah. Mereka mendapatkan pelatihan untuk menyusun variasi menu sehat berbahan pangan lokal segar, yang salah satu sumber pasokannya dapat berasal dari unit pertanian TeBA Majalangu di Kesiman Kertalangu.
Selain penyusunan menu sehat, para pengelola kantin dibekali pengetahuan dan keterampilan zero waste cooking, yaitu praktik memasak yang berupaya meminimalkan limbah dapur melalui pemanfaatan bahan pangan secara lebih optimal.
Hasil Evaluasi Menunjukkan Perubahan Positif
Evaluasi sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan literasi gizi hijau pada siswa dan pengelola kantin. Rata-rata pengetahuan yang semula tercatat sebesar 42,5 persen meningkat menjadi 85,3 persen setelah program dilaksanakan.
Dari sisi pengelolaan sampah, volume sampah sisa makanan organik juga mengalami penurunan sebesar 32,4 persen, dari 28,4 kilogram per hari menjadi 19,2 kilogram per hari.
Pengumpulan data dilakukan setiap hari dengan dukungan lima mahasiswa aktif Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Para mahasiswa turut mendampingi pelaksanaan kegiatan sekaligus membantu pemantauan kondisi di lapangan.
Sampah organik yang telah dipilah dan memenuhi kriteria kebersihan selanjutnya diolah secara mandiri di lingkungan sekolah menjadi kompos. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sampah organik sekaligus mengurangi jumlah sampah yang dibuang.
Buku Saku Kantin Hijau untuk Keberlanjutan Program
Untuk menjaga keberlanjutan program setelah masa pengabdian berakhir, tim menyerahkan Buku Saku Kantin Hijau bagi siswa dan pengelola kantin kepada Kepala SMP Negeri 14 Denpasar.
Buku saku tersebut dirancang sebagai pedoman bagi sekolah dalam menyusun menu berbahan pangan lokal yang kaya serat, menerapkan higiene dan sanitasi makanan, serta memantau volume sampah kantin secara digital.
Kepala SMP Negeri 14 Denpasar, I Komang Agus Ugrasena, S.Pd., M.Pd., bersama guru Ni Nyoman Latri Damayanti, S.S., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Pihak sekolah juga menyatakan komitmennya untuk mengawal penerapan panduan Kantin Hijau dalam kegiatan sehari-hari.
Melalui kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi, program Kantin Hijau diharapkan dapat menjadi model penerapan pola konsumsi sehat dan pengelolaan sampah berkelanjutan bagi sekolah lain di Denpasar maupun wilayah Bali.
Inisiatif ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan gizi sejak usia sekolah, pemanfaatan pangan lokal, dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.
Penulis : Sang Gede Purnama
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











