SUARA UTAMA, Merangin — Dugaan kekerasan terhadap seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 66 Jelatang I, Kabupaten Merangin, terjadi saat jam istirahat pada Kamis (24/9/2026).
Korban berinisial SS, siswa kelas III, diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh enam orang teman sekelasnya. Peristiwa tersebut disebut terjadi di dalam ruang kelas yang dalam kondisi terkunci.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga, SS mengalami sejumlah luka dan keluhan fisik setelah kejadian. Di antaranya goresan pada pipi kanan, memar di kedua bagian pinggang, serta mengeluhkan sakit pada kulit kepala dan leher.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada pihak keluarga, SS mengaku punggungnya ditendang, perutnya diinjak, rambutnya ditarik, serta tubuhnya didorong oleh sejumlah teman yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Peristiwa itu membuat kedua orang tua SS tidak terima. Mereka menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dan meminta adanya keadilan serta penanganan serius atas dugaan kekerasan yang dialami anak mereka.
“Kami sebagai orang tua tidak terima atas apa yang terjadi pada anak kami. Kami menyekolahkan anak kami untuk belajar, bukan untuk dikeroyok. Kami mempercayakan anak kami kepada pihak sekolah dan guru, tetapi kenyataannya anak kami justru menjadi korban kekerasan,” ungkap Hasbi, orang tua SS.
Hasbi menilai penyelesaian persoalan di lingkungan sekolah belum memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga. Karena itu, pihaknya berencana melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Tampaknya penyelesaian di sekolah minim efek jera. Kami akan melanjutkan masalah ini ke pihak yang berwajib. Kami juga akan melampirkan bukti visum serta bukti pendukung lainnya,” tegas Hasbi.
Pihak keluarga berharap kasus tersebut dapat ditangani secara serius dan transparan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, keterangan dari pihak SDN 66 Jelatang I maupun pihak terkait lainnya mengenai dugaan pengeroyokan tersebut belum dimuat dalam berita ini. (Ady Lubis)











