Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

- Publisher

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang menimpa “Suarni” Warga Dusun Krajan 1, RT 013, RW 002, Desa Sapikerep kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Yang telah di laporkan ke polres Probolinggo masih penuh misteri. Pasal nya, proses laporan telah berjalan lebih satu tahun, namun tersangka pelaku WNA (Warga Negara Asing) masih bebas menikmati udara segar. 05/08/2026.

Dengan Laporan polisi nomor:LPB/58/lll/2025/SPKT/POLRES PROBOLINGGO/POLDA JAWA TIMUR, Tanggal 17 Maret 2025. Surat perintah tugas nomor: Sp.Gas/243/lll/RES.1.24/2025/Satreskrim tanggal 24 Maret 2025. Surat Perintah Penyelidikan nomor:Sp Lidik/211/lll/RES.1.24/2025/Satreskrim, Tanggal 24 Maret 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus dugaan yang tindak pidana penganiayaan yang menimpa “Suarni” Menjadi sorotan publik. Hal tersebut, pastinya berdampak terhadap krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kinerja di nilai lambat atau tidak transparan, merusak citra polres di mata masyarakat, memicu stigma negatif dan menurunkan kepercayaan terhadap penegak Hukum.

BACA JUGA :  Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Kasus hukum dugaan penganiayaan oleh tersangka Warga Negara Asing (WNA) diduga mangkrak hingga lebih dari satu tahun lamanya. Kasus tersebut menyedot perhatian publik dan memicu kritik terhadap penegakan hukum dan rasa ke Adilan bagi korban lokal “Suarni” Warga Desa Sapikerep kecamatan Sukapura.

Warga kabupaten Probolinggo “DD” mempertanyakan tindak lanjut dan proses atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di wilayah Sukapura satu tahun yang lalu. Menurutnya, publik berhak mendapatkan informasi perkembangan kasus yang menimpa korban.

BACA JUGA :  Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

“Kasus yang viral dulu terkait dugaan penganiayaan warga Sapikerep itu sampai mana proses nya?. kok lama tidak ada informasi di media massa. apa kasus itu sudah selesai?. Jika belum selesai sampai dimana proses dan tindak lanjut nya?.. publik butuh informasi, apalagi itu kasus Nasional. “Ucap nya.

Ia merasa prihatin terhadap korban “Suarni” yang sampai saat ini belum menemukan kepastian hukum dan keadilan. Ia berharap kepada apakah penegak hukum agar di proses sesuai aturan dan undang-undang. Ia berkeyakinan, dikarenakan korban warga pribumi aparat penegak hukum pasti memperjuangkan warga pribumi.

BACA JUGA :  Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo

“Kami sebagai warga masyarakat kabupaten Probolinggo sangat prihatin terhadap korban yang sampai saat ini belum mendapat ke Adilan. Kami berharap Kepada aparat penegak hukum menjalankan tugas dan tanggung jawab nya sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku. Suarni warga pribumi, kan tidak mungkin APH tidak memproses kasus hukum nya. “Pungkas nya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo “Aipda Agung Dewantara” saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap, terkait proses dan tindak lanjut atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang di alami oleh “Suarni” warga desa Sapikerep dan tersangka pelaku WNA. Namun, sampai berita ini di tayangkan belum ada jawaban.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
Selain Dugaan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif, Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terindikasi Melanggar Kode Etik dan Disiplin ASN
Puncak Acara Hari Tani: Pelantikan 7 Juta Relawan Tani Indonesia
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Senin, 2 November 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Chat via WhatsApp