Diduga Milik Cuncun, Aktivitas PETI dan Galian C di Kecamatan Tabir Kembali Jadi Sorotan

- Publisher

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dan galian C diduga masih berlangsung di wilayah Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sedikitnya terdapat dua unit alat berat jenis excavator yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan tersebut.

Satu unit excavator diduga digunakan untuk aktivitas pencarian emas, sedangkan satu unit lainnya diduga digunakan untuk kegiatan galian C berupa pengambilan pasir dan batu.

Sejumlah sumber di lokasi menyebut kedua alat berat tersebut diduga milik seseorang yang dikenal dengan nama Cuncun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya aktivitas pengerukan tanah dan material di sekitar bantaran Sungai Batang Tabir. Warga menilai aktivitas tersebut diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan, mulai dari perubahan alur sungai, meningkatnya kekeruhan air, hingga berpotensi mengganggu ekosistem dan kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sungai tersebut.

BACA JUGA :  Publik Meminta APIP dan APH Audit Secara Menyeluruh ATR/BPN Kab. Probolinggo Perihal Program PRONA 2010 dan PTSL 2017 hingga 2024

Sejumlah warga mengaku khawatir apabila aktivitas tersebut terus dibiarkan. Menurut mereka, dampak kerusakan lingkungan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat mengancam keberlangsungan sumber daya alam dan keselamatan masyarakat di masa mendatang.

“Kami khawatir kalau aktivitas ini terus berlangsung. Sungai semakin rusak, air semakin keruh, dan dampaknya nanti akan dirasakan masyarakat. Jangan sampai kerusakan lingkungan semakin parah baru ada tindakan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Aktivitas penambangan emas ilegal di Kabupaten Merangin sendiri saat ini tengah menjadi sorotan publik. Belum lama ini, sejumlah personel dari Mabes Polri dikabarkan turun langsung ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas PETI di Kabupaten Merangin. Berdasarkan informasi yang beredar, kedatangan tim tersebut sempat dihadang oleh sekelompok warga.

BACA JUGA :  Puluhan Dompeng Rakit Mengobrak-abrik Sungai Tanjung Lamin, Warga Desak Polda Jambi Turun Tangan

Warga berharap aparat penegak hukum, baik Polres Merangin maupun Polda Jambi, segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap dugaan aktivitas PETI dan galian C tersebut.

“Kami meminta Polres Merangin dan Polda Jambi benar-benar mengecek langsung ke lokasi. Jika memang terbukti ada aktivitas ilegal, kami berharap diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai ada kesan aparat takut terhadap pihak-pihak yang diduga membekingi aktivitas tambang ilegal,” ujar seorang warga.

BACA JUGA :  PETI Mengancam Sungai dan Permukiman Tanjung Lamin, Polda Jambi Diminta Turun Tangan

Warga juga menilai dugaan aktivitas penambangan yang disebut-sebut melibatkan alat berat tersebut telah berlangsung cukup lama. Karena itu, mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut secara menyeluruh, termasuk apabila terdapat dugaan adanya pihak lain yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan yang profesional dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut-sebut sebagai pemilik alat berat maupun aparat terkait belum memberikan keterangan resmi. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
25 Aitem Anggaran Kegiatan Prioritas P-APBD 2026 Untuk 14 OPD Belum Sepenuhnya Terserap Hingga Bulan Oktober 2026
Berita ini 328 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:19 WIB

Chat via WhatsApp