SUARA UTAMA, Wonosobo – Kebakaran hutan dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Sumbing, tepatnya di Petak 29 jalur pendakian Gajahmungkur, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (19/10/2026). Sebanyak 71 pendaki dilaporkan berada dalam proses turun dari gunung dan dalam kondisi aman berdasarkan informasi yang diterima petugas.

Mengutip laporan detikJateng yang diterbitkan pada Senin malam, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, menyebutkan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi kejadian berada di Petak 29 jalur pendakian Gajahmungkur, wilayah Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada detikJateng, pada Senin malam masih terdapat 71 pendaki yang sedang turun. Kondisi mereka dilaporkan aman. Sementara itu, tim gabungan ditarik ke bawah karena upaya pemadaman dinilai masih membahayakan petugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebakaran Gunung Sumbing Pernah Terjadi Sebelumnya
Kebakaran di kawasan Gunung Sumbing bukan pertama kali terjadi. Pada 6 September 2026, detikJateng juga melaporkan kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing wilayah Kabupaten Temanggung, tepatnya di jalur pendakian via Batursari yang terhubung dengan jalur Jambu.
Ketua Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS), Lilik Setiyawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurut laporan itu, titik asap terpantau melalui CCTV sekitar pukul 13.15 WIB. Tim gabungan yang terdiri atas unsur BPBD, TNI, Polri, relawan, dan pengelola basecamp melakukan upaya pemadaman.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing pada September 2023. Dalam kejadian tersebut, seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. BNPB mencatat kebakaran melanda kawasan yang mencakup wilayah Desa Lamuk, Banyumudal, dan Purwojiwo di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
BPBD Ingatkan Bahaya Api di Jalur Pendakian
Pada Juni 2026, BPBD Kabupaten Temanggung melalui pemberitaan ANTARA News mengingatkan para pendaki agar tidak menyalakan api unggun sembarangan di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau. Imbauan tersebut disampaikan untuk mengurangi risiko kebakaran, khususnya saat musim kemarau ketika vegetasi di kawasan pegunungan mengering.
BPBD juga menekankan pentingnya pemeriksaan perlengkapan pendaki, koordinasi dengan pengelola basecamp, serta memastikan tidak ada bara api yang tertinggal setelah kegiatan memasak atau penggunaan api.
Pendaki Diminta Memastikan Informasi Jalur
Menyikapi kejadian tersebut, calon pendaki diimbau menghubungi pengelola basecamp untuk memperoleh informasi terbaru mengenai status operasional jalur pendakian. Pendaki hendaknya menunda keberangkatan apabila jalur belum dinyatakan aman atau terdapat larangan dari petugas.
Pendaki yang sedang berada di kawasan gunung juga diminta mematuhi instruksi petugas, tidak mendekati titik kebakaran, serta mengikuti prosedur evakuasi apabila diperintahkan.
Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi mengenai penutupan atau kebakaran di jalur lain tanpa konfirmasi yang jelas. Hingga informasi mengenai kejadian terbaru diverifikasi lebih lanjut, klaim bahwa api telah menjalar ke tiga jalur pendakian belum dapat dipastikan berdasarkan sumber-sumber yang dirujuk dalam berita ini.
Pemimpin Redaksi media online nasional Suara Utama, Andre Hariyanto, mengimbau seluruh pendaki untuk mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan pengelola dan petugas, serta tidak memaksakan pendakian ketika situasi belum aman.
Penulis : Andre Hariyanto
Editor : Zahwa Qarira Nazhira
Sumber Berita: Detik Jateng & Antara News












Ya Allah