Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

- Publisher

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Muhammad Mas Davit Herman Rudiyansah
(kegiatan FGD dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat oleh UT Surabaya.)

Penulis Muhammad Mas Davit Herman Rudiyansah (kegiatan FGD dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat oleh UT Surabaya.)

SUARA UTAMA, SidoarjoPantai Galung, salah satu destinasi wisata pesisir yang berkembang di Kabupaten Sumenep, menjadi pusat perhatian berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Universitas Terbuka Surabaya, senin 15 /06/2026

Kegiatan yang didukung melalui Program EQUITY Universitas Terbuka Tahun 2025–2026 tersebut bertujuan menghimpun gagasan, pengalaman, dan rekomendasi dari berbagai pihak untuk menyusun model pengembangan Community Based Tourism (CBT) yang mampu menjawab tantangan pembangunan pariwisata masa depan.

Direktur UT Surabaya, Prof. Suparti, M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan destinasi wisata tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Pada sesi FGD, Faruk Hanafi mengajak seluruh peserta untuk memperkuat budaya sadar wisata melalui implementasi Sapta Pesona. Menurutnya, masyarakat merupakan wajah utama sebuah destinasi dan menjadi faktor penting dalam membangun citra positif daerah tujuan wisata.

Sementara itu, Siti Nuurlaily Rukmana mengulas berbagai pembelajaran dari pengembangan Pantai Galung. Ia menyoroti pentingnya penguatan tata ruang kawasan, kelembagaan masyarakat, dan sinergi antar-stakeholder sebagai fondasi keberhasilan Community Based Tourism.

BACA JUGA :  KPPBC Tipe Madya Pabean C Probolinggo Menjawab Klarifikasi Tertulis, Publik Pertanyakan Perkembangan Tindak Lanjut Kasus CV Nur Jaya Utama 

Diskusi yang berlangsung dinamis menghasilkan berbagai masukan terkait pengembangan produk wisata, penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan lingkungan pesisir, serta strategi pemasaran destinasi yang lebih efektif.

Pada sesi diseminasi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai model pengembangan CBT yang telah dirancang berdasarkan hasil kajian lapangan. Selain itu, Andri Zulkarnain membagikan pengalaman dan strategi teknis dalam pengelolaan destinasi berbasis masyarakat yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan wisatawan.

BACA JUGA :  Rumah jabatan Bupati Bulungan di Tanjung Selor dilaporkan mengalami kebakaran

Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, lembaga kehutanan, aparat keamanan, pemerintah desa, organisasi masyarakat, asosiasi desa wisata, pelaku wisata, akademisi, hingga konten kreator lokal.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Sucipto, S.Pd., M.Sc. bersama Tiara Sevi Nurmanita, S.Pd., M.Pd. dan Berlina Hidayati, S.Pd., M.Acc. sebagai tim pelaksana dari Universitas Terbuka.

Melalui forum ini, Pantai Galung diharapkan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata lokal, tetapi juga menjadi contoh praktik baik pengembangan Community Based Tourism yang dapat direplikasi di berbagai kawasan pesisir Indonesia.

Penulis : Moch. Gufron Fajar Rezki

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Sinergi Arsari Tambang dan Pemkot Pangkalpinang: Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Program PPM 2027
Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial di Pulau Lanjukang, Perkuat Kepedulian dan Sinergi Menyambut Hari Bhayangkara ke-80
Predator Koruptor Kelahiran Wilayah Yang di Juluki Surga Yang Hilang,Terpilih Menjadi Presiden LSM LIRA
GARDA 08 Sulsel Siap Awasi Program Strategis Pemerintah Secara Profesional
PJI Kaltim Dorong Profesionalisme Jurnalis, Dengan mengadakan Audiensi dengan ‎GM Bandara SAMS
Diskominfo Majene Tegaskan Loyalitas kepada Bupati, Kendala Kemitraan Media Murni Faktor Anggaran
HPN 2026 dan Semangat Kesetaraan Dalam Ekosistem Pers Nasional
SMSI Anugerahkan Penghargaan Kepada 16 Tokoh Nasional Dan Daerah Yang Peduli Kemerdekaan Pers
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:13 WIB

Sinergi Arsari Tambang dan Pemkot Pangkalpinang: Dorong Kesejahteraan Warga Lewat Program PPM 2027

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:03 WIB

Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial di Pulau Lanjukang, Perkuat Kepedulian dan Sinergi Menyambut Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:39 WIB

Predator Koruptor Kelahiran Wilayah Yang di Juluki Surga Yang Hilang,Terpilih Menjadi Presiden LSM LIRA

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:41 WIB

PJI Kaltim Dorong Profesionalisme Jurnalis, Dengan mengadakan Audiensi dengan ‎GM Bandara SAMS

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:10 WIB

Diskominfo Majene Tegaskan Loyalitas kepada Bupati, Kendala Kemitraan Media Murni Faktor Anggaran

Berita Terbaru