Stop Dinasti Dan Nepotisme Yang Ada Dikalimantan Timur. Intruksi Dari Presiden Diabaikan

Kekuasan Itu Bukan Punya Satu Keluwarga. Kalimantan Itu Punya Masyarakat.

- Publisher

Senin, 13 April 2026 - 02:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Foto Kordinasi Lapangan Erly

Foto Kordinasi Lapangan Erly

SUARA UTAMA, BERAU – Rencana gelar aksi Aliansi Perjuangan Kalimantan Timur yang rencana akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 21 april di kota Samarinda, Aksi tersebut merupakan kekecewana Masyarakat Kalimantan Timur kususnya,  Atas kepemimpinan Gubernur yang menjabat saat ini.

Koordinasi lapangan (korlap) Aliansi, Erly Sopian menyebut aksi yang nanti akan dilakukan oleh aliansi iyalah merupakan hasil konsolidasi berbagai elemen masyarakat secara organik. Bukan aksi spontan, Dikarnakan masyarakat sangat kecewa dan sakit hati.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Bedeng Rejo Merangin, Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia di Lokasi Kejadian

” kami merespon kebijakan-kebijakan pemerintah kususnya gubernur yang sangant menyakitkan hati masyarakat Kalimantan Timut(KALTIM), Sehingga kita terketuk. Kita harus turun kejalan dalam aksi ditanggan 21 april, Titik kumpul langsung di Depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Kimur. Dan tuntutan kami itu , Stop dinasti dan nepotisme yang ada dikalimantan timur  Karna kekuasan itu bukan punya satu keluwarga, Kalimantan itu punya masyarakat, Dan untuk kinerja gubernur dari menjabat  hampir satu tahun lebih jelek saya rasa, Bahkan intruksi dari presiden saja tidak di Ikutin dalam rangka efisiensi daerah seluruh indonesia, Contohnya yang beberapa bulan lalu pembelian mobil dengah harga fantastis, Yaitu 8,5 Miliar dan baru-baru ini renov  perumahan dinas, Sehingga kita harus turun ke jalan. Ungkap Erly.

BACA JUGA :  Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas

Penulis : Rudi salam

Sumber Berita: wartawan suara utama

Berita Terkait

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Hilirisasi Paten di Indonesia Masih di Bawah 5 Persen, Kemenkum Gelar Forum Bisnis Pertama
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Rabu, 4 November 2026 - 07:50 WIB

Hilirisasi Paten di Indonesia Masih di Bawah 5 Persen, Kemenkum Gelar Forum Bisnis Pertama

Senin, 2 November 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 18:31 WIB

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Chat via WhatsApp