Undangan Diantar Langsung Oleh Raja Datu Sambaliung, Perusahaan Tidak Hadir Seakan Menghindar.

Raja Berau Memberi Undangan. Perusahaan Menghindar dan tak perduli.

- Publisher

Rabu, 8 April 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Raja sambaliung, Gunung tabur Dan beberapa undangan yang hadir

Foto Raja sambaliung, Gunung tabur Dan beberapa undangan yang hadir

SUARA UTAMA, BERAU – Masih dalam satu tujuan, Pembicaraan terhadap kawasan dan alat berat yang disita oleh pihak perusahaan. Beberapa hari yang lalu, Datu amir sendiri selaku raja, Di kerajaan sambaliung, Menyambangi dibeberapa kantor dan perusahaan untuk langsung membagikan  surat undangan untuk pertemuan di tanggal (8/04/2026), Untuk pertemuan dan membicarakan permasalahan yang sedang berjalan ini. Tetapi hari ini,Rabu pukul 10:00 WITA . Isi dari udangan yang tertera agar berkumpul, Dan pihak kerajaan menunggu lebih dari satu (1) jam. kurang lebih jam 11:10 WITA, tidak kunjung terlihat di pendopo kerajaan. Dikarenakan tidak ada memberi kabar dan etikat baik dari pihak perusahaan  yaitu, PT BERAU COAL. terpaksa, Rapat diteruskan walau pun, tanpa pihak atau perwakilan Pt berau coal.

BACA JUGA :  Pegiat Anti Korupsi Jadi Direktur Utama Probolinggo Rafting, Warga Mengapresiasi dan Sebut CEO Menyamar 

 

” Rapat diadakan dikerajaan sambaliung. Menurut saya pribadi bahwa ini  adalah momen yang sangat sakral, Untuk semua yang ada di Berau, Baik itu instansi yang terkait. Namun disini saya,  M FATUR SR.SH Sebagai LEGAL Kesultanan sambaliung dan gunung tabur. Merasa sedikit tidak puas karna ada beberapa undangan dan tidak hadir. Sebenarnya kami perlu dan harus mendengar dari perusahaan itu sendiri yaitu pt berau coal. Ini yang saya sayangkan dan ketidak puasan saya, Seolah-oleh  kami dari kesultanan ini tidak dihargai dan dipandang, Dan tidak ingin bernegosiasi dengan baik. Dari undangan, Pucuk pimpinan yang bisa memberikan keputusan tidak hadir seperti, Bupati berau, Kapolres berau, Utusannya pun tidak ada Dari kapolres. Dan yang terpenting perusahaan itu sendiri pt berau coal. Tetapi kami  berterima kasih terhadap. Komandan PM (polisi militer) khususnya, Dari Dandim (Komandan Distrik Militer) yang mewakili, Kajari ( Kepala kejaksaan negri ) , Serta kecamatan sambaliung, Dan perwakilan pemerintahan yang sudah hadir.

Untuk membicarakan tentang keberlangsungan antara kedua (2) kerajaan kesultanan sambaliung dan gunung tabur, Agar pemerintah bisa memberikan keputusan, Kedepannya adapun  yang dihabas pada rapat ini iyalah, yang diatur dalam undang-undang UU No. 3 Tahun 2020  dan UU revisioner No. 4 Tahun 2019, Dan induknya  undang-undang dasar (UUD) 45. Itu mewajibkan bagi semua investasi, Investor baik bergerak dibidang pertambangan batu baru dan lainya wajib, Secara umum, dalam konteks hukum dan adat di Indonesia, Melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Kesultanan sangat disarankan, bahkan bisa menjadi wajib jika menyangkut wilayah atau hak-hak tradisional masyarakat adat,” Jelasnya.

BACA JUGA :  DPRD Berau Kembali Menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dengan Agenda Pembahasan Terkait ketenagakerjaan

 

“Adapun tanggapan tentang ketidak hadiran PT Berau Coal , Oleh perwakilan pemerintahan. Walau pun yang diundang tidak hadir ” Atasan kita”. Minimal adalah  perwakilan, Apalagi ini resmi Undangannya, Agar bisa ada keterbukaan dan klarifikasi, Atas permasalahan yang disangkakan oleh bersangkutan, Untuk ibu bupati dan wakil bupati tidak hadir saya juga tidak tahu pastinya, Yang jelas saya diperintah oleh  pak Kabag hukum untuk menghadiri undangan tersebut , rencana pak kabag sendri yang mau hadir karena perintah ibu bupati, Tapi dikarnakan ada meeting zoom mendadak,  jadi saya  diperintahkan oleh bapak kabag, Untuk menghadiri, Sebagai perwakilan dari pemerintah. ” Ungkapnya.

Penulis : Rudi salam

Editor : R'Salam

Sumber Berita: wartawan suara utama

Berita Terkait

Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI
Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana
Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Diduga Iming-iming Proyek Kerabat Bupati Majene, Warga Tubo Sendana Rugi Rp40 Juta
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:42 WIB

Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:46 WIB

Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:12 WIB

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB