Alat Berat Menggila di Air Batu, Geopark Merangin Terancam Rusak, Kemana Penegak Hukum?

- Publisher

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, kian mengkhawatirkan. Kawasan yang merupakan bagian dari Geopark Merangin kini dilaporkan porak-poranda akibat maraknya penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat excavator.

Berdasarkan hasil investigasi media ini di lapangan, sejumlah alat berat terlihat beroperasi di bantaran sungai dan aliran Sungai Keruh yang berada di kawasan taman Geopark Air Batu. Aktivitas tersebut dengan leluasa mengeruk tanah dan bebatuan demi mencari butiran emas tanpa memikirkan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Padahal, Geopark Merangin merupakan salah satu kawasan geologi penting di Indonesia. Taman bumi ini memiliki luas sekitar 4.832 kilometer persegi yang mencakup 12 kecamatan dan lebih dari 130 desa di Kabupaten Merangin. Kawasan ini terkenal dengan kekayaan geologi yang luar biasa, termasuk fosil flora berusia sekitar 300 juta tahun, lanskap karst yang unik, hingga berbagai situs geologi yang menjadi daya tarik wisata dan penelitian dunia.

Prestise kawasan ini bahkan semakin diakui setelah ditetapkan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks Network pada tahun 2023. Status tersebut menjadikan Geopark Merangin sebagai salah satu destinasi wisata geologi yang penting, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia.

Namun ironisnya, di balik pengakuan internasional tersebut, kawasan Geopark justru dihancurkan oleh ulah para pelaku tambang ilegal. Bantaran sungai yang sebelumnya alami kini berubah menjadi kubangan lumpur. Air sungai yang dulunya jernih kini keruh akibat sedimentasi dan aktivitas alat berat yang terus mengaduk material tanah.

Salah seorang warga setempat mengaku prihatin melihat kondisi kawasan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Merangin itu.

“Sekarang aktivitas PETI di wilayah Air Batu makin ramai Bang. Alat berat banyak bekerja di sekitar Geopark dan Sungai Keruh. Sungai sudah keruh, bantaran rusak. Kami sebagai warga merasa malu kepada para pendatang yang ingin menikmati wisata Geopark, tapi yang terlihat justru tambang ilegal,” ujarnya.

BACA JUGA :  PERNYATAAN SIKAP TERBUKA: LSM BAKIN JAMBI AKAN SEGERA SERAHKAN LAPORAN RESMI DARURAT SABU SUNGAI BAUNG KE MAPOLRES BATANGHARI

Kerusakan yang terjadi tidak hanya merusak pemandangan alam, tetapi juga berpotensi menghancurkan ekosistem sungai, merusak habitat biota air, serta mempercepat kerusakan lingkungan yang bisa berdampak pada banjir dan longsor di masa mendatang.

Lebih memprihatinkan lagi, Dikabarkan maraknya aktivitas PETI di kawasan Geopark Air Batu tersebut sebelumnya telah dilaporkan oleh Wakil Bupati Merangin, Abdul Khafid kepada pihak Polres Merangin. Bahkan muncul kekhawatiran bahwa apabila aktivitas tambang ilegal ini terus dibiarkan, maka status Geopark Merangin sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark bisa terancam dicabut.

Jika hal tersebut sampai terjadi, maka kerugian yang ditanggung bukan hanya kerusakan alam, tetapi juga hilangnya prestise dan peluang ekonomi dari sektor pariwisata yang selama ini menjadi harapan daerah.

BACA JUGA :  Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan

Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat bisa berlangsung terang-terangan di kawasan yang menjadi ikon daerah?

Masyarakat pun mendesak agar aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Pihak kepolisian, pemerintah daerah, hingga Al Haris diminta segera turun tangan menertibkan aktivitas PETI di kawasan tersebut sebelum kerusakan semakin meluas.

Sudah saatnya penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap para pelaku tambang ilegal yang hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa mempedulikan kerusakan alam. Jangan sampai kawasan yang telah diakui dunia sebagai warisan geologi justru hancur di tangan masyarakatnya sendiri akibat lemahnya pengawasan dan penindakan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin Geopark Merangin yang selama ini menjadi kebanggaan Jambi akan tinggal cerita—rusak oleh keserakahan dan pembiaran yang tak kunjung dihentikan.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Berita ini 333 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/