Pekat Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Serta Bantuan Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Liprak Wetan 

- Publisher

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Oknum perangkat desa Liprak wetan kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Jawa Timur diduga rangkap jabatan. Oknum perangkat desa “FD” diduga menjabat sebagai kaur kesra yang merangkap dengan pengurus kelompok tani “Maha Jaya” Desa Liprak wetan. 04/01/2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perangkat desa tidak di perbolehkan menjadi pengurus kelompok tani (Poktan) di karenakan ada larangan rangkap jabatan yang diatur dalam Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 dan Permentan 67/2016, yang melarang perangkat desa merangkap jabatan sebagai pengurus Poktan. Dengan maksud dan tujuan, untuk menghindari konflik kepentingan dan memastikan fokus pada tugas pokoknya masing-masing.

Informasi yang di himpun team media, kelompok tani “Harapan Jaya” desa Liprak wetan, pada akhir tahun 2025 diduga mendapat bantuan (pokir) dari salah satu DPR RI, Pemilihan (Dapil) Jawa Timur II. Namun, bantuan tersebut diduga belum di realisasikan untuk pembangunan nya di awal tahun 2026.

BACA JUGA :  Jakarta Surabaya Tarif 100 Ribu Naik Kereta Api Airlangga. Berikut Jadwal dan Rute

Salah satu warga setempat (warga Liprak wetan) yang enggan di publikasikan identitas nya menduga, oknum kaur kesra “FD” merangkap sebagai pengurus kelompok tani “Maha Jaya” yang sampai saat ini masih aktif.

“Sebelum menjadi perangkat desa “FD” informasi yang beredar sudah menjadi ketua kelompok tani “Maha Jaya”. Setelah di lantik menjadi perangkat desa, diduga masih aktif menjadi pengurus. kami sebagai masyarakat awam. Apakah boleh perangkat desa merangkap dengan pengurus kelompok tani?. “Ucap nya.

Ia juga menduga, menjelang akhir tahun 2025, kelompok tani “Maha Jaya” Desa Liprak wetan mendapat bantuan dari salah satu DPR RI yang kini diduga belum jelas pembangunan nya.

“Kami juga mendapat informasi bahwa kelompok tani “Maha Jaya” pada akhir tahun 2025, diduga menerima bantuan pokir. Bantuan itu, kami belum mengetahui ke peruntukan nya. Karena sampai saat ini awal tahun 2026, belum ada pembangunan fisik. “Katanya.

BACA JUGA :  Aktivis Siapkan Pengaduan Dugaan Pembiaran dan Kelalaian Oknum Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Probolinggo

Sementara oknum perangkat desa (Kaur kesra) “FD” yang diduga merangkap sebagai pengurus kelompok tani “Maha Jaya” Desa Liprak wetan. Saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap (03 Januari 2026). Ia mengakui bahwa dirinya masih aktif menjadi pengurus kelompok tani Maha Jaya.

“Waalaikumsalam wr wb.untuk kepengurusan sudah di robah mas, memang sebelum jadi perangkat saya ketuanya, tapi sekarang sudah dirubah. Iya mas sekarang sudah menjadi anggota karna perangkat tidak boleh menjadi ketua Poktan. “Jawab nya.

Ke esokan hari nya (04 Januari 2026) team media kembali mengkonfirmasi oknum perangkat desa yang diduga merangkap sebagai pengurus kelompok tani Maha Jaya melalui jejaring sosial yang sama (pesan singkat whatsap) perihal bantuan tersebut. Namun, Ia enggan menjawab nya walaupun pesan singkat whatsap dari media telah terbaca.

BACA JUGA :  Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Begitu pula oknum Bendahara Kelompok tani “Harapan Jaya” desa Liprak wetan kecamatan Banyuanyar. Ia enggan menjawab konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap. Perihal, berapa besar nya bantuan yang di terima nya dan dari mana sumbernya?.

Menanggapi dugaan tersebut, ketua PEKAT Kabupaten Probolinggo “Fauzen” yang tergabung di komunitas Pakopak menegaskan. Menurutnya, rangkap jabatan kaur kesra dengan pengurus kelompok tani bertentangan dengan aturan. Ia mengaku akan mengumpulkan data data dugaan tersebut serta memvalidasi nya.

“Jika dugaan rangkap jabatan oknum perangkat desa itu benar. selain menjabat sebagai kaur kesra juga menjadi pengurus kelompok tani “Maha Jaya” Desa Liprak wetan. Maka, ini tidak boleh di biarkan. Jangan anggap sepele, hal sekecil apapun jika sudah bertentangan dengan aturan, itu tidak di benarkan. Tentu kami akan mengambil langkah langkah sesuai aturan dan undang-undang. “Tegas nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 
Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers
Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 09:51 WIB

Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp