Anggaran Jalan, Wisata Jalan di Tempat: Dugaan Pemborosan di Arboretum Merangin Mencuat

- Publisher

Kamis, 11 Desember 2025 - 06:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, MERANGIN — Dugaan pemborosan anggaran kembali mencuat di Kabupaten Merangin. Proyek rehabilitasi di kawasan wisata Arboretum Rio Alif, Desa Langling, Kecamatan Bangko, kembali menjadi perbincangan warga setelah ditemukan adanya rehab berulang pada fasilitas yang sama, khususnya kandang dan kolam buaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rabu, 10 Desember 2025, tim media mendapati bahwa sejumlah bangunan wisata di lokasi tersebut kembali dianggarkan untuk rehab, padahal sebelumnya sudah pernah dikerjakan dengan nilai ratusan juta.

Pada tahun 2022, rehab kolam buaya di objek wisata Arboretum ini sudah dikerjakan melalui:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satuan Kerja: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Nilai Kontrak: Rp199.940.000,

Pemenang: CV Indika Purnama Jaya.

Namun, pada tahun 2025, proyek untuk fasilitas yang sama kembali muncul melalui:

Kegiatan: Pengadaan/Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Wisata Strategis,

BACA JUGA :  Bapelkum Bitung Ikuti Penguatan Kapasitas HAM untuk Dorong Pelayanan Publik Inklusif

Pekerjaan: Rehap kandang/kolam buaya

Nilai Kontrak: Rp92.326.000

Sumber Dana: APBD-P Kabupaten Merangin

Rehab yang dilakukan berulang terhadap bangunan yang sama inilah yang menimbulkan banyak pertanyaan publik.

Beberapa warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku heran dan kecewa karena proyek wisata yang menghabiskan anggaran besar itu tak kunjung memberikan manfaat. Wisata terbengkalai, fasilitas tidak berjalan, namun anggaran terus mengalir.

“Kolam buaya itu dulu direhab mahal, tapi bukan dipakai untuk wisata. Belum menghasilkan apa-apa, eh sekarang direhab lagi. Mau jadi apa sebenarnya? Kami bingung, buayanya saja mungkin bingung.” kata Zainal warga setempat

“Kalau tempat wisata ini dikelola dengan benar, pasti ramai. Tapi sekarang seperti sengaja dibiarkan rusak supaya tiap tahun bisa dianggarkan lagi. Kesan kami begitu.” tambahnya

BACA JUGA :  PKK dan Pemdes Rasau Dinilai Abai Pendampingan UMKM, Baru Datang Saat Usaha Berkembang

Hal senada juga di ungkapkan oleh warga lainnya Mus.

“Kami bukan menolak pembangunan, tapi janganlah kesannya seperti proyek yang penting habiskan anggaran saja. Hasilnya tidak ada, manfaat untuk warga juga tidak ada, ini bukan sekali dua kali. Banyak fasilitas di Arboretum yang direhab, tapi masyarakat tak pernah merasakan dampaknya. Wisata mati, proyek hidup.” ungkapnya

Warga menilai Pemerintah Kabupaten Merangin, khususnya Dinas Pariwisata, gagal memaksimalkan potensi wisata yang sudah menelan anggaran miliaran rupiah. Alih-alih menghasilkan pemasukan, lokasi wisata itu justru mati suri.

“Pemerintah ini seperti lebih ahli membangun proyek daripada membangun wisata. Anggaran mengalir terus, tapi hasilnya tidak pernah terlihat, Seharusnya sebelum rehab dilakukan, bangunan yang lama difungsikan dulu. Jangan sampai uang rakyat habis, wisata tetap tak berpengunjung, Jangan sampai masyarakat menilai proyek-proyek ini hanya dijadikan ajang mencari keuntungan pemborong. Kalau memang untuk wisata, mana hasilnya? Mana omsetnya?” tambahnya

BACA JUGA :  Pos Batas Hadir di Bitung, Wagub Sulut Tegaskan Komunitas Nelayan Harus Mendapat Perlindungan Hukum

Arboretum Rio Alif, yang seharusnya menjadi ikon wisata edukasi dan konservasi, kini lebih menyerupai taman tidur daripada taman wisata. Banyak bangunan terlihat tidak terawat, sebagian mangkrak, dan aktivitas wisata nyaris tidak berjalan.

Warga menilai bahwa jika pemerintah serius, tempat wisata tersebut bisa menjadi potensi ekonomi yang besar. Namun yang terlihat justru sebaliknya: anggaran masuk, wisata tidak berkembang.

Dugaan pemborosan anggaran ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Merangin. Warga menuntut agar pemerintah tidak lagi sekadar membangun proyek, melainkan benar-benar mengelola wisata hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pemasukan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pariwisata masih belum memberikan keterangan resmi.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp