Potret Toleransi dari Kampung Fatumetan, Jemaat Gereja Bantu Bedah Rumah Ustadzah TPQ

- Publisher

Selasa, 11 November 2025 - 11:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Fatumetan jemaat gereja bantu pindahkan rumah Ibu Ratna Guru Ngaji TPQ sekaligus renovasi. Insert: Ibu Ratna sedang ngajar mengaji (Muhazir Syukur/SUARA UTAMA)

Warga Fatumetan jemaat gereja bantu pindahkan rumah Ibu Ratna Guru Ngaji TPQ sekaligus renovasi. Insert: Ibu Ratna sedang ngajar mengaji (Muhazir Syukur/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Timor Tengah Selatan – Nusa Tenggara Timur terkenal dengan istilah Nusa Tertinggi Toleransi. Hal ini diwujudkan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari, tak terkecuali warga di Dusun Fatumetan (Batu Hitam), Desa Boentuka, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur yang mengadakan kerja bakti dalam memindahkan rumah salah satu guru ngaji TPQ di Pedalaman Timor, Minggu (09/11/2025).

Potret Toleransi di Kampung Fatumetan

Selama ini Ibu Ratna Tofeto (45) yang merupakan ustadzah atau guru ngaji di Musholla Attahiriyah Boentuka bersama suaminya Udin Asbanu (50) memang tinggal di bantaran sungai di Kampung Fatumetan, tepatnya di Belakang Gereja Katolik, Kapela Fatumetan, bahkan satu satunya KK muslim di antara semua warga di dekat gereja tersebut.

BACA JUGA :  Yuk Ikutan, Persatuan Kelana Alam Indonesia Gelar Hiking Gunung Lorokan serta Open Trip Pantai 3 in 1 Malang

Mendengar informasi tentang rencana pindahan rumah tersebut, Romo Patris Tampani langsung menginformasikan kepada jemaat gereja Kapela Fatumetan agar kerja bakti bantu Ibu Ratna dan Bapak Udin usai melaksanakan kegiatan ibadat di gereja tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang mayoritas non muslim  terlibat langsung dalam proses pemindahan rumah ustadzah atau guru ngaji TPQ, karena posisinya yang berada di pinggir sungai  dan sangat membahayakan, bahkan nyaris terbawa arus sungai karena erosi.

Warga Kampung Fatumetan Bahu-membahu Membantu Pindahkan Rumah Ibu Ratna

Kurang lebih 40 orang terlibat langsung dalam menggotong rumah untuk dipindahkan dari lokasi pinggiran sungai, dan lanjut pemasangan dinding dan buka lantai dasar di bangunan tersebut.

BACA JUGA :  pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!

“Kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua warga yang telah membantu kami dalam proses pemindahan rumah kami,” ungkap Mama Ratna sapaan dari Ibu Ratna Tofeto, guru ngaji TPQ di Pedalaman Timor.

“Di mana semua warga terlibat tanpa melihat agama, suku, dan perbedaan lainnya, ini semua karena kami sudah menjadi bagian dari keluarga besar warga Fatumetan,” lanjutnya.

Walaupun hanya sendirian (1 KK  muslim) di antara warga sekitar gereja Kapela Fatumetan, Ibu Ratna dan Bapak Udin senantiasa hidup rukun dan berbagi dengan sesama.

Potret Kebersamaan Warga Kampung Fatumetan Saat Ada Pesta Pernikahan

Jika ada acara pesta pernikahan atau pesta adat lainnya, mereka yang ditugaskan untuk mengurus masakan untuk kaum muslim yang diundang baik dari Kota Soe maupun Kota Kupang, jika yang punya pesta adalah warga non muslim di Desa Boentuka.

BACA JUGA :  Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN

Warga menitipkan hewan berupa sapi kambing, beras dan sayuran, dan bumbu masakan lainnya.

Hal ini terjadi karena mereka sudah menjadi bagian dari keluarga besar Fatumetan, ketika Mama Ratna dan Bapak Udin mengadakan acara pesta nikahan putrinya beberapa waktu yang lalu, semua warga terlibat dalam kepanitiaan.

Semua warga antusias untuk menyukseskan acara tersebut, bahkan urunan memberi beras, hewan sapi, kambing, aneka sayuran, dan bumbu masakan.

Hingga urusan dan kelancaran acara semua warga turut bahu-membahu membantu jalannya acara tersebut. Inilah potret the real toleransi dari Negeri Timur, Nusa Tenggara Timur.

Penulis : Muhazir Syukur

Editor : Nurana Prasari

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran
Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat
Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene
Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81
Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat
Bapelkum Bitung Tebar Kepedulian, Bagikan Sembako untuk Security dan TAD Sambut HUT RI ke-81
Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi Sambut HUT RI ke-81
Diduga Minim Pelayanan Saat Jam Kerja, Warga Kampung Baruh Desak Evaluasi Kinerja Lurah dan Pegawai
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:24 WIB

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand